
Hari pernikahan semakin dekat. Rossa sudah mengajukan pengunduran diri dari pabrik tempatnya bekerja selama 5 tahun. Sungguh keputusan yang menguras perasaan. Pabrik itu saksi terombang ambingnya hati Rossa selama hampir 5 tahun sebelum bertemu Nicki.
Rossa sudah merayu Nicki sekuat tenaga agar bisa tetap bekerja. Nicki selalu menolak. “Untuk apa menikah kalau ujung ujungnya LDR lagi. Aku bosen LDR sayang.”
“Kita gak LDR kita ketemu seminggu sekali.”
“Aku gak mau berdebat. Kamu resign dari pabrik ikut aku ke jogja titik.”
Nicki pria yang jarang memaksakan keinginan, namun membantah pria ini diluar kemampuan Rossa juga.
__ADS_1
Di pabrik roti itu canda tawa pahit manis dilewati Rossa setiap harinya. Pabrik yang menjadi tempatnya mencari nafkah untuk dirinya sendiri. Pabrik yang jika puasa dan lebaran tiba orderannya akan melonjak tiga kali lipat. Membuat pekerjanya bekerja tiga kali lipat pula. Ahhh, Rossa selalu mengingat capeknya bekerja saat puasa dan lebaran tiba. Suasana kerja yang tegang karena banyak sekali orderan yang harus di selsaikan. Tak jarang harus lembur hingga tak bisa melihat panas matahari.
Di pabrik itu ia mengenal Setya. Cowok yang bukan cinta pertamanya, tapi cinta yang begitu melekat di hati. Cinta yang jujur saja, masih ada hingga kini, saat Rossa akan dimiliki Nicki seutuhnya. Kita tidak bisa memilih jatuh cinta pada siapa, namun kita masih bisa berfikir cinta itu layak atau tidak. Dan Rossa memutuskan menganggap cinta itu tak layak di perjuangkan. Ia berharap suatu hari nanti sungai cintanya pada Setya akan berhenti mengalir dan mengering. Ia sudah memutuskan dinikahi pria baik seperti Nicki, maka ia akan berusaha mencintai Nicki sepenuh jiwa dan raganya.
Hari ini hari terakhir Rossa bekerja di pabrik itu. Saat brefing pagi Rossa akan menyampaikan sepatah kata peepisahan untuk teman temannya.
“Hari ini hari terakhir saya. Saya memohon maaf atas kesalahan yang pernah saya lakukan..........” kerongkongan Rossa serasa mengering. Sulit sekali mengungkapkan kata kata. “besok pagi,... Saya akan menjadi pengangguran terbahagia karena pernah bekerja selama 5 tahun bersama teman teman terbaik. Terimakasih” Rossa tak sanggup menahan air matnya. Hanya kata kata itu yang sanggup ia ucapkan. Menjadi bagian dari pabrik roti itu selama 5 tahun sungguh sangat berarti. Yaa, merekalah keluarga Rossa kedua setelah keluarga aslinya di rumah.
Ujung mata Rossa menangkap cowok yang sangat ia kenal. Cowok bertubuh gembul berkulit sawo matang. Tubuhnya semakin gembul saja setelah bubaran tunangan dengan Rossa. Semoga kamu memiliki kebahagiaan sendiri. Biar ku reguk kebahagiaan lain bersama calon suamiku. Semoga Donna menjagamu dengan baik. Air mata Rossa semakin deras mengiringi hari terakhirnya di pabrik roti itu.
__ADS_1
Handpon Rossa berdering. Dari layar terlihat Nicki yang menelpon. “Gimana hari terakhirnya??? Sedih”
“Sedih banget....”
“Semangat ya sayang. Akan selalu ada perpisahan. Aku mengerti perasaan kamu”
“Kamu mana ngerti. Kamu belum pernah kerja selama 5 tahun dan harus meninggalkan pekerjaan itu.” Rossa cemberut. Suara di ujung sana tak mau kalah.
“Kamu juga mana mengerti harus bekerja jauhh dari keluarga terus menerus. Masak iya habis nikah harus jauh dari istri.”
__ADS_1
“Emboh yank. Aku mau tidur. Besok harus nyiapin banyak hal buat pernikahan kita.” Hatinya yang masih mellow membuat Rossa malas berdebat.
“Selamat tidur sayangku. Tetap semangat yaa. Aku tahu, aku udah ambil kebahagiaan kamu. Aku janji akan menggantinya nanti setelah kita menikah. Aku akan berusaha sebisa mungkin membahagiakanmu.” Perkataan Nicki membuat hati Rossa hangat. Mengobati sedihnya karena harus berpisah dengan teman teman di pabriknya. Rossa tertidur dengan senyum di bibirnya.