Hallo Dad

Hallo Dad
Bab 23


__ADS_3

Sudah seminggu sejak kedatangan Hanz dan Robert kerumah Elena, hampir tiap hari mereka selalu datang untuk berdiskusi bersama Rendra dan berakhir mereka akan menghabiskan waktu untuk makan malam bersama seperti saat ini.


“Maaf selalu menyusahkanmu.” Ucap Robert mewakili Bosnya yang sedang asik menguyah makanan yang telah disiapkan oleh Elena,


Berbeda dengan Hanz yang berpura-pura tuli dengan apa yang dibicarakan oleh Robert pada Elena yang seharusnya membuat pria itu cukup tau diri, bahwa mereka berdua terlalu sering menumpang makan pada seseorang yang baru saja mereka kenal.


“Kau juga makan yang banyak, kini aku selalu membuat makanan dengan porsi yang lebih.” Balas Elena.


“Om masakan Mom Rendra sangat enak kan?” Bisik Rendra pada Hanz tetapi dengan suara yang tak cukup kecil untuk bisa disebut bisikan.


“Tentu, Robert saja sampai rela tak makan sebelum datang kemari hanya untuk menyisahkan ruang pada perutnya agar dapat memakan masakan seenak buatan Ibumu.” Balas Hanz yang sepertinya sengaja berkata seolah-olah hanya ada ia dan Rendra yang berada dimeja makan ini.


“Bos kau mengkambing hitamkanku.” Protes Robert.


Perkataan Robert tentang pribahasa dari negara Elena, yang membuatnya kini mempertanyakan sebenarnya Kewarganegaraan manakah ia berasal. Apakah mungkin hanya perawakkan Robert saja yang seratus persen warga negara asing?.


“Sudah kau makan yang banyak, bukankah tadi Elena bahkan menawarimu.” Ucap Hanz tanpa rasa berdosa.


“Ya makan yang banyak, untuk kalian semua.” Ucap Elena harus rela untuk tak menunjukkan bahwa ia keberatan dengan bertambahnya masakan yang harus dibuatnya mengingat sepertinya Hanz dan Robert akan begitu menikmati masakannya.


Sebenarnya masakan yang Elena buat begitu sederhana dibandingkan dengan makanan yang disebutkan Robert ketika menggunjing Bosnya yang makan begitu lahapnya.


Bahkan Elena terkadang sengaja memasukkan banyak-banyak wortel dalam masakannya, tapi hal itu tak membuat Hanz berhenti untuk memakan apa yang ia sajikan untuknya.


Robert bahkan memprotes Bosnya itu karena dahulu sering dibuat strees hanya untuk memesankan makanan untuknya. Jika saja Robert bertemu dengan Elena lebih cepat pasti ia akan bahagia lebih cepat lagi.


Hanz jika sudah kelaparan persis seperti wanita yang sedang datang bulan. Jika dituruti salah tak dituri malah tambah salah, inginnya Robert tiba-tiba gila agar tak dipenjarakan karena telah membunuh atasannya sendiri adunya pada Elena.


Sepertinya Robert tak begitu memperpedulikan tatapan tajam Hanz yang tertuju padanya. Membuat Elena berpendapat bahwa hubungan Robert dan Hanz lebih dari Bos dan bawahannya.


“Mom mau kemana?” Ucap Rendra.

__ADS_1


“Sayang Mom kebelakang sebentar ya.” Ucap Elena pada Rendra setelah melihat layar telepon genggamnya menujukkan bahwa Kenzo menghubunginya.


“Tapi Mom belum makan.” Protes Rendra.


“Mom sudah icip-icip waktu memasak tadi.” Jelas Elena. “Kalian makan duluan ya.” Tambah Elena yang berhasil meloloskan diri.


Dengan perasaan yang tak menentu, Elena berjalan ketempat yang tersembunyi dari pendengaran Rendra. Biasanya Kenzo akan mengirim pesan terlebih dahulu sebelum menghubunginya.


Perasaan Elena kini dilanda gundah, setelah memastikan ia berada ditempat yang tak terdengar oleh siapapun akhirnya Elena menjawab panggilan telepon dari Kenzo.


“Hallo.”


“Elena?”


“Ya ini aku” ucap Elena yang entah perasaan Elena yang sedang sensitif, atau memang suara Kenzo terdengar begitu tegang ketika berbicara saat ini.


