
Setelah kepergian Malviano meninggalkan
Kenzo dan Elena berdua diruang tamu yang berada dirumah Malviano. Baik Elena
maupun Kenzo tiba-tiba terdiam tak tahu harus memulai pembicaraan dari mana. Hingga
sekian detik berubah menjadi beberapa menit yang panjang akhirnya Kenzolah yang
memutuskan untuk mengakhiri kesunyian.
“Senang
akhirnya bisa berbicara secara langsung seperti ini.”
“Maaf?”
ucap Elena yang kaget akan apa yang diucapkan oleh Kenzo seolah-olah mereka
memang sudah kenal lama.
“Aku
sudah mengetahui asal usulmu dan apa yang sudah kalian jalani selama lima tahun
ini” Ucap Kenzo.
“Bagaimana?”
ucap Elena yang tak mengerti bahkan tak pernah merasa ada yang memperhatikan
apappun yang dilakukannya, karena seingat Elena taka da satu orangpu disekitarnya
yang berhubungan dengan masa lalunya, orang –orang yang kini berinteraksi dengannya
dan juga Rendra mereka bahkan tak ada yang mengetahui masa lalunya.
“Memang
menemukan kebenaran dan juga keberadaan kau bahkan Rendra yang sebenarnya tak
harus ada karena kalian hanya melakukan hal itu hanya satu kali.” Ucap Kenzo yang
tertawa lucu tapi ketika melihat Elena yang tiba-tiba tersipu ia pun langsung
berdeham dan melanjutkan perkataannya. “Bahkan dengan campur tangan Harsha yang
begitu membuat pekerjaan itu jauh lebih sulit dengan kasus apapun yang pernah
ku tangani, aku berhasil menemukan kalian bahkan menyembunyikan kalian sampai
waktu yang tepat.”
“Sebentar
apa bermaksud sebenarnya kaulah yang menyembunyikan kami?”
“Benar.”
“Mengapa?
Bagaimana? “
“Kau
tak berpikir kau telah berhasil untuk menjauh membawa darah daging Malviano
tanpa diketahuikan?” ucap Kenzo.
“Tentu
saja selama Lima tahun aku berhasil menyembunyikan keberadaan kami jika saja
Rendra tak cukup pintar untuk menemukan ayah yang dirindukannya.”
“Ya
aku akui keponakanku memang pintar, tapi tahukah kau bahkan anak sepintar
apapun tak mungkinkan tiba-tiba mengusik kehidupan pria asing karena ia mereka
wajah mereka yang terlihat sama?” ucap Kenzo sambil mengedipkan sebelah
matanya.
Perkataan
Kenzo sedikit demi sedikit mulai membuat Elena mengerti, sepertinya memang ada
campur tangan orang lain mengapa Rendra sampai berbuat sesuatu hal yang tak
mungkin dilakukan oleh anak seusia itu hanya dari sebuah gambar yang tanpa
sengaja dilihatnya.
“Jadi
kau yang mempengaruhi Rendra hingga ia berbuat hal yang nekat?”
“Tentu
saja, tapi aku bisa katakan dengan jujur ini adalah pertemuan pertama kita dan
juga aku berumpah aku tak pernah sekalipun bertemu dengan keponakanku itu.”
Entahlah
__ADS_1
Elena mungkin akan susah mendengar kejujuran dari pria didepannya kini, karena
Elena sangat terkejut mendengar kenyataan apa saja yangtelah diketahui bahkan
yang secara langsung diperbuat oleh pria didepannya kini. Dan harus selalu
Elena ingat adalah jangan pernah melepaskan kewaspadaan pada pria didepannya kini.
“Untuk
hal itu akan kujelaskan nanti.” Ucap Kenzo yang sepertinya ingin segera menganti
topik baru.
Kenzo pun langsung menceritakan
pada Elena masa lalu Malviano yang secara sadar masuk dalam perangkap Hasha
yang memberinya obat perangsang.
“Jadi
maksudmu kejadian itu bukan tanpa disengaja?”
“Tentu
saja, jika tak ada sesuatu yang membuat seseorang menyerang orang asing tanpa
rasa apapun maka aku akan jadi orang terdepan yang akan menuntutnya kalau perlu
membuatnya mendekam didalam sel tahanan selamanya.” Ucap Kenzo berapi-api.
“Kupikir….”
Ucap Elena yang tak bisa berkata apapun saat ini.
“Kau
tenang saja Malviano bukalah seseorang yang seenaknya berbuat hal-hal seperti itu,
kami sudah saling berjanji bahakan kami berjanji kembali dihadapan ibuku bahwa
kami hanya akan melakukan hal itu pada istri kami kelak.” Ucap Kenzo penuh
keyakinan.
