Hallo Dad

Hallo Dad
Bab 13 Kenzo


__ADS_3

Setelah kepergian Malviano meninggalkan


Kenzo dan Elena berdua diruang tamu yang berada dirumah Malviano. Baik Elena


maupun Kenzo tiba-tiba terdiam tak tahu harus memulai pembicaraan dari mana. Hingga


sekian detik berubah menjadi beberapa menit yang panjang akhirnya Kenzolah yang


memutuskan untuk mengakhiri kesunyian.


“Senang


akhirnya bisa berbicara secara langsung seperti ini.”


“Maaf?”


ucap Elena yang kaget akan apa yang diucapkan oleh Kenzo seolah-olah mereka


memang sudah kenal lama.


“Aku


sudah mengetahui asal usulmu dan apa yang sudah kalian jalani selama lima tahun


ini” Ucap Kenzo.


“Bagaimana?”


ucap Elena yang tak mengerti bahkan tak pernah merasa ada yang memperhatikan


apappun yang dilakukannya, karena seingat Elena taka da satu orangpu disekitarnya


yang berhubungan dengan masa lalunya, orang –orang yang kini berinteraksi dengannya


dan juga Rendra mereka bahkan tak ada yang mengetahui masa lalunya.


“Memang


menemukan kebenaran dan juga keberadaan kau bahkan Rendra yang sebenarnya tak


harus ada karena kalian hanya melakukan hal itu hanya satu kali.” Ucap Kenzo yang


tertawa lucu tapi ketika melihat Elena yang tiba-tiba tersipu ia pun langsung


berdeham dan melanjutkan perkataannya. “Bahkan dengan campur tangan Harsha yang


begitu membuat pekerjaan itu jauh lebih sulit dengan kasus apapun yang pernah


ku tangani, aku berhasil menemukan kalian bahkan menyembunyikan kalian sampai


waktu yang tepat.”


“Sebentar


apa bermaksud sebenarnya kaulah yang menyembunyikan kami?”


“Benar.”


“Mengapa?


Bagaimana? “


“Kau


tak berpikir kau telah berhasil untuk menjauh membawa darah daging Malviano


tanpa diketahuikan?” ucap Kenzo.


“Tentu


saja selama Lima tahun aku berhasil menyembunyikan keberadaan kami jika saja


Rendra tak cukup pintar untuk menemukan ayah yang dirindukannya.”


“Ya


aku akui keponakanku memang pintar, tapi tahukah kau bahkan anak sepintar


apapun tak mungkinkan tiba-tiba mengusik kehidupan pria asing karena ia mereka


wajah mereka yang terlihat sama?” ucap Kenzo sambil mengedipkan sebelah


matanya.


Perkataan


Kenzo sedikit demi sedikit mulai membuat Elena mengerti, sepertinya memang ada


campur tangan orang lain mengapa Rendra sampai berbuat sesuatu hal yang tak


mungkin dilakukan oleh anak seusia itu hanya dari sebuah gambar yang tanpa


sengaja dilihatnya.


“Jadi


kau yang mempengaruhi Rendra hingga ia berbuat hal yang nekat?”


“Tentu


saja, tapi aku bisa katakan dengan jujur ini adalah pertemuan pertama kita dan


juga aku berumpah aku tak pernah sekalipun bertemu dengan keponakanku itu.”


Entahlah

__ADS_1


Elena mungkin akan susah mendengar kejujuran dari pria didepannya kini, karena


Elena sangat terkejut mendengar kenyataan apa saja yangtelah diketahui bahkan


yang secara langsung diperbuat oleh pria didepannya kini. Dan harus selalu


Elena ingat adalah jangan pernah melepaskan kewaspadaan pada pria didepannya kini.


“Untuk


hal itu akan kujelaskan nanti.” Ucap Kenzo yang sepertinya ingin segera menganti


topik baru.


Kenzo pun langsung menceritakan


pada Elena masa lalu Malviano yang secara sadar masuk dalam perangkap Hasha


yang memberinya obat perangsang.


“Jadi


maksudmu kejadian itu bukan tanpa disengaja?”


“Tentu


saja, jika tak ada sesuatu yang membuat seseorang menyerang orang asing tanpa


rasa apapun maka aku akan jadi orang terdepan yang akan menuntutnya kalau perlu


membuatnya mendekam didalam sel tahanan selamanya.” Ucap Kenzo berapi-api.


“Kupikir….”


Ucap Elena yang tak bisa berkata apapun saat ini.


“Kau


tenang saja Malviano bukalah seseorang yang seenaknya berbuat hal-hal seperti itu,


kami sudah saling berjanji bahakan kami berjanji kembali dihadapan ibuku bahwa


kami hanya akan melakukan hal itu pada istri kami kelak.” Ucap Kenzo penuh


keyakinan.


