Hallo Dad

Hallo Dad
Bab 20 orang asing


__ADS_3

Hari ini Elena dikejutkan oleh kedatangan warga asing dirumahnya, akan tetapi pria didepannya kini tak


membawa apapun ditanggannya membuat Elena bertanya-tanya apa yang dibutuhkan


atau apa yang membuat pria ini salah alamat. Elena berusaha mencoba menginggat


apa yang dia harus katakana dalam situasi ini.


“Can I help you.” Tanya Elena pada pria asing didepannya.


Akan tetapi pria didepannya hanya terdiam menatapnya, apakah mungkin pria asing didepannya


tidak mengggunakan bahasa inggris? Padahal dari rupa pria ini mirip seperti


orang-orang yang menggunakan bahasa inggris, mungkinkah pria ini berasal dari


belahan negara lain? Sekarang apa yang harus dikatakannya agar ia mengerti apa


yang dibutuhkan pria didepannya kini?.


“Sir.” Coba Elena kembali sambil membuka telepon genggamnya, iya berusaha mencari-cari


bahasa yang tepat untuk ia gunakan dalam situasi saat ini.


Berbagai macam bahasa ia coba katakan tapi tetap saja taka da satu respon pun dari pria


didepannya. Pria itu hanya terdiam sambil menatapnya lekat dan sekali-kali


malah tersenyum membuat Elena merasa aneh, apakah mungkin pria yang cukup


tampan ini sedikit kurang waras?


Tapi dilihat dari penampilannya yang hampir mirip seperti Malviano dulu, rasanya orang ini


mungkin berada setara dengan pria itu. Mengingat Malviano ia jadi semakin


menyesal karena pergi jauh bahkan sampai kenegeri orang dan kini harus dihadapakan


dengan pria yang bahkan tak bisa ia pahami bahasa apa yang dipakai olehnya


untuk berkomunikasi.


“Tuan..” ucap seseorang pria yang menurut Elena persis seperti Liam walaupun terlihat


jelas perbedaan mereka yang sangat berbeda jauh dari ciri-ciri tektur wajah


yang terlihat lebih kemuka Eropaan.


“Kau sudah datang.” Balas pria yang sejak tadi hanya menatapnya dan hanya tersenyum


sesekali.


Sebentar Elena merasa aneh dengan bahasa yang digunakan oleh dua orang yang menjadi


tamunya, jika benar tak ada yang salah dengan pendengarnya. Elena bisa


mendengar jelas bahasa yang digunakan mereka adalah bahasa yang ia gunakan


seumur hidupnya.


“Kau memakai bahasa yang aku gunakan?.” Tanya Elena.


“Tentu.” Ucap pria itu singkat.


“Jadi mengapa sejak tadi kau hanya diam?” Elena tak percaya ia mencari-cari semua


bahasa yang mungkin bisa membantunya tapi orang yang diajak berbicara dengannya


hanya diam seperti orang bodoh. Ia hanya membiarkannya mencari-caribahasa yang

__ADS_1


cocok hingga rasanya ingin mati karena tak bisa menemukan bahasa apa yang bisa


digunakannya.


“Maaf aku begitu takjud melihat dengan mataku sendiri, bahwa akhirnya aku bisa bertemu


langsung dengan anda." ucap pria itu dengan senyumannya yang terlihat


menawan, jika saja Elena belum menikah ia mungkin akan mecoba peruntunganya


denga pria didepannya kini.


“Jadi apa yang kau butuhkan.” Ucap Elena yang agak ketus, karena ia masih kesal


merasa dipermainkan oleh pria didepannya kini, dan juga untuk menyembunyikan keterpesonaannya


terhadap senyuman dari pria didepannya kini.


“Sebelumnya maafkan aku sekali lagi karena membuatmu merasa tidak nyaman. Perkenalkan aku


Hanz dan dia adalah Robert.” Ucapnya yang menujukkan pria disampingnya, pria


yang tadi menyebutnya dengan sebutan bos.


“Aku Elena.” Ucap Elena singkat.


“Ya aku sudah tahu, jadi bisakah kami masuk?.” Ucap Hanz tiba-tiba merasa canggung


berbicara didepan pintu seperti saat ini.


Mendengar itu Elena mau tidak mau mempersilahkan dua pria asing didepannya untuk memasuki


ruangan tamunya, tapi sebelumnya ia membuka pintu lebar-lebar agar


memudahkannya untuk segera kabur jika kedua pria ini akan berbuat macam-macam


padanya.


