
Mereka menuju warung dekat rumah Nicki. Rossa membeli beberapa camilan dan ngobrol dengan pemilik warung seolah mencari alamat. “Ini desa xx rt 5 bu?” Tanya Rossa
“Bukan mbak, ini rt 6. Rt 5 yang di sebelah sana.” Tunjuk ibu warung ke arah selatan.
“Ohh salah yaa tak kira in di sini. Ehh, kalo ini rt 6 berarti ibuk kenal Nicki dong?” Kata Rossa sok akrab.
“Nicki kenal dong itu di situ rumahnya. Tapi orangnya gak ada di rumah mbak. Orangnya kerja luar kota. Dari sekolah sampe sekarang kerja di luar kota terus”
“Ooohh, trus anaknya kalo di kampung baik gak?”
“Biasa aja sih. Dia dulu waktu masih sekolah cenderung pendiem mbak jarang keluar. Lah, mbaknya ini kenal Nicki yaa. Kok gak kerumahnya aja. Malah nanya di sini?”
Sebisa mungkin Rossa tak terlihat panik meski keringat dingin sudah membasahi tangannya.
“Aku teman kuliahnya bu, sebenarnya mau pengajian di rt 5. Teman aku dan Nicki anaknya lahiran buk. Tapi aku belum pernah ke rumahnya. Mau nanya Nicki, keinget nicki sekarang kerja di Magelang kalo gak salah ya bu? Ya udah tanya ibuk aja hehehehe mari buk , saya udah telat acara” Rossa segera naik motor. Angga yang nangkring di atas motor langsung menstater motornya.
__ADS_1
“Mari bukk” Rossa berpamitan.
Angga tertawa terbahak bahak setelah mereka jauh dari warung. “Ekting lu bagus di awal. Tapi di akhir kelihatan banget gelagepan di akhir hahahaha”
“Lu gak bantuin. Nangkring aja di motor”
“Trus harus gimana? Itukan ide lu. Lu aja yang maju dong. Aku cuman nemenin doank. Lagian konyol banget sih pake acara kayak gini. Norak Ross. Ketahuan cowok lu malu sampe tahun depan lu”
“Lagian ngapain pake acara nyelidikin. Nicki aja trima kamu janda tunangan dua kali. Terima kamu kencan dengan banyak cowok. Kamu kenapa gak nerima dia apa adanya Ros?” lanjut Angga.
Rossa diam. Mau seburuk ektingnya kali ini. Yang penting ia tak dapat berita buruk tentang Nicki.
“Lha kamu percaya?” tanya Nicki nyantai
“Enggak sih. Kan kamu bilang kamu masih perjaka.”
__ADS_1
“yaa syukurlah. Lagian tahu dari mana tetangganya mbak Ifa. Aku aja sejak lulus kuliah sampe sekarang jarang di rumah.” Kata Nicki santai.
“Ehh tapi mungkin dia salah satu cewek yang aku sewa Ross. Jadi tahu kalo aku suka nyewa pelac*r Hahahaha” kata Nicki. Sungguh di luar dugaan Rossa. Nicki menanggapi berita dirinya dengan candaan. Sama sekali tak terlihat gurat marah atau panik diwajahnya.
Nicki di besarkan di lingkungan kampung yang saling peduli antar tetangganya. Sangking pedulinya sampai beberapa tetangga terlalu ingin tahu dan bergosip dengan tetangga yang lain. Nicki terbiasa menghadapi gosip, jadi ia santai saja menghadapinya. “toh semua diluar kendali kita. Mana mungkin membungkam mulut orang. Biarkan semaunya yang penting faktanya tak seperti itu.”Nicki menjelaskan semuanya pada Rossa
“Trus gimana kalau tetangga mu tahu aku janda tunangan dua kali Yang? Bisa di gosipin seumur hidup keluargamu”
“Ya sebisa mungkin jangan sampai tahu. Jangankan mereka, orang tuaku aja gak tahu. Hahahaha”
“apa?? Trus gimana kalau mereka sampai tahu. Trus mereka gak setuju” Rossa panik
“Dengar cantikku, aku yang akan hidup dengan kamu. Semua masalalumu seburuk apapun itu simpan untuk dirimu sendiri. Aku gak perduli. Aku mencintaimu sekarang dan selamanya. Toh aku juga bukan orang tanpa dosa kok. Kalau orang tua ku tahu, aku akan pasang badan untukmu. Ini hidupku, aku berhak menentukan dengan siapa aku hidup. Aku yakin mereka akan mengerti, karena mereka orang tua ku. Masalah tetangga usil biarkan saja. Selama masih ada mulut mereka akan terus bergosip.”
Mendapat penjelasan panjang lebar itu membuat Rossa semakin nyaman di samping Nicki. Cowok ini jarang menggombal. Jarang menyatakan cinta, namun ia tunjukkan rasa cintanya dengan perbuatan. Bersama Nicki, Rossa sanggup berdiri dengan kakinya sendiri dan menjadi dirinya sendiri.
__ADS_1
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Saat menulis bab ini, terutama di bagian akhir butuh waktu lama. Nicki dalam dunia nyata membuat author tak mood menulis. Saat author menulis tentang dirinya yang baik baik Si Nicki dalam dunia nyata kentut sambil garuk2 pantat. Tak jauh dari tempatku menulis. Sungguh membuat bad mood😥😥😥