
Hari ini Elena dikejutkan oleh kedatangan warga asing dirumahnya, akan tetapi pria didepannya kini tak
membawa apapun ditanggannya membuat Elena bertanya-tanya apa yang dibutuhkan
atau apa yang membuat pria ini salah alamat. Elena berusaha mencoba menginggat
apa yang dia harus katakana dalam situasi ini.
“Can I help you.” Tanya Elena pada pria asing didepannya.
Akan tetapi pria didepannya hanya terdiam menatapnya, apakah mungkin pria asing didepannya
tidak mengggunakan bahasa inggris? Padahal dari rupa pria ini mirip seperti
orang-orang yang menggunakan bahasa inggris, mungkinkah pria ini berasal dari
belahan negara lain? Sekarang apa yang harus dikatakannya agar ia mengerti apa
yang dibutuhkan pria didepannya kini?.
“Sir.” Coba Elena kembali sambil membuka telepon genggamnya, iya berusaha mencari-cari
bahasa yang tepat untuk ia gunakan dalam situasi saat ini.
Berbagai macam bahasa ia coba katakan tapi tetap saja taka da satu respon pun dari pria
didepannya. Pria itu hanya terdiam sambil menatapnya lekat dan sekali-kali
malah tersenyum membuat Elena merasa aneh, apakah mungkin pria yang cukup
tampan ini sedikit kurang waras?
Tapi dilihat dari penampilannya yang hampir mirip seperti Malviano dulu, rasanya orang ini
mungkin berada setara dengan pria itu. Mengingat Malviano ia jadi semakin
menyesal karena pergi jauh bahkan sampai kenegeri orang dan kini harus dihadapakan
dengan pria yang bahkan tak bisa ia pahami bahasa apa yang dipakai olehnya
untuk berkomunikasi.
“Tuan..” ucap seseorang pria yang menurut Elena persis seperti Liam walaupun terlihat
jelas perbedaan mereka yang sangat berbeda jauh dari ciri-ciri tektur wajah
yang terlihat lebih kemuka Eropaan.
“Kau sudah datang.” Balas pria yang sejak tadi hanya menatapnya dan hanya tersenyum
sesekali.
Sebentar Elena merasa aneh dengan bahasa yang digunakan oleh dua orang yang menjadi
tamunya, jika benar tak ada yang salah dengan pendengarnya. Elena bisa
mendengar jelas bahasa yang digunakan mereka adalah bahasa yang ia gunakan
seumur hidupnya.
“Kau memakai bahasa yang aku gunakan?.” Tanya Elena.
“Tentu.” Ucap pria itu singkat.
“Jadi mengapa sejak tadi kau hanya diam?” Elena tak percaya ia mencari-cari semua
bahasa yang mungkin bisa membantunya tapi orang yang diajak berbicara dengannya
hanya diam seperti orang bodoh. Ia hanya membiarkannya mencari-caribahasa yang
__ADS_1
cocok hingga rasanya ingin mati karena tak bisa menemukan bahasa apa yang bisa
digunakannya.
“Maaf aku begitu takjud melihat dengan mataku sendiri, bahwa akhirnya aku bisa bertemu
langsung dengan anda." ucap pria itu dengan senyumannya yang terlihat
menawan, jika saja Elena belum menikah ia mungkin akan mecoba peruntunganya
denga pria didepannya kini.
“Jadi apa yang kau butuhkan.” Ucap Elena yang agak ketus, karena ia masih kesal
merasa dipermainkan oleh pria didepannya kini, dan juga untuk menyembunyikan keterpesonaannya
terhadap senyuman dari pria didepannya kini.
“Sebelumnya maafkan aku sekali lagi karena membuatmu merasa tidak nyaman. Perkenalkan aku
Hanz dan dia adalah Robert.” Ucapnya yang menujukkan pria disampingnya, pria
yang tadi menyebutnya dengan sebutan bos.
“Aku Elena.” Ucap Elena singkat.
“Ya aku sudah tahu, jadi bisakah kami masuk?.” Ucap Hanz tiba-tiba merasa canggung
berbicara didepan pintu seperti saat ini.
Mendengar itu Elena mau tidak mau mempersilahkan dua pria asing didepannya untuk memasuki
ruangan tamunya, tapi sebelumnya ia membuka pintu lebar-lebar agar
memudahkannya untuk segera kabur jika kedua pria ini akan berbuat macam-macam
padanya.
