
Nicki harus mulai dari awal. Mencari kerja sana sini. Semenjak lulus kuliah Nicki selalu kerja di luar kota. Awalnnya di pertambangan bertemu dengan Pak Bambang dan Dimas. Beberapa tahun kemudian pindah di toko perkakas di Lombok. Sekarang ia benar benar ingin kerja di dalam kota saja.
Sempat membuka usaha, namun gagal. Membuka usaha tanpa pengalaman apapun membuat Nicki terombang ambing kesana kemari. Tabungan yang ia punya hilang begitu saja.
Tanpa kenal lelah ia mencari kerja. “Kemarin gak ketrima Yang?” Tanya Rossa.
“Gak Yang, entahlah aku gagal di mana”
__ADS_1
“Semangat ya Yang”
“Tentu, buat masa depan kita” kata Nicki sambil tersenyum. “Aku gak nyesel kok harus mulai dari awal soalnya disini bisa ketemu kamu. Aku pasti dapat kerjaan yang bagus. Trus ngumpulin uang lagi buat kita nikah." senyum Nicki membuat senyum pula di bibir Rossa Nicki orang yang amat optimis. Kadang sangking terlalu optimisnya Rossa menganggap ia kurang perhitungan. Namun Rossa tetap mendukungnya. Rossa tahu Nicki bukan tipe cowok yang tak mudah menyerah.
Akhirnya ia dapat kerjaan menjadi seles mobil. Pekerjaan yang cukup besar gajinya jika bisa menjual mobil. Jika bisa. Mobil buka barang murah yang bisa di beli setiap hari. Apalagi Nicki belum punya pengalaman. “Mas bisa lihat brosur mobil?” tanya seorang cewek berkerudung bertubuh tinggi besar. Tinggi badanya hanya terpaut beberapa centi dari Nicki. “Silahkan Mbak ini ada promo dan tipe mobil terbaru......” Kata Nicki khas seorang seles mobil. Menjelaskan satu persatu spek mobil dan harganya termasuk diskon diskon yang ada.
Bona cewek dari kalangan menengah atas. Ayahnya seorang direktur hotel ternama. Sangat ambisius mengejar Nicki, meski tahu Nicki punya pacar. Nicki menanggapi sewajarnya dan menceritakan semua yang Bona lakukan untuk menarik perhatiannya pada Rossa. “Dia tuh maksa aku nganterin dia ke jogja. Kalo gak mau aku mau di jemput di rumah sama orang tuanya. Ya udah tak anteri daripada aku di jemput di rumah. Malu sama tetangga.” Kata Nicki yang hidup di desa. Tetangga saling perhatian satu sama lain. “Cieee yang punya penggemar.” Olok olok Rossa.
__ADS_1
"dia mapan lho yang. Dibandingkan aku yang cuma buruh apalah artinya." kata Rossa.
"Tapi bukan tipeku. Kamulah tipeku yang paling sempurna." Nicki ngegombal. Rossa tersenyum menanggapinya. Ia hanya sebal pada Bona yang seperti tak punya malu mengejar pacar orang. Sedangkan untuk cemburu??? Entahlah, mungkin cinta Rossa pada Nicki belum terlalu banyak hingga ia belum bisa cemburu. Bayangan sang mantan masih juga melekat di hatinya. Sekeras apapun Rossa mencoba menghapusnya.
“Udah biasa yang aku di kejar kejar cewek.” Kata Nicki santai sambil menyeruput kopi panasnya. Mereka sedang berkencan di danau buatan yang Rossa kunjungi bersama Satria dulu. Kabut tipis, riak riak air karena kapal cepat yang mengitari danau menjadi pemandangan mereka kala itu. “Eleh sok laku kamu. Emang kamu ganteng banget gitu. Hahahaha” kata Rossa.
“Ehh ini beneran yaa. Mantan cewek ku aja nih mau nikah sampai izin dulu ke aku. Kalo aku mau balikan ke dia, dia bakal gak lanjutin acaranya” kata Nicki. Sifat sombong di awal kenal muncul lagi. Nicki pun mulai bercerita tentang mantan mantannya.
__ADS_1