
“Elena.” Ucap Malviano yang
ternyata kini sedang berdiri tak jauh dari mereka.
Mendengar namanya disebut Elena
langsung melepaskan kedua tangan Hanz yang masih berada dibahunya, sementara
Hanz tersenyum seperti sedang mengajak perang pada pria yang kini terlihat
menggepalkan tangganya. Melihat itu Elena langsung mendekati suaminya itu.
“Rendra sudah tidur?.” Tanya Elena
yang kini sudah berada didepan malviano menanyakan seolah-olah ia tadi tak mengintip
keadaan mereka dikamar Rendra.
“Ya ia sudah tertidur nyenyak ketika
aku meninggalkannya.” Balas Malviano dengan suara yang lembut berbeda dengan
kedua matanya yang menatap Hanz dengan tajam.
“Sebaiknya aku juga tidur,
selamat tidur Elena.” Ucap Hanz yang kini berjalan menempati kamarnya meninggalkan
Elena dan Malviano dengan keadaan yang sangat canggung.
Kini baik Elena dan Malviano tak
ada satupun yang berbicara, mereka hanya diam melihat langit malam yang kini
telah dihiasi oleh banyaknya bintang dilangit malam. Jika saja keadaan mereka tidak
seperti sekarang mungkin malam ini akan menjadi malam yang romantis karena mendapatkan
momen yang seperti sekarang.
“Langit itu indah ya.” Ucap Elena
berbasa-basi untuk mencairkan suasana.
“Sebenarnya aku tak terlalu suka
bulan dan bintang, mereka hanya mengganggu waktu kerjaku karena semua karyawan
sudah terlalu lelah membuka mata mereka ketika bekerja.” Jawaban yang dikeluarkan
oleh Manusia begitu luar biasa ditelinga Elena.
Jika Elena bekerja pada Malviano
lalu pria itu mengatakan hal seperti ini, ia bisa pastikan bahwa pria itu akan
langsung mendapatkan obat tidur didalam minumannya. Elena akan membuat bosnya tidur
agar tak membuatnya bekerja dua puluh jam penuh, gila apakah Malviano seorang
manusia?.
“Jika kau ingin bergadang,
kerjakanlah semuanya sendiri jangan menyeret karyawanmu yang lain. Kau tak tahu
mungkin saja keluarga mereka sedang menunggu ayah atau ibunya pulang kerumah.” Ucap
Elena yang prihatin akan karyawan atau karyawati diperusahaan Malviano.
“Aku membayar mereka lebih untuk
kerja keras mereka, dan apabila pekerjaan mereka selesai aku bahkan memberikan
cuti dan bonus.” Ucap Malviano yang membela dirinya sendiri.
“Benarkah?.” Ucap Elena yang
tertarik ketika mendengar dua kata itu, bagi sebagai mantan karyawan dua kata itu
adalah sebuah kata ajaib yang akan membuatmu untuk giat dalam menjalankan
pekerjaan yang sedang dikerjakan.
“Tentu, kalau kau tak percaya kau
bisa menanyakan seluruh karyawan.” Ucap Malviano dengan begitu enteng, sepertinya
ia sangat percaya diri dengan apa yang dikatakannya.
__ADS_1
“Kau gila, apakah aku kelihatan
kurang kerjaan sehingga bertanya pada karyawanmu yang entah sebanyak apa.” Ucap
Elena mengelengkan kepalanya.
“Kalau kau ingin tahu dengan pasti
jumlah mereka sebaiknya ku hubungi Liam karena terakhir kali aku berada disana,
aku memecat hampir ratusan orang.” Ucap Malviano yang kini mencari telepon
genggamnya yang mungkin berada disaku celananya.
“Kau memecat hampir ratusan
orang?.” Tanya Elena yang kaget mendengar perkataan Malviano.
Apakah perusahaan pria itu begitu
mengalami kesulitan yang cukup parah sehingga harus mengurangi banyaknya
karyawan yang bekerja diperusahaan itu? Jika demikian bagaiman nasib perusahaan
itu jika memang benar seperti ucapan Malviano yang melimpahkan tanggung jawab
pada Liam?
“Ya semua orang yang ternyata
adalah tikus. Seharusnya aku sudah curiga Khafi selalu menang selama ini.” Ucap
Malviano yang begitu lancar mengatakan segala sesuatu pada Elena.
“Khafi?.”
“Ya ia jugalah salah satu dalang
dari masalah yang terjadi dalam perusahaan.”
“Salah satu.”
