Hallo Dad

Hallo Dad
Bab 43


__ADS_3

“Aku memang selalu


menggunakan otakku, jika tidak kita tak akan pernah bertemu karena jika otakku


tak dipakai maka aku akan mengelinding diatas tanah saat ini,” ucap Sandra yang


hanya bisa membuat terdiam, rasanya sangat pusing jika menghadapi Sandra yang


sedang mode gila seperti saat ini.


“Boleh kah aku cerita


sekarang?” ucap Elena sambil meredam rasa kesalnya.


“Tentu,”


“Malviano sudah menemukan


kami dan sekarang ia sudah berada dirumah yang Kenzo berikan pada kami sebagai


tempat tinggal ketika kami berada disini, dan sekarang yang menjadi masalah ku


adalah Malviano belum menjawab apakah ia mencari keberadaan kami atau hanya


keberadaan Rendra saja,” jelas Elena panjang kebar karena tak ingin ucapannya dipotong


Sandra oleh sesuatu yang membuatnya semakin meresa kesal.


“Jadi masalahmu adalah kau


tak yakin apakah Malviano menginginkanmu?” ucap Sandra menyimpulkan perkataannya,


dengan kata-kata yang cukup membuat hati Elena terluka.


“Walaupun kesimpulanmu


sangat kejam, tapi kau memang benar,” lirih Elena.


“Ya tuhan ternyata Mom


mertua galau akan isi hati Dad mertua,” canda Sandra menahan untuk tertawa.


“Aku hanya binggung jika


nantinya ia memilih untuk bercerai, bagaimana nantinya kehidupan kami. Ia pasti


akan membawa Rendra bersama, kau tau bahkan kemarin Rendra bahkan menempel pada


Malviano sepanjang hari,” jelas Elena.


“Kau sudah berbicara


dengan serius dengannya?” ucap Sandra yang kini benar-benar serius.


“Ketika Rendra masuk rumah sakit,


ia alergi makanan laut ternyata,” jelas Elena yang langsung melaporkan penyebab


Rendra masuk rumah sakit sebelum Sandra mengamuk padanya.


“Aku akan menginap dirumahmu


selama seminggu, itu hukuman bagimu karena kau tak memberitahuku keadaan Rendra


saat itu. Elena aku selalu bilang, jika terjadi sesuatu apalagi berhubungan


dengan Rendra aku ingin kau segera memberitahuku,” ucap Sandra penuh dengan


penekanan.


“Itu tak masalah jika kau sanggup


tinggal bersama dua pria dewasa,” tantang Elena yang tahu Sandra tak akan berani


menginap dengan pria asing satu atap dengannya.


“Curang,” ucap Sandra yang sepertinya


kecewa akan kenyataan itu.


“Jadi menurutmu aku harus bagaimana


nanti?” tanya Elena kembali kepada pertanyaan sebelumnya.


“Kau mencintainya?”


“Mencintai siapa?”


“Dad mertua tentu saja, tidak


mungkinkan ku tanya kau mencintai Hanz, atau kau memang sudah mencintai Hanz


sebagai cadangan nanti jika kalian benar-benar bercerai?” ucap Sandra.


“Katakan jika benar nantinya kami

__ADS_1


benar-benar bercerai, apakah masuk akal aku akan menikahi Hanz? Bisa gila aku,”


“Bagaimana bisa kau gila,


bukankah baik jika kali ini kau menikah dengan rasa cinta,” bantah Sandra yan


malah membuat teori luar biasa.


“Aku dan Hanz selalu bertengkar jika


bertemu, apakah mungkin bagimu jika aku dan dia menikah nantinya. Membayangkannya


saja membuatku berpikir setidaknya Malviano tidak pernah mengusikku, walaupun


akhirnya kami akan berpisah,” jelas Elena.


Perkataan panjang lebar Elena kini


membuat Sandra benar-benar terdam dan sepertinya kini ia memikirkan apa yang


terbaik bagi Elena. Walau dari ucapannya sebelumnya terdengar Sandra tidak


terlalu bijak karena terlalu fokus pada Rendra tapi ketika siapun meminta nasihat


yang serius wanita didepannya ini akan membuat pilihan yang baik dan bijak.


“Bisakah aku datang rumahmu dulu?”


tanya Sandra.


“Jawabannya?”


“AKu harus melihat dan merasakan


apa yang diingginkan Dad merta padamu,” jelas Sandra singkat.


“Aku mengerti,” ucap Elena yang kini


bersiap untuk pulang.


Sebelum pulang Sandra mengajak


Elena untuk kesebuah toko, mereka mampir untuk membeli sesuatu. Sandra hampir memborong


banyak hal hanya karena ia memberikan Rendra barang dan makanan yang belum dipunyai


oleh Rendra. Jika Elena tak mengancam akan meninggalkan Sandra, maka wanita itu


tidak akan berhenti untuk berbelanja dengan alasan Rendra memerlukannya.