“Mengapa


wanita itu tega melakukan pada wanita asing?”


“Harsha


tidak melakukan hal itu pada wanita asing.”jelas Kenzo yang kini malah tertawa.


“Maaf.”


“Aku


“Ia


bermaksud membuat Malviano bermalam bersamanya dan langsung akan meminta Malviano


untuk bertanggung jawab dipagi harinya.” Ucap Kenzo menjeda penjelasannya untuk


mengetahui respon Elena. “Akan tetapi karena keberuntungan yang dimiliki


sahabatku, hal itu tidak terjadi karena anak buah dari Harsha salah memasukan


pria itu kedalam ruangan yang malah didalamnya terdapat kau Elena.”


“Ya


ampun lalu?”


“Ini


juga salah mu.”


“Aku..


“ ucap Elena yang tiba-tiba gugup mendengar perkataan Kenzo yang kini sepertinya


akan mulai menyerangnya.


“Kau


seharusnya masih tidur nyenyak setelah semalam kalian kelelahan, dengan begitu


Harsha tak mungkin berpura-pura mengakui pada wanita yang sudah ditiduri Malviano


adalah dirinya.” Jelas Kenzo.


Perkataan


Kenzo seketika membuat Elena lega, jadi pria ini bukan menyalahkannya karena


telah berada pada posisi yang mungkin akan mengikat Malviano selamanya.


Melainkan


perkataan Kenzo lebih pada sebuah ucapan kelegaan dan tidakan yang diambilnya


pada keesokkan harinya yang tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Tapi dari


sisi Elena hal itu memang hal terbaik yang harus dilakukannya saat itu, Elena

__ADS_1


tak akan menyesali hari itu bahkan jika waktu harus diputar ulang.


“Jadi


kau sudah mengetahui semuanya?” ucap Malviano yang tak Elena ketahui sudah


berada ditempat ia berdiri saat ini dan sejauh apa ia mendengarkan pembicaraannya


dengan Kenzo.


“Tentu


saja, Kau satu langkah dibelakangku seperti biasa.” Ucap KEnzo yang entah


mengapa mengingatkan pertemuan pertamanya dengan Malviano.


Menurut


Elena kini suasananya persis seperti perdebatan yang terjadi antara Malviano


dan Liam. Apakah mungkin jika sebenarnya Malviano memang mempunyai hobi yang unik,


hobi yang membuat orang terdekatnya membuatnya merasakan kekalahan atas apa


yang mereka raih.


“Haruskah


sekarang kau bahas tentang hal itu.” Ucap Malviano setelah ia menghela nafas


beratnya.


“Aku


lebih suka kau membelikanku sebuah mobil baru atau kau memberikanku sicantik.” Ucap


Kenzo riang sepertinya ia membayangkan memiliki sesuatu yang ia minta dari Malviano


hingga membuatnya tersenyum girang.


“Mobil baru?” ucap Malviano yang


sepertinya keheranan dengan keinginanan sahabatnya


“Sport


dan harus berwarna putih.” Perkataan Kenzo langsung menyebutkan apa yang ia inginkan


saat itu.


“Haruskah


putih?” ucap Malviano keberataan dengan warna yang dipilih sahabatnya.


“Tentu


jika tidak aku mau sicantik.”


Elena


hanya bisa terdiam mendengar tawar menawar sesuatu yang menurutnya barang mewah


ataupun mungkin juga seorang wanita ketika ia mendengar Kenzo mengatakan sicantik.


Mungkin kah ada seorang wanita yang diinginkan Kenzo tapi harus persetujuan


Malviano hingga ia meminta langsung padanya.


“Minggu


depan siputih akan berada digarasimu.”


Mendengar


keputusan yang diambil Malviano yang memilih memberikan siputih yang sebelumnya


Elena ketahui adalah mobil sport berwarna putih, membuat Elena langsung


berasumsi sepertinya Malviano tidak akan pernah memberikan sicantik yang mungkin


adalah calon masa depannya.


“Haha…


kau seharunya mengatakan lebih awal.”


“Aku


tak tahu harus membayar mahal hanya karena aku salah langkah?”


“Itu hadiah


bukan karena kebodohanmu tenang saja.”


“Lalu?”


“Itu


bayaran sebagai tanda terimakasih karena telah merawat keluarga barumu.” Ucap Kenzo


enteng


“Keluarga?”


“Tentu

__ADS_1


Kau, Elena dan juga Rendra tentu saja.” Ucap Kenzo singkat


__ADS_2