Hallo Dad

Hallo Dad
Bab 46


__ADS_3

“Aku tak pernah menyesali telah


meminum obat sialan itu,” ucap Malviano.


“Kau..”


“Aku sangat berterimakasih siapapun


orang itu karena telah membuatku meminum obat sialan itu” ucap Malviano yang


terdengar sangat bersungguh-sungguh padahal bukankah tadi ia mengatakan sedang


sakit kepala?


“Kau pasti mulai meng..”


“Elena aku mengatakan bukan


karena aku sedang sakit seperti ini,” ucap Malviano yang mengerti Elena meragukannya.


“Isti..”


“Elena aku mengatakan itu, karena


aku sangat bersyukur karena berkat orang itu aku mempunyai kalian…. Aku kini


tak akan sendirian lagi… kalian sangat berarti bagiku kini dan selamanya,”


ungkap Malviano yang terlihat benar-benar ingin mengatakan semuanya.


“Kau… Aku,”


“Aku benar-benar membutuhkan kalian


disampingku, aku… aku tak sanggup untuk kehilangan siapapun lagi…” ucap Malviano


dengan suara semakin memelan.


Apa ini mengapa Malviano terlihat


serapuh ini, Elena yang binggung kini mulai mendekat ke tubuh Malviano. Ketika


Elena akan menepuk pundaknya Malviano langsung menarik tubuh Elena untuk


memeluk begitu erak. Menyadari punggung bahu Elena yang basah, Elena menyadari


Malviano ternyata sedang menanggis.


“Aku benar-benar beruntung


mempunyai anak secerdas Rendra, hingga ia berhasil mencariku dengan segala


usahanya. Ia sangat berbeda denganku yang hanya bisa duduk menerima apapun yang


kalian lakukan untukku tanpa sedikitpun meminta balasan dariku. Aku terlalu


terlena dengan apa ku terima dari semua orang hingga melupakan kalian akan


bosan dan meninggalkanku sendirian kembali,” ucap Malviano panjang lebar tanpa


memperdulikan suara yang terdengar tak cukup jelas dipendengaran Elena karena


tanggisannya yang mulai mengencang.


Yang bisa dilakukan Elena saat ini


hanya bisa mendengarkan dalam diam menunggu apa saja yang akan dikatakan Malviano


padanya, sepertinya suaminya ini sedang ingin mengatakan apa yang dirasakannya.


Atau mungkin ini adalah efek dari rasa sakitnya sehingga ia mungkin akan mengatakan


apapun untuk mengalihkan rasa sakit yang dideritanya.


“Elena bisakah kau berjanji tak


akan pernah meninggalkan ku lagi?” tanya Malviano tiba-tiba melepaskan


pelukkannya dan bertanya pada Elena sambil menatap kedua matanya.


“Aku…” ucap Elena dengan ragu


harus menjawab seperti apa.


Elena memang sudah menunggu

__ADS_1


saat-saat seperti ini tapi ia belum siap jika tiba-tiba Malviano bertanya langsung,


apalagi ketika suaminya menatap dengan tatapn yang sungguh-sungguh seperti saat


ini. Jika menjawab ia apakah ketika nanti Malviano sehat ia akan merubah


pernyataannya?


“Aku janji Elena, aku akan


belajar memperlakukan kalian seperti kalian memperlakukanku juga,” ucap Malviano


yang mendesak agar Elena segera menjawab permintaannya.


“Memangnya kami memperlakukanmu


seperti apa?” tanya Elena yang penasaran apa yang Malviano lihat dari ia dan


Rendra.


“Kalian selalu ada untukku, kalian


selalu memikirkan aku bahkan ketika kalian sedang melakukan hal yang lainnya,


kalian selalu menjaga satu sama lain. Ayolah Elena.. beri aku satu kesempatan


lain agar akupun menjadi salah satu dari kalian. Kali ini aku berjanji bukan


hanya kalian,, akupun agar berusaha menjadi seperti kalian,” lagi-lagi Malviano


menjelaskan dengan panjang lebar.


“Kami selalu ada untukmu


bersamamu bahkan hari ini,” ucap Elena menjelaskan bahwa mereka bahkan tak


sekalipun menjauh dari kehidupan Malviano.


