Hallo Dad

Hallo Dad
Bab 19 Kabar dari Kenzo..


__ADS_3

“Sayang bisakah kau kemari sebentar.” Teriak Elena pada Rendra yang sepertinya


lagi-lagi disibukkan dengan gadgetnya.


“Sebentar Mom.” Balas teriak Rendra.


“Cepatlah sayang.”


Elena hanya bisa mengatakan hal itu dan tersenyum canggung pada orang asing yang kini


berada didepan rumah mereka. Jika saja ia bisa bahasa orang yang didepannya kini,


maka ia tak akan mengganggu apapun yang sedang Rendra lakukan. Dan untung saja


anak itu tak begitu lama menghampirinya.


“Ada apa Mom.” Ucap Rendra.


“Bisakah kau jelaskan pada orang ini, jika Mom tidak pernah memesan makanan ini.” Ucap Elena


yang sudah menjelaskan dengan susah payah bahkan menggunakan Bahasa isyarat


tetapi pria yang sepertinya salah alamat dalam mengirimkan makanan ini tetap


pada pendiriannya bahwa memang benar rumah yang dimaksud adalah rumah Elena.


Rendrapun langsung menjelaskan apa yang dimaksud oleh Elena pada orang asing tersebut


mengunakan Bahasa mereka. Pria itu langsung pergi setelah mengatakan kata “Sorry”


pada Elena, membuat Elena jengkel karena kemampuan bahasanya yang tak meningkat


bahkan ketika mereka berada dinegara ini hampir tiga bulan penuh.


“Sayang maukah kau mengajari Mom tentang Bahasa asing lagi?.” Ucap Elena yang


sebenarnya malu untuk meminta pada anaknya yang kini telah genap berusia yang


keenam.


Dua hari yang lalu Elena merayakan ulang tahun Rendra dengan sederhana, mereka kini


bukan hanya hidup berdua tetapi mereka bahkan kini berada dinegara asing. Yang bahkan


masih membuat Elena binggung untuk berkomunikasi dengan para warga sekitar yang


kebanyakan tak bisa bahasanya.


Bertepatan dengan ulang tahun Rendra kemarin, mereka hanya membeli sebuah cake dan


beberapa makanan kesukaan Rendra dinegara ini. Bukan karena Elena tidak bisa


memasak, tapi Rendra ingin memanjakan ibunya dihari ia dilahirkan. Rendra


bahkan mengerjakan semua tugas-tugas rumah bahkan memijat badan Elena pada hari


itu.


“Bisakah Mom belajar pada telepon genggam yang baru, maaf Rendra sedang membuat sesuatu.”


“Rendra bekerja lagi?” ucap Elena yang langsung marah.


“Mom Rendra hanya mengikuti hobi saja, belum tentukan Rendra menang dinegara ini.” Ucapnya


mencoba membujuk Elena.


“Kalau memang Rendra ingin begitu kenapa kita tidak pulang saja, Dad pasti akan membantu.”

__ADS_1


Ucap Elena yang mencoba untuk membuat Rendra memaafkan ayahnya.


“Bukan Rendra yang tak ingin pulang Mom.”


“Lalu?”


“Dad yang tak berusaha mencari kita.”


“Kau tahu darimana Dad tidak mencari kita?”


“Kalau mencari, Dad pasti bisa menemukan kita dengan cepat.”


“Sayang mungkin kita yang terlalu tersembunyi.”


“Mom, bukan kita yang terlalu tersembunyi tapi Dad yang kini sudah terlalu sibuk


dengan tante itu.” Ucap Rendra sedikit berteriak karena kemarahannya pada Malviano


yang sampai sekarang tak berhasil menemukan mereka.


Pada bulan pertama setelah kepergian mereka, baik Elena bahkan Rendrapun memutuskan


akan kembali pada pria itu jika ia berhasil menemukan mereka. Tapi sekarang


waktu berlalu dengan begitu cepat tak terasa tiga bulan sudah berjalan, sampai


saat ini tak akan kabar apapun yang menyatakan pencarian mereka.


Hal itu membuat Rendra menjadi sangat Marah pada ayahnya itu, ia berpendapat mungkin


memang benar hal inilah yang diingginkan pria itu yaitu kepergian ia dan juga ibunya


dari kehidup pria itu selama-lamanya. Karena sepertinya kebersamaan mereka hanyalah


kenangan sesaat tanpa adanya keterikatan yang kuat.


“Kalian baik-baik saja.” Ucap Kenzo seseorang yang menghubungi Elena.