“Oh Elena… sepertinya aku masih
belum bisa mengatakan semua yang terjadi padaku.” Ucap Malviano yang kini terlihat
frustasi.
mencobanya.” Ucap Elena dengan tulus.
“Kau tidak marah?.” Ucap Malviano
yang melihat Elena dengan lekat seolah sedang menganalisa rawut wajahnya.
“Mengapa aku marah?.” Tanya balik
Elena.
“Karena aku tak menjawab semua
tentangku juga perusahaanku.”
“Sebenarnya kau tidak perlu
memberitahuku dengan detail, aku hanya kau membagikan beban yang kau pikul
padaku. Itu pun jika kau menganggapku sebagai keluarga.” Ucap Elena yang kini
mengatakan apa yang sejak tadi ia pikirkan ketika kedatangan Malviano padanya
kemarin malam.
“Tentu saja kau keluargaku. Kau
tetap istriku.” Jawaban Malviano dengan begitu lantang.
Elena yang mendengarnya seketika
hanya terdiam memandang Malviano yang kini mendekat kearahnya. Kedua tangan Malviano
kini berada dipundak Elena, posisi mereka kini hampir sama ketika ia tadi
bersama Hanz. Bedanya Elena ingin sekali kabur setelah menendang aset dari seorang
pria ketika ia bersama Hanz sedangkan bersama Malviano, kini ia tak dapat memikirkan
apapun.
“Elena, bisakah aku bertanya?.” Ucap
__ADS_1
Malviano setelah cukup lama saling berpandangan.
“Ya.” Hanya satu kata itu saja
yang keluar dari mulut Elena, Malviano membuatnya semakin gugup dengan
perkataannya yang lembut seperti yang baru saja diucapkanya tadi.
“Kau dan Hanz ada hubungan apa?”
tanya Malviano.
Elena tak langsung menjawab
pertanyaan yang Malviano lontarkan karena ia sendiri pun tak tahu harus
menjawab bagaimana, Hanz sebenarnya hanya orang asing yang tiba-tiba salah
paham dengan menganggapnya sebagai Rendra persis seperti pria didepannya ini.
Hanz hanya memerlukan tempat tinggal
selama ia bekerja sama dengan Rendra dinegara ini dan juga sebuah alasan yang
konyol, dikarenakan Robert yang tak bisa menemainya dinegara ini karena harus
mengurus perusahaannya dinegara asal mereka. Haruskah Elena menceritakan
semuanya?.
“Kami..” ucap Elena.
“Apakah dia kekasih barumu? Apakah
Kau memutuskan akan bercerai?.” Ucap Malviano yang kini bertanya sambil
mencengkram bahu Elena sehingga membuatnya meringis karena kekuatan pria itu.
“Kenapa kau berbicara seperti itu?.”
Ucap Elena masih meringis ketika mengatakannya, karena sepertinya Malviano tak
sadar telah menyakiti dirinya.
“Maaf.” Ucap Malviano yang kini
melepaskan Elena yang langsung mengelus tubuhnya yang berdenyut-denyut.
“Ya.”
“Ku akui, Hanz mungkin pria yang
lebih baik daripadaku.” Ucap Malviano yang kini terlihat suram.
“Kau bicara apa sih.” Ucap Elena
yang sebenarnya tak melihat perbedaan yang jauh antara Hanz dan Malviano.
Bagaimana tidak baik Hanz dan
Malviano dua orang itu masih terlalu asing padanya, Malviano yang terlalu cuek
padanya sehingga Elena merasa bahwa pria itu tak peduli padanya. Sedangkan
Hanz, pria itu ketika bersamanya hanya akan membuat mereka berdebat untuk segala
sesuatu.
Akantetapi kesamaan kedua pria itu
yang membuat Elena merasa memerlukan keberadaan kedua pria itu adalah baik Malviano
dan Hanz adalah mereka sama-sama menyayangi Rendra. Malviano yang merupakan
ayah kandung tentu saja akan kembali menyayangi anaknya.
Sedangkan Hanz jika penilaian
Elena tidak salah, pria itu sepertinya juga sangat menyayangi anaknya itu. Baik
sebagai teman, rekan kerja bahkan ketika Rendra memerlukan sosok seorang ayah,
Hanz akan datang pada Rendra dengan tangan terbuka dan melakukan apapun yang dibutuhkan
anak itu.
“Kalian berdua cocok bersama.” Ucap
Malviano yang terdengar dingin dipendengaran Elena yang mungkin kini memang kedinginan
__ADS_1
akibat terlalu lama berada diluar pada malam hari seperti ini.