Half Bad Girl

Half Bad Girl
satria 3


__ADS_3

Satria masih mengejar Rossa. Mereka masih kadang pergi bersama walau hanya untuk makan. Satria akhirnya meminta kejelasan pada Rossa. Ia tak mau di anggap teman terus. Ia juga tak ingin Rossa terus terusan berkencan dengan cowok lain. “Lha trus aku gimana dong Ros, aku udah nunggu kamu tiga bulan setelah putus dari Rahmad. Aku gak bisa kamu giniin terus. Aku diem nunggu cinta kamu, kamu malah kencan dengan semua cowok yang deket sama kamu. Adil kayak gini?”


“Lah, aku gak minta kamu diem nunggu aku Sat, kita cuma temen kamu boleh cari cewek kok”


“Jadi beneran kamu anggap aku temen? Beneran kamu gak ada rasa sama aku?”


“Iya, aku gak mau terikat hubungan sebelum hati ku benar benar pulih”


“Aku bisa pulihin Ross......”

__ADS_1


“Udah malem Sat, aku pulang dulu yaa” Rossa bangkit dari kursi berjalan menuju motornya di parkiran.


Satria mengejar. Menarik tangan Rossa menuju mobilnya. Memaksa Rossa masuk mobil. “Aku belum selsai ngomong...”


“Aku gak mau terikat sebuah hubungan. Gak mau terikat. Ingat itu. Aku capek di atur atur sama pacar. Kenapa harus terikat jika bebas saja aku bisa mengenal banyak cowok dan mencari yang terbaik.........” Rossa tak sempat meneruskan bibir Satria membungkam bibirnya yang terus bicara. Rossa kaget. Tangannya mendorong tubuh Satria menjauh tapi tenaganya kalah kuat. Satria mengungkungnya semakin erat. Ciuman itu lama. Lambat dan memanas. Rossa secara naluri membalas ciuman Satria. Satria mengeratkan pelukannya membuat tubuh mereka berhimpit satu sama lain. Seakan Rossa dapat merasakan degup jantung pria yang menghimpit tubuh mungilnya itu. Satria melepaskan ciumannya. Tersenyum melihat Rossa ngos ngosan kehabisan nafas. “Mau lagi?” tanya Satria belum melepaskan himpitannya. “Emmm.......” belum sempat Rossa buka suara mulutnya kembali di jajah. Rossa seperti kehilangan akalnya. Ia mengikuti ciuman panas itu.


“Melupakan cinta itu dengan cinta yang baru Ross. Aku juga gak akan segila mantanmu kok”


“Gakk aku dah coba sama Rahmad. Aku dah coba cinta baru. Hasilnya apa??” Rossa mantan pendebat di sakolahnya dulu mengeluarkan jurusnya.

__ADS_1


Perdebatan itu berakhir kemenangan di tangan Rossa. “Ya udah tapi kamu bekas aku.” Satria kesal. “Bekas? Mana? Ciuman kamu? Ciuman kamu gak kelihatan bekasnya tuh. Mana bibir aku masih utuh.”


“Tapi mbekas di hati kamu!!”


“Iya, tapi gak kelihatan. Udah bodoamat aku mau pulang” Rossa keluar dari mobil Satria. Tak ingin wajahnya yang memerah terlihat Satria.


Satria tersenyum matanya mengikuti cewek aneh yang membuatya terpesona. Ia tahu cewek itu pergi karena tersipu. Dasar cewek unik yang menggoda. Batin Satria.


Rossa menepuk jidatnya sendiri. Dasar bodoh, mau maunya di ciumin terus. Ahh tapi susah menolak ciumannya. Panas, menggoda..... Ahhh tetep aja bodoh. Rossa berdebat dengan pikirannya sendiri. Senyum terlihat di bibirnya mengingat ciuman tadi. Terbersit wajah Setya. Hahhh entah kenapa cowok itu masih membayang. Semakin Rossa berusaha semakin susah melupakan

__ADS_1


__ADS_2