
“Aku tak pernah menyesali telah
meminum obat sialan itu,” ucap Malviano.
“Kau..”
“Aku sangat berterimakasih siapapun
orang itu karena telah membuatku meminum obat sialan itu” ucap Malviano yang
terdengar sangat bersungguh-sungguh padahal bukankah tadi ia mengatakan sedang
sakit kepala?
“Kau pasti mulai meng..”
“Elena aku mengatakan bukan
karena aku sedang sakit seperti ini,” ucap Malviano yang mengerti Elena meragukannya.
“Isti..”
“Elena aku mengatakan itu, karena
aku sangat bersyukur karena berkat orang itu aku mempunyai kalian…. Aku kini
tak akan sendirian lagi… kalian sangat berarti bagiku kini dan selamanya,”
ungkap Malviano yang terlihat benar-benar ingin mengatakan semuanya.
“Kau… Aku,”
“Aku benar-benar membutuhkan kalian
disampingku, aku… aku tak sanggup untuk kehilangan siapapun lagi…” ucap Malviano
dengan suara semakin memelan.
Apa ini mengapa Malviano terlihat
serapuh ini, Elena yang binggung kini mulai mendekat ke tubuh Malviano. Ketika
Elena akan menepuk pundaknya Malviano langsung menarik tubuh Elena untuk
memeluk begitu erak. Menyadari punggung bahu Elena yang basah, Elena menyadari
Malviano ternyata sedang menanggis.
“Aku benar-benar beruntung
mempunyai anak secerdas Rendra, hingga ia berhasil mencariku dengan segala
usahanya. Ia sangat berbeda denganku yang hanya bisa duduk menerima apapun yang
kalian lakukan untukku tanpa sedikitpun meminta balasan dariku. Aku terlalu
terlena dengan apa ku terima dari semua orang hingga melupakan kalian akan
bosan dan meninggalkanku sendirian kembali,” ucap Malviano panjang lebar tanpa
memperdulikan suara yang terdengar tak cukup jelas dipendengaran Elena karena
tanggisannya yang mulai mengencang.
Yang bisa dilakukan Elena saat ini
hanya bisa mendengarkan dalam diam menunggu apa saja yang akan dikatakan Malviano
padanya, sepertinya suaminya ini sedang ingin mengatakan apa yang dirasakannya.
Atau mungkin ini adalah efek dari rasa sakitnya sehingga ia mungkin akan mengatakan
apapun untuk mengalihkan rasa sakit yang dideritanya.
“Elena bisakah kau berjanji tak
akan pernah meninggalkan ku lagi?” tanya Malviano tiba-tiba melepaskan
pelukkannya dan bertanya pada Elena sambil menatap kedua matanya.
“Aku…” ucap Elena dengan ragu
harus menjawab seperti apa.
Elena memang sudah menunggu
__ADS_1
saat-saat seperti ini tapi ia belum siap jika tiba-tiba Malviano bertanya langsung,
apalagi ketika suaminya menatap dengan tatapn yang sungguh-sungguh seperti saat
ini. Jika menjawab ia apakah ketika nanti Malviano sehat ia akan merubah
pernyataannya?
“Aku janji Elena, aku akan
belajar memperlakukan kalian seperti kalian memperlakukanku juga,” ucap Malviano
yang mendesak agar Elena segera menjawab permintaannya.
“Memangnya kami memperlakukanmu
seperti apa?” tanya Elena yang penasaran apa yang Malviano lihat dari ia dan
Rendra.
“Kalian selalu ada untukku, kalian
selalu memikirkan aku bahkan ketika kalian sedang melakukan hal yang lainnya,
kalian selalu menjaga satu sama lain. Ayolah Elena.. beri aku satu kesempatan
lain agar akupun menjadi salah satu dari kalian. Kali ini aku berjanji bukan
hanya kalian,, akupun agar berusaha menjadi seperti kalian,” lagi-lagi Malviano
menjelaskan dengan panjang lebar.
“Kami selalu ada untukmu
bersamamu bahkan hari ini,” ucap Elena menjelaskan bahwa mereka bahkan tak
sekalipun menjauh dari kehidupan Malviano.