Dan jika Elena bocorkan,


sebenarnya ia selalu memantau perkembangan suaminya ini lewat Kenzo yang juga


tak sekalipun meninggalkan pria ini, walaupun pria ini tak menyadari bahwa


mereka memperhatikan segala gerak geriknya. Tapi Kenzo benar-benar mendapatkan


Sepertinya jika keadaan Malviano


sduah lebih stabil, Elena harus mengatakan bahwa orang yang paling berjasa padanya


adalah Kenzo. walaupun dulu Elena sempat tak ingin terlalu dekat pada sahabat


suaminya yang terlalu berlebihan dalam memberikan suatu pertolongan tapi kini ia


menyadari apapaun yang dilakukan Kenzo adalah yang terbaik pada sahabatnya yang


adalah suami Elena.


“Aku tak ingin hanya kalian yang


seperti itu, aku ingin kali ini kalian memberiku kesempatan agar bisa berperan


sebagai layaknya seorang ayah yang melindungi anaknya dan juga sebagai seorang


suami yang menyayangi istrinya segenap hatiku,” jelas Malviano.


“Aku,,”


“Elena ku mohon,,” pinta Malviano


yang lagi-lagi memeluk Elena dengan kuat.


Jika seperti ini apa yang bisa


Elena katakan, ia hanya bisa menganggukkan kepalanya bukan, walaupun nantinya ini


hanya permintaan semu karena bisa dikatakan Malviano yang mengatakan hal ini


karena ia sedang mengantuk defk obat. Tapi untuk saat ini Elena akan menerima


pelukan hangat suaminya ini.


***


Elena terbangun dalam dekapan

__ADS_1


tubuh seorang pria, ia yang kaget tentu saja langsung mendorong orang tersebut


cukup kuat hingga orang tersebut terjatuh dari atas ranjang. Mendengar rintihan


suara pria yang ia ketahui siapa pemiliknya membuat ingatan Elena semalam


kembali begitu saja.


“Astaga maafkan aku,” ucap Elena sambil


turun dari ranjang untuk membantu Malviano yang kini terlihat kesakitan karena


terjatuh.


“Apakah setiap pagi kau akan


melakukan hal seperti ini kelak,” ucap Malviano yang kini sedang mengusap-usap


bagian tubuhnya yang terasa sakit.


“Apakah ini sangat sakit? Maafkan


aku,,, aku benar-benar lupa bahwa semalam,,” ucap Elena yang terlalu malu untuk


mengatakan apa yang terjadi tadi malam.


“Elena kau harus terbiasa ketika


kau bangun ada aku disisimu, jika setiap pagi seperti ini kurasa aku akan


memelukmu lebih kuat lagi,” ucap Malviano.


“Apa?”


“Selamat pagi,” ucp Malviano yang


mencium kepala Elena dan tak ingin melanjutkan perkataanya lagi karena ia


langsung masuk kedalam kamar mandi.


Sementara Elena harus mencerna


apa yang sebenarnya terjadi dan juga apa yang barusan dilakukan Malviano


padanya, tadi malam pria itu memang mengatakan bahwa ia ingin kembali memperbaiki


rumah tangga mereka. Walapun ucapannya berbelit-belit tapi bukankah tujuannya


seperti itu, akan tetapi Elena yang menganggap Malviano hanya mengatakan hal itu


karena efek obat.


Tapi melihat reaksi yang diucapkan


Malviano pagi ini, membuat Elena yakin sepertinya pria itu memang


sungguh-sungguh ketika mengatakan hal itu tadi malam. Elena yang tiba-tiba


merasa malu kini memutuskan untuk kembali kekamarnya tentu saja untuk mandi dan


juga untuk menghindari pria itu yang kini masih berada didalam kamar mandi.


“Elena,” ucap seorang pria yang


ketika Elena berbalik adalah Hanz.


“Malviano baik-bai saja?”


tanyanya yang terlihat khawatir.


“Ya ia hanya merasa pusing, aku


memberinya obat tadi malam,” jelas Elena yang tak yakin harus mengatakan serinci


apa tentang tadi malam pada Hanz yang notabenya orang asing bagi mereka.


“Kurasa kini Rendra akan senang,


tadi malam ia begitu khawatir karena kau tak juga keluar dari kamar ayahnya. Ia


sangat ingin menyusulmu, tapi aku harus menghentikannya bukan?” ucap Hanz yang


terlihat seperti sedang memberikan kode bahwa Elena harus berterimakasih


padanya karena menahan Rendra yang hendak mengganggu waktu Elena dan Malviano

__ADS_1


tadi malam.


__ADS_2