Hallo Dad

Hallo Dad
BAB 59


__ADS_3

Kekhawatiran Malviano terhadap kemarahan Kenzo ternyata hanya ada dpiikirannya saja, karena nyatanya kini ketika Kenzo sudah seratus persen sadar berkat pengobatan langsung dari Dokter Nata, Kenzo tak sedikit pun menyinggung sedikti pun tentang kesalahan Malviano dalam mengambil keputusan untuk menyelamatkan hidupnya.


"Bicaralah!" tegur Kenzo menghentikan segala aktifitas disekitarnya.


Sudah genap seminggu setelah Kenzo sadar, Elena selalu menemani Malviano untuk rutin mengecek perkembangan kesembuhannya. Walaupun kali ini Rendra tidak ikut dikarenakan hari ini adalah jadwal ia harus mengunjungi perusahan Hanz untuk memantau game buatannya. Tadinya Elena ingin sekali mengikuti kegiatan anaknya akan tetapi Malviano tak membiarkan ia jauh dari dirinya.


Sebagai gantinya Malviano menyuruh Liam mengawasi dan selalu mengabarkan seluruh aktifitas Rendra pada mereka setiap jam. Benar-benar kekanak-kanakan sikap Malviano menurut Rendra, bagaimana mungkin


ayahnya bersikap lebih manja dari padanya sampai-sampai tidak ingin jauh-jauh dari Momnya. Ayah dan anak itu sempat beradu mulut denagn lumayan sengit hingga tiba-tiba Rendra mengalah setelah mendapat bisikan sesuatu dari hal Liam.


“Kau yakin, tak ingin mempersalahan…”


“Bodoh.” teriak Kenzo sambil tertawa setelah beberapa saat ketika melihat wajah Elena dan Malviano.


“Minumlah dulu!” ucap Elena sambil memberika segelas air, ia melakukan itu karena takut Kenzo terlalu berlebihan mengunakan tubuhnya yang belum terlalu sembuh benar.


“Terimakasih,” ucap Kenzo sambil mengambil sebuah gelas berisi cairan putih bening dari tangan Elena dan langsung menghabiskan isinya.


“Karena aku, kau harus melupakan wanita itu.” jelas Malviano masih berusaha membuat Kenzo mengeluarkan isi hatinya, ia masih percaya bahwa sebenarnya Kenzo masih dendam padanya karena membuah seorang Kenzo harus mengalah pada seorang Arion.


“Sepertinya aku benar mempertahankan Elena dan Rendra bukan.” Pertanyaan tiba-tiba keluar dari mulut kenzo yang kini mulai berbaring kembali, sepertinya ia belum cukup kuat untuk duduk terlalu lama.

__ADS_1


“Jadi kini kau mengakui..”


“Tentu saja, Elena dapat bertahan dan berjumpa denganmu adalah kehendakku. Aku adalah orang yang membuat Rendra menemuimu juga bodoh. Jika kau katakana alasanku, tentu saja karena otak bodohmu itu,” ucapan Kenzo terdengar semakin mengolok-olok kesalahan Malvino dahulu.


“Hei, bagaimana mungkin orang bodoh dapat menjalankan sebuah perusahaan dapat berkembang seperti perusahan ZRO,"


"Orang itu memang bodoh, bahkan berkat kebodohannya perusahan ZRO hampir saja mengalami kebangkrutan dalam satu malam," bantah Kenzo mengembalikan ingatan Malviano pada insiden bahwa ia pernah mengalami hal tersebut dan hampir kehilangan anak dan istrinya untuk selamanya.


"Itu karena aku tak ingin..."


"Mengungkap kasus kecelakan kedua orang tuamu!" potong Kenzo, sepertinya seorang Kenzo memang sangat pintar melebihi kejeniusan seorang Malviano.


"Bisakah kau tetap mengikuti apa yang sudah kulakukan untukmu? kau hanya tinggal duduk santai dan biarkan aku bekerja.."


"Sekali bodoh memang tetaplah bodoh ternyata. Elena, sebaiknya kau mulai dari sekarang cepat-cepat mencarikan pendidikan bagus untuk Rendra agar ia tidak tumbuh menjadi orang bodoh seperti ayahnya ini." ucap Kenzo berbalik menghadap pada Elena yang sejak tadi hanya bisa diam mendengarkan perkataan mereka.


"Kau bercanda!" pekik Malviano.