“Kau sedang sendirian?” Ucap Kenzo yang masih sempat memastikan bahwa ia cukup aman untuk membicarakan hal penting saat ini.


“Rendra sedang bersama dengan Hanz.” Jelas Elena.


“Jika kau punya cukup waktu aku akan membicarakan hal ini.” Jawab Elena yang kini memastikan tujuan Kenzo meneleponnya apakah penting atau tidak.


“Maaf sepertinya hal itu lain kali.” Balas Kenzo


Mendengar hal itu Elena tiba-tiba menganggukkan kepala menyetujui ide awalnya, bahwa Kenzo meneleponnya karena hal yang penting harus ia sampaikan saat ini juga.


“Jadi ada apa?” Tanya Elena menyadari Kenzo tak mungkin melihatnya menganggukkan kepala.


“Malviano kini sudah tahu kalian berada dinegara apa.” Jelasnya.


Mendengar itu membuat perasaan Elena senang dan takut secara bersamaan. Senang karena Malviano tidak main-main dalam mencari keberadaan mereka.

__ADS_1


Takut karena ia masih belum bisa membuat Rendra memaafkan kesalahan ayahnya itu. Jika Malviano menemukan mereka saat ini entah apa yang mungkin Rendra lakukan nantinya.


“Darimana...” Elena mencoba bertanya tapi langsung dipotong oleh Kenzo yang langsung menutup sambungan telepon mereka.


Apa yang terjadi? Elena hanya terdiam menatap telepon genggamnya yang kini sudah hitam menunjukkan bahwa sudah berakhir panggilan telepon mereka.


Elena yakin Kenzo tak akan menjawab pangilan telepon jika Elena yang balik menghubungi teman dari suaminya tersebut. Sudah menjadi keharusan yang mereka sepakati bahwa hanya Kenzolah yang akan menghubungi Elena terlebih dahulu.


Tapi jika Elena benar-benar membutuhkan bantuan langsung darinya maka Sofialah yang akan menjadi perantara komunikasi antara mereka. Menurut Kenzo tak akan berakhir baik jika Elena langsung menghubunginya secara langsung.


“Mom...” tiba-tiba Rendra mendekat.


“Kau sudah selesai makan?”tanya Elena mencoba mengalihkan rasa kagetnya karena pikirannya yang begitu sibuk, hingga tak menyadari sejak kapan Rendra sudah berada dibelakangnya.


“Om Hanz dan Om Robert mau pamit pergi.” Jawab Rendra riang, sepertinya tak terusik kegugupan Elena.


“Bukankah kemarin Rendra bilang Om Hanz akan menginap mulai hari ini?” Tanya Elena yang mengingat Rendra meminta ijin padanya.


Kemarin ia meminta ijin agar Hanz dapat menginap untuk satu minggu kedepan dikarenakan hotel yang menjadi tempat mereka menginap cukup jauh dari kediaman Elena dan Rendra.


Robert mengatakan bukan hal yang sulit untuk membeli rumah yang dekat dengan kediaman Rendra dan Elena sekarang. Akan tetapi Robert diharuskan untuk mengurus hal penting diperusahaan terlebih dahulu.


Sedangkan Hanz yang seharusnya pergi untuk mengurus perusahaannya malah tak ingin pergi sebelum selesai dengan projek yang sedang dikerjakan bersama Rendra terlebih dahulu.


Maka dari itu Robert memohon pada Elena agar membiarkan Hanz menginap untuk satu minggu kedepan agar urusan pekerjaan bisa selesai dengan cepat, dan Hanz akan melakukan tugasnya sebagai bos besar.


“Mereka hanya melupakan barang yang seharusnya dibawa-bawa selalu oleh Om Hanz, jadi mereka harus pergi terlebih dahulu.”


Jelas Rendra.


“Haruskah Mom kedepan?” Tanya Elena yang keheranan, mengapa ia harus mengantarkan seseorang yang hanya akan pergi sebentar.

__ADS_1


“Om Robert hanya ingin berbicara dengan Mom sebentar katanya.” Ucap Rendra yang kembali menjelaskan sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Robert padanya.


“Baiklah ayo.” Ucap Elena yang menyerah pada rasa malasnya untuk bertemu dengan orang-orang yang tiba-tiba masuk dalam kehidupannya bersama Rendra.


__ADS_2