Dan jika Elena bocorkan,
sebenarnya ia selalu memantau perkembangan suaminya ini lewat Kenzo yang juga
tak sekalipun meninggalkan pria ini, walaupun pria ini tak menyadari bahwa
mereka memperhatikan segala gerak geriknya. Tapi Kenzo benar-benar mendapatkan
Sepertinya jika keadaan Malviano
sduah lebih stabil, Elena harus mengatakan bahwa orang yang paling berjasa padanya
adalah Kenzo. walaupun dulu Elena sempat tak ingin terlalu dekat pada sahabat
suaminya yang terlalu berlebihan dalam memberikan suatu pertolongan tapi kini ia
menyadari apapaun yang dilakukan Kenzo adalah yang terbaik pada sahabatnya yang
adalah suami Elena.
“Aku tak ingin hanya kalian yang
seperti itu, aku ingin kali ini kalian memberiku kesempatan agar bisa berperan
sebagai layaknya seorang ayah yang melindungi anaknya dan juga sebagai seorang
suami yang menyayangi istrinya segenap hatiku,” jelas Malviano.
“Aku,,”
“Elena ku mohon,,” pinta Malviano
yang lagi-lagi memeluk Elena dengan kuat.
Jika seperti ini apa yang bisa
Elena katakan, ia hanya bisa menganggukkan kepalanya bukan, walaupun nantinya ini
hanya permintaan semu karena bisa dikatakan Malviano yang mengatakan hal ini
karena ia sedang mengantuk defk obat. Tapi untuk saat ini Elena akan menerima
pelukan hangat suaminya ini.
***
Elena terbangun dalam dekapan
__ADS_1
tubuh seorang pria, ia yang kaget tentu saja langsung mendorong orang tersebut
cukup kuat hingga orang tersebut terjatuh dari atas ranjang. Mendengar rintihan
suara pria yang ia ketahui siapa pemiliknya membuat ingatan Elena semalam
kembali begitu saja.
“Astaga maafkan aku,” ucap Elena sambil
turun dari ranjang untuk membantu Malviano yang kini terlihat kesakitan karena
terjatuh.
“Apakah setiap pagi kau akan
melakukan hal seperti ini kelak,” ucap Malviano yang kini sedang mengusap-usap
bagian tubuhnya yang terasa sakit.
“Apakah ini sangat sakit? Maafkan
aku,,, aku benar-benar lupa bahwa semalam,,” ucap Elena yang terlalu malu untuk
mengatakan apa yang terjadi tadi malam.
“Elena kau harus terbiasa ketika
kau bangun ada aku disisimu, jika setiap pagi seperti ini kurasa aku akan
memelukmu lebih kuat lagi,” ucap Malviano.
“Apa?”
“Selamat pagi,” ucp Malviano yang
mencium kepala Elena dan tak ingin melanjutkan perkataanya lagi karena ia
langsung masuk kedalam kamar mandi.
Sementara Elena harus mencerna
apa yang sebenarnya terjadi dan juga apa yang barusan dilakukan Malviano
padanya, tadi malam pria itu memang mengatakan bahwa ia ingin kembali memperbaiki
rumah tangga mereka. Walapun ucapannya berbelit-belit tapi bukankah tujuannya
seperti itu, akan tetapi Elena yang menganggap Malviano hanya mengatakan hal itu
karena efek obat.
Tapi melihat reaksi yang diucapkan
Malviano pagi ini, membuat Elena yakin sepertinya pria itu memang
sungguh-sungguh ketika mengatakan hal itu tadi malam. Elena yang tiba-tiba
merasa malu kini memutuskan untuk kembali kekamarnya tentu saja untuk mandi dan
juga untuk menghindari pria itu yang kini masih berada didalam kamar mandi.
“Elena,” ucap seorang pria yang
ketika Elena berbalik adalah Hanz.
“Malviano baik-bai saja?”
tanyanya yang terlihat khawatir.
“Ya ia hanya merasa pusing, aku
memberinya obat tadi malam,” jelas Elena yang tak yakin harus mengatakan serinci
apa tentang tadi malam pada Hanz yang notabenya orang asing bagi mereka.
“Kurasa kini Rendra akan senang,
tadi malam ia begitu khawatir karena kau tak juga keluar dari kamar ayahnya. Ia
sangat ingin menyusulmu, tapi aku harus menghentikannya bukan?” ucap Hanz yang
terlihat seperti sedang memberikan kode bahwa Elena harus berterimakasih
padanya karena menahan Rendra yang hendak mengganggu waktu Elena dan Malviano
__ADS_1
tadi malam.