"Vian, dengarkan aku baik-baik kali ini. kecelakaan kedua orang tuamu dulu bukanlah karena dirimu! kecelekaan itu murni karena badai tiba-tiba datang. kau tidak harus mendengarkan ucapan Harsha, ia hanya ingin kau menjadi miliknya, karena ulahnya jugalah sehingga aku harus membuatmu masuk harus memasukkan mu kekamar yang didalamnya ada Elena saat itu," ucap Kenzo pada Malviano lalu menambahkan sesuatu kata pada Elena "maaf".


"Jadi malam itu?" cicit Elena.

__ADS_1


"Ya semua itu karena aku, kau tak harus hidup jauh dari keluargamu karena aku. karena rencanaku juga kau harus mau dan pantas untuk bersama Malviano bukan hanya karena kesalahanku. Tapi kau memang mengingginkan untuk bersama dengan anak dan ayah dari anakmu, Elena," jelas Kenzo panjang lebar pada Elena.


"Apa maksudmu?" tanya Elena tak mengerti mengapa Kenzo berbicar hal ngawur seperti itu, tentu saja ia sangat menginginkan selalu bersama dengan Rendra anaknya.


"Kesalahanku, adalah memasukkan Malviano kedalam sebuah kamar yang didalamnya ada orang lain---Kau, Elena. Aku menyelidiki semua hal tentang mu, Maaf. Tapi aku harus melakukan itu, sangat riskan membiarkan seorang wanita sendirian setelah sebelumnya menghabisakan malam bersama seorang pria. aku sangat tahu resiko hadirnya seorang anak, karena kau tahu aku pun lahir karena hal tersebut, tapi kau tak perlu tau lebih lanjut sejarah mengenai kelahiran ku," jelas Kenzo kembali tertawa terbahak-bahak.


"Intinya, Kenzo takut aku memperlakukanmu persis seperti ibunya." ucap Malviano kini bersuara dengan muram.


Mendengar perkataan Malviano seketika membat tawa Kenzo menjadi hliang menguap tak bersisa. rawut wajahnya kini berubah tajam menusuk kedua mata Malviano yang juga sedang menatapnya. Elena jadi sedikit takut apakah selama ini ia hanyalah sebauh objek rasa bersalah seorang Kenzo, ataub Kenzo hanya ingin memperbaiki kesalahannya.


"Apakah kau begitu?"


"Cih, Siapa orang bodoh disini!" ucap Malviano kini memutuskan duduk diujung pingiran tempat tidur Kenzo berbaring, "jika demikian, aku tak mungkin susah-susah menyusul mereka karena kau sudah berbaik hati menyembunyikan mereka sesempurna mungkin."


"Aku hanya takut Rendra berakhir seperti aku," jelas Kenzo pasrah menerima kemarahan sodara tidak sedarah didepannya ini.


"Sekalipun aku tidak menyukai Elena, aku berjanji pada kalian bahwa aku akan mematikan Rendra tak akan pernah mungkin berakhir sepertimu, Bodoh," ucap Malviano dan langsung menggenggam tangan Elena erat dan kembali mengatakan, "tapi disini aku sadar, bahwa aku tak akan pernah melepaskan Elena maupun Rendra sampai ajalku tiba nanti, karena kau harus tahu kau melakukan hal hebat dengan menjaga dan mempertemukan mereka padaku."


Mendengar hal itu haruskah Elena semakin percaya bahwa rumah tangga mereka kini akan utuh untuk selama-lamanya. Ucapan Malviano membuatnya percaya bahwa dengan pertemuan tidak sengaja atau karena campur tangan Kenzo yang salah tapi mereka mungkin bisa menciptakan sebuah keluarga utuh dan didalamnya terdapat rasa kasih sayang, cinta, dan kebahagiaan.


Disisi lain juga Kenzo akan berusaha untuk memastikan Sodaranya ini mendapatkan keluarga utuhnya tetap sempurna seperti saat ini. ia juga akan menghancurkan siapa saja yang sudah susah payah merencanakan kehancuran kebahagian Malviano. tinggal tunggu waktu ia sembuh total, ia akan memastikan orang itu akan mendapatkan bayaran setimpal.

__ADS_1


"Jadi sekarang kau akan mengatakan siapa yang membuatmu seperti ini?" tanya Malviano pada Kenzo.


"Aku bisa mengurusnya sendiri, bodoh." balas Kenzo dengan sebuah senyuman menakutkan diwajahnya.


__ADS_2