“Mengapa
wanita itu tega melakukan pada wanita asing?”
“Harsha
tidak melakukan hal itu pada wanita asing.”jelas Kenzo yang kini malah tertawa.
“Maaf.”
“Aku
“Ia
bermaksud membuat Malviano bermalam bersamanya dan langsung akan meminta Malviano
untuk bertanggung jawab dipagi harinya.” Ucap Kenzo menjeda penjelasannya untuk
mengetahui respon Elena. “Akan tetapi karena keberuntungan yang dimiliki
sahabatku, hal itu tidak terjadi karena anak buah dari Harsha salah memasukan
pria itu kedalam ruangan yang malah didalamnya terdapat kau Elena.”
“Ya
ampun lalu?”
“Ini
juga salah mu.”
“Aku..
“ ucap Elena yang tiba-tiba gugup mendengar perkataan Kenzo yang kini sepertinya
akan mulai menyerangnya.
“Kau
seharusnya masih tidur nyenyak setelah semalam kalian kelelahan, dengan begitu
Harsha tak mungkin berpura-pura mengakui pada wanita yang sudah ditiduri Malviano
adalah dirinya.” Jelas Kenzo.
Perkataan
Kenzo seketika membuat Elena lega, jadi pria ini bukan menyalahkannya karena
telah berada pada posisi yang mungkin akan mengikat Malviano selamanya.
Melainkan
perkataan Kenzo lebih pada sebuah ucapan kelegaan dan tidakan yang diambilnya
pada keesokkan harinya yang tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Tapi dari
sisi Elena hal itu memang hal terbaik yang harus dilakukannya saat itu, Elena
__ADS_1
tak akan menyesali hari itu bahkan jika waktu harus diputar ulang.
“Jadi
kau sudah mengetahui semuanya?” ucap Malviano yang tak Elena ketahui sudah
berada ditempat ia berdiri saat ini dan sejauh apa ia mendengarkan pembicaraannya
dengan Kenzo.
“Tentu
saja, Kau satu langkah dibelakangku seperti biasa.” Ucap KEnzo yang entah
mengapa mengingatkan pertemuan pertamanya dengan Malviano.
Menurut
Elena kini suasananya persis seperti perdebatan yang terjadi antara Malviano
dan Liam. Apakah mungkin jika sebenarnya Malviano memang mempunyai hobi yang unik,
hobi yang membuat orang terdekatnya membuatnya merasakan kekalahan atas apa
yang mereka raih.
“Haruskah
sekarang kau bahas tentang hal itu.” Ucap Malviano setelah ia menghela nafas
beratnya.
“Aku
lebih suka kau membelikanku sebuah mobil baru atau kau memberikanku sicantik.” Ucap
Kenzo riang sepertinya ia membayangkan memiliki sesuatu yang ia minta dari Malviano
hingga membuatnya tersenyum girang.
“Mobil baru?” ucap Malviano yang
sepertinya keheranan dengan keinginanan sahabatnya
“Sport
dan harus berwarna putih.” Perkataan Kenzo langsung menyebutkan apa yang ia inginkan
saat itu.
“Haruskah
putih?” ucap Malviano keberataan dengan warna yang dipilih sahabatnya.
“Tentu
jika tidak aku mau sicantik.”
Elena
hanya bisa terdiam mendengar tawar menawar sesuatu yang menurutnya barang mewah
ataupun mungkin juga seorang wanita ketika ia mendengar Kenzo mengatakan sicantik.
Mungkin kah ada seorang wanita yang diinginkan Kenzo tapi harus persetujuan
Malviano hingga ia meminta langsung padanya.
“Minggu
depan siputih akan berada digarasimu.”
Mendengar
keputusan yang diambil Malviano yang memilih memberikan siputih yang sebelumnya
Elena ketahui adalah mobil sport berwarna putih, membuat Elena langsung
berasumsi sepertinya Malviano tidak akan pernah memberikan sicantik yang mungkin
adalah calon masa depannya.
“Haha…
kau seharunya mengatakan lebih awal.”
“Aku
tak tahu harus membayar mahal hanya karena aku salah langkah?”
“Itu hadiah
bukan karena kebodohanmu tenang saja.”
“Lalu?”
“Itu
bayaran sebagai tanda terimakasih karena telah merawat keluarga barumu.” Ucap Kenzo
enteng
“Keluarga?”
“Tentu
__ADS_1
Kau, Elena dan juga Rendra tentu saja.” Ucap Kenzo singkat