Half Bad Girl

Half Bad Girl
semangat baru


__ADS_3

Rossa mengalami mual di pagi hari. Benar benar mual sampai tak mau mengangkat kepalanya dari kasur. Jika dipaksakan bangun, ia akan muntah hebat membuatnya lemas sepanjang hari. Nicki sering sahur sendirian. Rossa tak bisa menyiapkan sahur pertama suaminya itu. Sebenarnya sebuah sesal tersendiri untuk Rossa. Apa mau dikata hormon di tubuhnya baru jungkir balik.


Semuanya akan membaik jika siang datang. Rossa benar benar bisa lepas dari kasur setelah lebih dari jam 12 siang. Setelah pusing dan mualnya hilang Rossa bisa beraktifitas layaknya orang normal. Makan juga enak. Melakukan pekerjaan apa pun enak juga. Alhasil Rossa melakukan pekerjaan rumah pada siang hari. Mencuci piring, menyapu, dan mencuci baju kotor. Semua di lakukan secara marathon.


“Baru mau jemur mbak Rosa? Aku udah kering tuh.” Kata mbak Rima, tetangga sebelah kontrakan Rossa. Orang asli Sunda, tinggal lama di Palu. Sekarang ikut suami dinas di Jogja. Bahasa yang di gunakan mbak Rima jadi campur aduk. Kadang bahasa indonesia ala Sunda dengan gaya orang palu. Membuat ciri khas tersendiri yang lucu ditelinga Rossa.


“Iya mbak, kalo pagi gak bisa lepas dari kasur. Hahahaha” mbak Rima ikut tertawa. Ibu dua putri kembar itu pernah merasakan apa yang di rasakan Rossa. “Ya udah senyampainya aja gak di kejar kejar orang juga. Malah jangan capek capek. Masih rawan itu.”

__ADS_1


“Siyap boss.” Jawab Rossa sambil terus menjemur pakaiannya.


Rossa membayangkan bagaimana nasibnya bila masih kerja di pabrik. Pagi berangkat kerja. Pulang sore dengan kondisi badan yang seperti ini. Ahhh pasti sungguh berat. Teman temannya dulu sanggup menjalaninya. Sedangkan ia saat ini membayangkan pun tak sanggup. Ahh sungguh hebat para ibu yang bekerja saat hamil muda. Semoga lelahmu berkah untuk keluargamu. Tetes keringatmu di gantikan oleh tetesan pahala yang menyegarkan.


Nicki memiliki asuransi karyawan dan keluarga. Membuat mereka bisa menikmati fasilitas kesehatan nomer satu di rumah sakit. Juga untuk pemeriksaan kehamilan Rossa. “Ada keluhan lain buk selain mual muntah?” tanya dokter Bambang. Entah kebetulan atau bagaimana. Orang yang mempertemukan Rossa dan Nicki bernama Bambang, sekarang dokter kandungan juga bernama Bambang. Hidup pasangan itu dikelilingi oleh orang orang baik bernama Bambang.


“Apa seperti itu berlangsung sepanjang kehamilan dok?” tanya Nicki

__ADS_1


“Tidak pak, biasanya hanya terjadi tiga bulan pertama. Semoga ibu juga begitu.” Jelas dokter Bambang. Mereka di beri foto USG bayi mereka. Meski tak bisa melihat dengan jelas, tapi mereka bahagia melihat foto hitam putih itu. Ahh, kira kira apa jenis kelaminnya? Mirip siapa dia nanti? Pertanyaan di benak Rossa.


Ada kehidupan di perutnya. Nyawa yang di titipkan Allah untuk ia jaga. Buah cintanya dengan Nicki. Seburuk apapun kondisi perekonomiannya kini, Rossa yakin Tuhannya sudah memiliki jalan untuk cinta kecil yang tumbuh dirahimnya. Rossa bahagia. Akan ada malaikat kecil yang mewarnai pernikahannya setelah warna kelabu di awal rumah tangganya. Malaikat kecil yang indah. Kira kira mirip siapa sifatnya? semoga memiliki postur seperti bapaknya. Kalau ibunya bisa semampai dia (semeter tak sampai).


"Mau di panggil apa Yang? bapak, papa, ayah?" tanya Rossa pada Nicki


"Bapak ibuk aja ya Yang. Kalau mama papa sepertinya gak pantes, ayah bunda juga udah mainstrim. Lha kamu mau di panggil apa?" tanya Nicki balik

__ADS_1


"Apa aja boleh. Apalah arti sebuah panggilan. Sukur sukur nanti dia punya panggilan yang unik untuk kita." kata Rossa menerawang.


__ADS_2