“Apapun yang kau punya.” Ucap Hanz sambil tersenyum yang membuat Elena lagi-lagi
terpesona.
Elena hanya bisa membawakan mereka kopi pada tamu asing yang langsung ia berikan pada
dua tamu yang kini sudah duduk dengan nyaman disofanya. Setelah memberikan
mereka kopi kini Elena pun duduk disofa single yang tak jauh dari tempat duduk
Hanz dan Robert.
“Jadi ada alasan apa kalian kemari?” tanya Elena setelah melihat Hanz menyerumput kopi
buatannya.
“Tentu saja untuk bertemu denganmu.” Ucap Hanz dengan senyuman yang masih saja membuat
Elena terpesona.
“Aku? mengapa?” tanya Elena penuh dengan kebinggungan, rasanya Elena selama dinegara ini
tak pernah sedikitpun menyinggung orang sekitar.
“Maaf jika aku datang tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu, tapi aku sudah tak
sabar untuk bertemu langsung dengan juara pertama dari kompetisi ini.” Ucap Hanz
yang semakin tersenyum takjub ketika mengatakan bahkan melihat Elena saat ini.
“Tahukah Anda, Bos bahkan langsung terbang menggunakan penerbangan pribadi, hanya untuk
__ADS_1
bertemu anda.” Ucap Robert yang membuat Elena takjud bahwa orang asing ini bisa
mengunakan bahasanya dengan sangat lancar.
Sebentar mendengar hal ini sepertinya mengingatkan kembali hari dimana Malviano menemuinya
karena ia telah sangka menganggapnya sebagai seseorang yang telah mengacaukan
perusahaan yang ternyata perbuatan dari Rendra. Mungkinkah sekarang juga sama
pria ini juga datang untuk bertemu Rendra?
“Aku minta maaf apapun yang telah kulakukan, hingga membuatmu melakukan hal ini. Aku
berjanji akan membayar berapapun kerugian akibat perbuatanku.” Ucap Elena merasa
kali ini ia harus berhasil menutupi apa yang Rendra perbuat pada perusahaan
Hanz.
“Mengapa anda berkata demikian?” Ucap Robert.
“Bukankah kalian datang kemari karena ingin menuntutku karena membuat perusahaan kalian
kacau?” jawab Elena.
Mendengar apa yang dikatakan Elena baik Hanz yang sepertinya mudah tertawa kini mulai
tertawa mendengar maksud ucapan Elena bahkan Robert yang seperti sejenis dengan
Malvianopun kini tertawa bersama dengan Hanz membuat Elena jadi binggung kembali.
“Maafkan kami. Seharusnya aku menjelaskan dengan jelas agar kau tidak berpikir yang tidak-tidak.”
Ucap Hanz setelah menghentikan tawanya.
“Tentu itu yang terbaik.” Ucap Elena yang menyetujui apa yang harus diketahuinya jika
kini ia harus bertanggung jawab penuh menggantikan Rendra.
“Kami datang karena kau adalah juara terpilih dalam katagori terkratif dalam hasil
pembuatan game yang kami adakan.” Jelas Hanz.
“Game?”
“Tentu game anda sangat memenuhi kriteria apa yang perusahaan kami inginkan sebagai
bentuk promosi terbesar untuk menyambut orang-orang dalam memilih penerbangan
perusahaan kami.” Ucap panjang lebar Robert.
“Aku tidak..”
“Kalau saja tahu anda berada dinegara ini, sudah sejak bulan lalu, aku menyusul anda
kemari.” Ucap Hanz yang membuat Elena tak mengerti arti ucapannya.
“Anda terlalu anatusias dalam menyembunyikan keberadaan anda, tapi tentu saja jika
ada uang tak ada yang terlalu sulit untuk diketahui bukan?.” Ucap Robert.
“Bukankah bagus kita bekerjasama ketika kita saling mengenal seperti ini.” Ucap Hanz.
Sepertinya kini Elena mengerti orang-orang ini menganggap Elena adalah pemenang lomba
tersebut. Sepertinya kali ini Rendra memang sengaja ingin menyembunyikan diri
dari orang-orang, tapi kali ini apa yang menjadi tujuan Rendra mengikuti kompetisi
__ADS_1
game?.
“Mom…” terdengar suara Rendra yang sepertinya baru saja pulang.