
Rossa memutuskan tak memilih keduanya. Persahabatan erat dua cowok itu tak pantas di korbankan hanya untuk cewek patah hati yang menyedihkan. Ia menyampaikan itu pada Satria. “Gak putusin Rahmad aja trus jadian ma aku. Aku tuh kurang apa Ross?”
“Kurang ajar karena nikung pacar temen sendiri”
“Lah yang di tikung mau juga kok. Ya bukan salahku.”
“Iya iya yang salah aku di sini. Makanya aku gak akan milih dari kalian berdua. Gak pantes persahabatan kalian rusak gara gara cewek kaya aku.”
__ADS_1
“Gimana kalau aku sayang kamu beneran? Aku gak main main.” Satria dengan wajah jutek seriusnya. “Ya tapi akunya yang main main sama kalian. Hati ku masih tertinggal di masalalu aku. Masih ikut hancur berantakan di sana” Rossa jujur.
“Seberengsek apa sih mantan tunangan kamu. Rasanya pingin hajar.” Satria masih jutek. “udah Sat aku gak mau bahas. Intinya aku gak ada rasa sama kamu sama Rahmad. Kita berakhir. Aku juga akan mengakhiri ini sama Rahmad. Lanjutin persahabatan kalian.” Rossa berdiri ingin pulang “mau keman? Kamu kesini tak anterin. Mau pulang naik apa?” kata Satria menarik tangan Rossa keluar dari caffe berkonsep wedangan itu. Cafe itu faforit Satria bertemu Rossa karena Rahmat tak mungkin mengunjunginya. Rahmad tak suka makanan di sana.
Rossa dan Satria masuk mobil yang Satria bawa. Yaa Satria selalu bawa mobil untuk berkencan dengan Rossa agar tak ketahuan Rahmad bila bertemu di jalan. Satria masih diam belum menjalankan mobilnya. “Kamu serius gak mau sama aku Ross. Aku tuh pake hati lho hubungan sama kamu.” Satria masih berusaha
“Aku gak pake hati Sat” jawab jujur Rossa. “Kalo gitu kasih aku kesempatan buat dapetin hatimu. Kamu putus dengan Rahmat. Kita jalan berdua. Aku yakin bisa dapetin hati kamu.” Kata Satria sambil terus mendekatkan bibir mengincar bibir Rossa.
__ADS_1
Tiba tiba hp Rossa bedering kencang. Membuat Rossa reflek mendorong Satria. Vidio call dari Rahmat. Rossa yang gugup langsung mengangkatnya. Rahmat terkejut Rossa berada di mobil Satria yang ia kenali. “Kamu di mobil si baja item yang?” tanya Rahmat
“I iii iiiyya kok tahu” Rossa gugup
“Tuh bantal kepalanya aku kenal. Ngapain kamu pergi sama Satria. Katanya tadi tidur capek abis kerja.”
Rossa membuka mulut tapi tak ada yang keluar. Satria menyahut hp Rossa. “Pacarmu tak culik brow. Lagi butuh temen curhat aku.” Jawab Satria santai. “Emang curhat apaan. Biasanya juga lu curhat sama gue” jawab Rahmad. “cewek bro. Aku lagi berusaha dapetin cewek. Tipenya kaya Rossa. Siapa tahu dia bisa bantu. Udah aku mau pulangin cewek lu. Tak tutup yaa.” Satria menutup panggilan v call itu.
__ADS_1
“Ganggu aja tuh monyet.” Kata Satria kesal sambil menyerahkan hp Rossa. Menjalankan mobil keluar caffe “Kamu yang monyet. Dia tuh masih pacar aku. Dia yang pacar aku aja belum pernah nyium aku. Kamu yang Cuma selingkuhan udah nyosor aja” jawab Rossa. “ ya dianya aja yang bodo punya pacar cantik gak cepet cepet di sosor.” Satria melirik Rossa melanjutkan “kamu belum pernah di cium ya Ross? Kok kaku banget?”
Rossa yang mendengar langsung memerah wajahnya. Ia menceritakan kalau Setya, tunangannya dulu hanya pernah mengecup bibirnya. “Bukan ciuman kaya kamu tadi. Pernah suatu hari dia minta wik wik sebagai tanda cinta. Tapi aku marah marah abis itu. Ngambek beberapa hari. Habis itu dia gak minta lagi. Cuman kecup kecup gitu” jelas Rossa jujur. Satria yang mendengarnya langsung tertawa terbahak bahak. “Wah aku dapat ciuman pertama dong. Selama hampir tiga tahun pacaran gak pernah dapet apa apa. Ntah dia sayang banget sama kamu ntah ****** dia Ros.” Kata Satria sambil tertawa. “Pernah sih dia nyium agak lama tapi gak lembut kaya kamu. Malah bibirku di gigit. Sariawan aku habis itu. Trus kalo dia nyium nempel agak lama yaa tak dorong. Takut digigit lagi.” Jelas Rossa. Satria yang mendengarkan sampai tertawa mengeluarkan air mata.