Sejak Elena tahu tentang kenyataan Kenzo lah yang selalu berada didekat mereka untuk


menjaga mereka bahkan ketika orang itu tak langsung ikut campur. Membuat Elena sedikit


demi sedikit lebih percaya dan bergantung pada pria itu dalam apapun keputusan


dan masukkannya.


“Kami baik, Kau..”


“Aku tentu saja baik, tapi sebaliknya Malviano merasakan hal yang berbeda.”


“Aku tak mengatakan tentang..”


“Aku tahu kau akan bertanya.” Jelas Kenzo yang lagi-lagi langsung memotong perkataan


Elena.


“Memangnya apa yang terjadi?” ucap Elena yang entah mengapa jadi khawatir akan pria yang


menjadi ayah dari anaknya itu.


“Sudahku bilangkan kau akan menanyakannya?.” Ucap Kenzo sambil tertawa dengan leluconnya


sendiri.


“Lalu haruskah ku beri hadiah?” ucap Elena ketus.


“Dia selama tiga bulan ini mencari-cari keberadaan kalian, bahkan kerjasama yang dibantu

__ADS_1


oleh Harshapun ia tinggalkan begitu saja.” Ucap Kenzo yang tiba-tiba melaporkan


apa yang sedang terjadi. “Maaf aku baru menelepon kalian sekarang, sebenarnya


aku disibukkan dengan perusahaan ZRO yang hampir gulung tikar dan juga aku


tetap waspada agar Malviano tak curiga kalau aku yang membantu kalian untuk


kabur.” Tambahnya


“Benarkah?.” Tanya Elena yang tiba-tiba senang akan yang telah disampaikan oleh Kenzo, jadi


bukan dirinya sendiri yang menghayal bahwa Malviano selama ini mencari mereka.


“Ya aku membuatnya mencari dinegara lain.”


Ucapan yang dikatakan Kenzo kini malah membuat Elena ingin memukul pria yang sedang berbicara dengannya pada sambungan telepon ini, meskipun Elena sangat berhutang


apapun pada Kenzo tapi ia berjanji jika saatnya tiba ia ingin sekali memukul


kepala Kenzo walau diberikan kesempatan satu kali.


“Mengapa?.”


“Sekali-sekali aku ingin membuatnya berusaha lebih susah. Bukankah selama ini aku selalu


mempermudah semua untuknya, hingga ia berbuat hal semena-mena pada kalian.” Ucap


Kenzo yang sepertinya sangat kecewa pada perbuatan Malviano padanya dan juga


Rendra.


“Tapi kau membuat anaknya sangat marah pada pria itu.” Jelas Elena.


“Benarkah dia sangat marah.”


“Apakah aku pernah berbohong?”


“Entahlah akukan tak terlalu mengenalmu.” Ucap Kenzo yang memang benar adanya. Elena dan juga Malviano yang jelas-jelas mempunyai seorang anak saja tak jauh berbeda dengan seseorang yang hanya berpapaan dipingir jalan, apalagi hubungan Kenzo dan juga Elena?.


“Kalau kau lihat tadi bahkan Rendra sempat berteriak padaku karena aku membujuknya


hanya agar ia mengerti bahwa mungkin Malviano yang tak bisa menemukan keberadaan kami yang terlalu bersembunyi.”


“Aku mengerti, nanti jika sudah waktunya aku yakin Malviano tidak akan pernah menyakiti


kalian lagi saat itu aku yang akan mennjelaskan sendiri padanya.” Janji Kenzo.


“Ya, semoga nanti ia akan lebih mendengarkan mu.” Ucap Elena.


“Jika kalian kekurangan apapun langsung hubungi Sofia sebagai penggantiku, ia akan


memberitahukan padaku secepatnya.” Ucap Kenzo yang sepertinya akan menghentikan


pembicaraan mereka pada telepon genggam.


“Terimakasih sekali lagi kuucapkan untuk semua yang kau lakukan pada keluargaku.” Ucap Elena


tulus.


“Kalian hanya perlu bahagia, itu cukup untukku.” Ucap Kenzo.


Setelah panggilan telepon mereka terputus, Elena hanya bisa menghela nafas berat baik


kabar baik yang disampaikan oleh Kenzo maupun apa saja yang telah pria itu


lakukan untuk keluarganya kini membuat Elena berdoa semoga Kenzo bisa

__ADS_1


mendapatkan hal yang lebih baik dari apa yang telah ia lakukan untuk orang lain.


__ADS_2