“Apapun yang kau punya.” Ucap Hanz sambil tersenyum yang membuat Elena lagi-lagi


terpesona.


Elena hanya bisa membawakan mereka kopi pada tamu asing yang langsung ia berikan pada


dua tamu yang kini sudah duduk dengan nyaman disofanya. Setelah memberikan


mereka kopi kini Elena pun duduk disofa single yang tak jauh dari tempat duduk


Hanz dan Robert.


“Jadi ada alasan apa kalian kemari?” tanya Elena setelah melihat Hanz menyerumput kopi


buatannya.


“Tentu saja untuk bertemu denganmu.” Ucap Hanz dengan senyuman yang masih saja membuat


Elena terpesona.


“Aku? mengapa?” tanya Elena penuh dengan kebinggungan, rasanya Elena selama dinegara ini


tak pernah sedikitpun menyinggung orang sekitar.


“Maaf jika aku datang tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu, tapi aku sudah tak


sabar untuk bertemu langsung dengan juara pertama dari kompetisi ini.” Ucap Hanz


yang semakin tersenyum takjub ketika mengatakan bahkan melihat Elena saat ini.


“Tahukah Anda, Bos bahkan langsung terbang menggunakan penerbangan pribadi, hanya untuk

__ADS_1


bertemu anda.” Ucap Robert yang membuat Elena takjud bahwa orang asing ini bisa


mengunakan bahasanya dengan sangat lancar.


Sebentar mendengar hal ini sepertinya mengingatkan kembali hari dimana Malviano menemuinya


karena ia telah sangka menganggapnya sebagai seseorang yang telah mengacaukan


perusahaan yang ternyata perbuatan dari Rendra. Mungkinkah sekarang juga sama


pria ini juga datang untuk bertemu Rendra?


“Aku minta maaf apapun yang telah kulakukan, hingga membuatmu melakukan hal ini. Aku


berjanji akan membayar berapapun kerugian akibat perbuatanku.” Ucap Elena merasa


kali ini ia harus berhasil menutupi apa yang Rendra perbuat pada perusahaan


Hanz.


“Mengapa anda berkata demikian?” Ucap Robert.


“Bukankah kalian datang kemari karena ingin menuntutku karena membuat perusahaan kalian


kacau?” jawab Elena.


Mendengar apa yang dikatakan Elena baik Hanz yang sepertinya mudah tertawa kini mulai


tertawa mendengar maksud ucapan Elena bahkan Robert yang seperti sejenis dengan


Malvianopun kini tertawa bersama dengan Hanz membuat Elena jadi binggung kembali.


“Maafkan kami. Seharusnya aku menjelaskan dengan jelas agar kau tidak berpikir yang tidak-tidak.”


Ucap Hanz setelah menghentikan tawanya.


“Tentu itu yang terbaik.” Ucap Elena yang menyetujui apa yang harus diketahuinya jika


kini ia harus bertanggung jawab penuh menggantikan Rendra.


“Kami datang karena kau adalah juara terpilih dalam katagori terkratif dalam hasil


pembuatan game yang kami adakan.” Jelas Hanz.


“Game?”


“Tentu game anda sangat memenuhi kriteria apa yang perusahaan kami inginkan sebagai


bentuk promosi terbesar untuk menyambut orang-orang dalam memilih penerbangan


perusahaan kami.” Ucap panjang lebar Robert.


“Aku tidak..”


“Kalau saja tahu anda berada dinegara ini, sudah sejak bulan lalu, aku menyusul anda


kemari.” Ucap Hanz yang membuat Elena tak mengerti arti ucapannya.


“Anda terlalu anatusias dalam menyembunyikan keberadaan anda, tapi tentu saja jika


ada uang tak ada yang terlalu sulit untuk diketahui bukan?.” Ucap Robert.


“Bukankah bagus kita bekerjasama ketika kita saling mengenal seperti ini.” Ucap Hanz.


Sepertinya kini Elena mengerti orang-orang ini menganggap Elena adalah pemenang lomba


tersebut. Sepertinya kali ini Rendra memang sengaja ingin menyembunyikan diri


dari orang-orang, tapi kali ini apa yang menjadi tujuan Rendra mengikuti kompetisi

__ADS_1


game?.


“Mom…” terdengar suara Rendra yang sepertinya baru saja pulang.


__ADS_2