“Mom sudah pulang,” sapa Rendra


begitu Elena baru saja masuk dan langsung memeluk kedua kakinya.


“Sayangku cintaku, tante datang,”


ucap Sandra yang langsung heboh mendekai Rendra untuk memeluknya.


“Rendra rinu tante,” ucap Rendra


yang kini sudah berada digendongan Sandra dan memeluk Sandra dengan erat.


“Syukurlah kau sudah pulang,”


ucap Malviano yang baru saja berlari kearah ruang tamu.


“Ia hampir saja meninggalkan


Rendra padaku, jika kau tak muncul lima menit lagi,” lapor Hanz yang rupanya


sedang duduk diruangan itu.


“Rendra yang minta Om,” protes


Rendra.


“Ya benar dua orang yang terlallu


berlebihan yang membuat seolah-olah kau sedang pergi berperang Elena,” ucap


Hanz yang kesal.


“Jika tak suka dengan yang kami bicarakan


kau bisa pergi,” ucap Malviano yang tersinggung akan perkataan Hanz yang melaporkan


begitu kekanak-kanakkannya mereka ketika Elena pergi tadi.


“Tahukah Elena mereka bahkan akan


menemui kantor kedutaan,” ucap Hanz yang terus saja melaporkan apa yang dibicarakan


Rendra dengan Malviano.


“Wajarkan kami mengkhawatirkan istri

__ADS_1


dan ibunya, kau tak akan mengerti,” bela Malviano.


“Kau,,”


“Sudahlah itu cukup,” relai Elena


yang semakin pusing akan perdebatan yang semakin hari semakin tidak penting


untuk ia dengarkan.


“Tebak tante punya apa untuk


calon suami tante yang sangat tampan ini?” ucap Sandra yang mengalihkan


orang-orang yang berada disana.


“Tante bawa coklat?” tanya Rendra


yang penasaran.


Biasanya memang Sandra tak pernah


melewatkan untuk membelikan Rendra coklat ketika bertemu dengannya. Rendra akan


mendapatkan makanan manis itu hanya dari Sandra karena Elena tak suka Rendra


terlalu banyak memakan sesuatu yang membuat giginya berlubang.


“Ya tapi kali ini tante akan


memberikannya jika Rendra menjawab apa yang tante tanyakan,” ucap Sandra yang


sontak membuat Rendra binggung tak biasanya tante kesayangannya ini memberikan


syarat ketika akan memberikan sesuatu padanya.


“Apa itu tante?” tanya Rendra


yang penasaran dan juga tak sabar ingin memakan sesuatu yang manis.


“Rendra biarkan tante duduk dulu,”


tegur Elena karena mereka terlalu asik sehingga mereka semua berdiri didekat pintu


masuk.


Mendengar itu semua orangpun


menurut dan tentu memutuskan untuk duduk disofa yang berada diruang tamu. Elena


langsung memasuki dapur untuk membaw beberapa cemilan yang tadi dibelinya dan


juga membuat jus dari berbagai buah yang masih tersedia didalam kulkasnya.


“Apa ini Mom?” tanya Rendra ketika


mendapatkan segelas jus dari Elena.


“Pisangbeku, Strawberrybeku,


Raspberrybeku, Susu cair,” ucap


Elena mengucapkan apa saja bahan yangia masukkan pada minuman mereka.


“Kau memasukkan pisang?” tanya Malviano yang langsung


menjauhkan minuman itu dari mulutnya.


“Ya memangnya mengapa?” tanya bertanya balik Elena.


“Jangan bilang kau alergi pisang,” ejek Hanz sambil meminum


hampir segelas jus yang menjadi miliknya.


“Aku tak pernah menyukainya,” ucap jujur Malviano.


“Dad pisang


itu bermanfaat untuk Meningkatkan


konsentrasi otak  Karena mengandung kalium, buah pisang bisa meningkatkan


konsentrasi untuk anak atau orang dewasa. Kalium dalam buah pisang membuat otak


dan saraf berfungsi dengan maksimal.  Buah pisang juga kaya akan magnesium


yang memainkan peran penting untuk mengirimkan sinyal di antara otak dengan


tubuh anak. Magnesium juga berfungsi sebagai penjaga reseptor


N-Methyl-D-Aspartate (NMDA), yang membantu perkembangan otak, meningkatkan daya


ingat, serta meningkatkan kemampuan pembelajaran.” Ucap Rendra menjelaskan tiada


henti tentang manfaat buah pisang pada ayahnya dan tak ingin ada satupun yang

__ADS_1


memotong pembicaraannya.


__ADS_2