Half Bad Girl

Half Bad Girl
sebelum menikah


__ADS_3

Sebesar apapun Rossa menolak agar tak ada acara tunangan tetap saja acara itu harus ada. “Acara itu pembuka pembicaraan antara dua keluarga Ros, kalau gak ada trus gimana? Ketemuan di KUA trus ijab gitu. Ya aneh lah.” Mbak Ifa membujuk Rossa. “ya biar gitu gak papa. Aku trauma”


“Ros, masa iya gagal sampe tiga kali. Positif thinking aja. Toh Nicki orang baik kok. Kamu kelihatan kilk banget sama dia. Gak enak juga kali sama keluarganya Nicki.” Kak Ifa terus membujuk. Orang tua Rossa sudah menyerah membujuk Rossa. “Gini dehh kita persiapkan pernikahan, tanggal, gedung, semuanya dulu. Trus kalo udah mantep semuanya, baru ngadain tunangan. Tunangannya gak jauh jauh dari acara pernikahan.” Kata kak Ifa yang memiliki ide cemerlang. Membuat Rossa menyetujuinya. Akhirnya benarlah mereka sudah menghubungi WO sudah deal tanggal, tempat, baru mengadakan tunangan. Acara tunangan diadakan dua bulan sebelum acara pernikahan.


Pertunangan berlangsung sederhana. Nicki menggunakan baju batik yang senada dengan rok Rossa. Terlihat senyum sumringah di wajah Nicki. Berbanding terbalik dengan Rossa seperti mengalami de javu.


Rossa ketakutan. Bayangan masalalunya mau tak mau menyeruak. Menimbulkan kesedihan di dadanya. Dua kali bukan rekor yang sederhana menurutnya. Dua kali rumah keluarganya menjadi saksi kebahagiaan dan kegagalannya. Rasanya Rossa benar benar ingin lari dari acara ini. Rossa ingin sembunyi saja.


Pertemuan keluarga, cincin yang disematkan sebagai tanda. Tangan sedingin es milik Rossa membuat Nicki terkejut saat menyematkan cincin. Nicki terus menggenggam tangan Rossa setelah penyematan cincin. “Aku akan tetap menikahimu apapun yang terjadi. Ini akan menjadi cincin terakhir yang kamu pakai seumur hidupmu.” Kata Nicki meremas tangan Rossa. Membuat ketakutan di wajah Rossa mulai mencair.


“Trus kamu mau resign dari pabrik Ros?” Tanya Angga setelah Rossa tunangan.

__ADS_1


“Iya maunya Nicki gitu. Dia tuh gak mau udah nikah masih LDR”


“ahh, gak LDR juga. Cuman Jogja Solo. Dia udah pindah Jogja kan” Rossa mengangguk sambil menyruput es tehnya. Nicki tiga bulan ini sudah pindah Jogja. Perusahaan tempat dia bekerja membuka cabang baru di jogja.


“Iya tapi dia maunya gitu. Masa ia aku gak nurut calon suami”


“Kamu gak kangen aku?”


“Tapi kayaknya aku kangen kamu nanti.” Kata Angga.


Rossa langsung menatap wajah angga ingin segera mengolok olok teman selengekannya itu. Pandangan mereka bertemu. Rossa melihat keseriusan sekaligus kesedihan. Membuat mulutnya terkunci. Hanya senyum yang bisa ia tampilkan. Angga ikut tersenyum. “Aku turut bahagia Ros, aku seneng kamu bahagia dapet Nicki. Aku seneng kamu akan menikah dengan orang yang bener bener sayang sama kamu....... Cuman........ Cuman aku gak tahu sesakit ini tahu kalau aku gak lihat kamu tiap hari lagi.” Kata Angga. Menghembuskan nafas kasarnya dan menyulut rokok lagi. Rossa melihat kejujuran. Jarang sekali Angga megutarakan sesuatu yang jujur dari hatinya. Biasanya hanya candaan candaan bodoh yang ia utarakan. “Bodoh, udah abis jam istirahat kita malah rokokan lagi” kata Rossa menghilangkan kecanggungan antara mereka berdua.

__ADS_1


‘Ros, bisa gak kita pergi bareng. Itung itung buat perpisahan kita’


‘Iya Ngga aku udah siapin makan makan buat perpisahan. Nanti kita pergi rame rame sama anak tart yaa’


‘aku mau berdua Ros. Cuma aku dan kamu’ Rossa diam sejenak memperhatikan layar hpnya. Kencan gitu?? Kencan saat akan menikah? Gila!!. Lama Rossa menimang nimang. Lama tak membalas membuat Angga mengirim pesan lagi.


‘aku mau ngomong serius Ros, Cuma kita berdua.’


Angga memang cowok yang jarang dekat dengan cewek. Bisa di bilang sekarang cewek terdekatnya adalah Rossa. Orangnya yang jarang serius dan suka berkata setajam silet membuatnya susah dekat dengan cewek. Rossa tahan dengan kata kata ajaibnya, membuat mereka dekat saat ini. Apa dia naksir aku gitu?. Batin Rossa penasaran.


Akhirnya mereka berkencan. Rossa meminta izin cuti. Sedang Angga karena satu bagian dengan Rossa tak mungkin dapat izin cuti. Mau tak mau Angga harus dapat izin sakit agar bisa berkencan. Ia rela pura pura sakit sebelum hari h. Bahkan rela menelan obat agar terlihat benar benar sakit. Rossa tertawa geli melihatnya. “Dasar tukang ekting!” bisik Rossa pada Angga. “Kalo gak gini besok gak ada yang percaya aku sakit.” Kata Angga dengan wajah pura pura lemas.

__ADS_1


__ADS_2