
Nicki sama sekali bukan tipe cowok posesif. Ia membebaskan Rossa dengan dunianya. Cowok itu tak marah ketika Rossa tak membalas chatnya karena berjam jam asik membaca novel. Atau saat Rossa pergi bersama teman pabriknya sekedar untuk nongkrong bersama. Padahal Nicki tahu teman teman Rossa di pabrik banyak cowoknya.
Bersama Nicki Rossa bisa menjadi diri sendiri. Tak terjerat aturan apapun. Selalu mendapat dukungan jika itu hal baik. Dan saat Rossa terjatuh, Nickilah orang pertama yang datang. Memeluk dan menenangkan. Jika Rossa salah, Nicki memberitahu salahnya. Memberitahu bukan menggurui.
Dicintai secara dewasa. Diperlakukan baik. Diberi kepercayaan dan dukungan penuh perlahan menyembuhkan luka Rossa karena cinta masa lalunya. Meski hatinya belum bisa mencintai Nicki sepenuhnya. Sebanyak Rossa mencintai Setya dulu.
Jangan harapkan baju atau sweeter couple pada Nicki. Ia tak akan pernah memakai benda benda couple bersama Rossa. Jangan harapkan antar jemput saat kerja. Nicki tak kan mau melakukan itu. Namun jika motor Rossa macet di jalan jam berapapun itu, baru Nicki datang memperbaiki. Jangan harapkan status facebook Rossa di komen Nicki dan mereka sayang sayangan di kolom komentar. Status Rossa dibaca Nicki pun itu sudah keajaiban.
Jangan harapkan mendapat bekas hasil hisapan di leher saat Nicki mencumbu Rossa. Nicki tak akan pernah melakukannya. Walaupun ciumannya lebih sepuluh kali sejam. Mereka bercumbu di tempat karaoke. Nicki hanya memberikan sedikit waktu ketika Rossa sudah benar benar kehabisan nafas. “ini tangan kok tiba tiba disini.” Rossa sedikit kaget melihat tangan Nicki yang berada di dadanya saat mereka lepas berciuman panas. "lah, memang gak terasa dari tadi. Kan emang di sini dari awal kita ciuman tadi” kata Nicki belum melepaskan dada Rossa, justru semakin erat menggenggamnya.
__ADS_1
“Yaa udah lepasin” kata Rossa menampik tangan Nicki.
"Kok aku gak terasa yaa. Rasanya enak aja gitu” sambung Rossa. Nicki tertawa mendengar itu.
“Pulang yuk, masa ia aku ngajak kondangan dari jam sepuluh pagi sampe jam empat sore belum balik” kata Nicki sambil melihat jam tangannya.
“Yang yang tadi itu beneran mantan kamu?” tanya Rossa di perjalanan pulang. Mereka habis dari kondangan temen Nicki yang juga teman Iza. Disana Rossa berkenalan dengan Iza. Yang ternyata cewek berhijab berperawakan tinggi langsing, dengan hidung mancung yang dominan diwajah. “Kalo di lihat kayak cewek alim gitu. Mau dia pacaran sama kamu?” Rossa ragu
“Maulah. Kita pacaran cukup lama tau!!”
__ADS_1
“Kamu cium ciumin kaya tadi juga?” kata Rossa dengan nada tinggi tak percaya
“Enggak hehehe jangankan ciuman. Gandengan tangan aja waktu kita udah pacaran setahun lebih. Hahahaha”
“Lahhh kok sama aku baru sebulan udah minta cium?”
“Habis kamu menggoda sayang” kata Nicki kemudian asik melahap mulut Rossa lagi. Menyusuri rongga mulutnya dengan lembut. Rossa membalas hisapan Nicki. mereka saling hisap. Saling menyesap manisnya bibir pasangannya. Rossa terbuai dengan permainan lidah Nicki. Mendapati tangan Nicki kembali menelusup di dadanya saat ciuman usai. Lagi lagi Rossa tak menyadarinya.
Rossa memutar bola matanya. Tak pernah terbayangkan harus berhubungan dengan bad boy yang seperti ini. Jam terbang berciuman Rossa kalah jauh dengan Nicki. Ciuman Nicki benar benar memabukkan. Membuatnya kehilangan kontrol akan dirinya sendiri. Sepertinya ia harus waspada dengan bad boy yang satu ini.
__ADS_1