Hallo Dad

Hallo Dad
Bab 24


__ADS_3

Hari ini adalah jadwal Elena berbelanja untuk kebutuhannya memasak, ia kini sedang berada di depan tempat-tempat sayuran yang berada di dalam syalayan ini. Saat ini ia sedang mengambil plastik untuk memasukkan sayur yang dia inginkan.


“Kau yakin memasukkan wortel sebanyak itu?” Ucap seseorang yang tiba-tiba bersuara arah belakang Elena, membuatnya melonjak kaget dan menjatuhkan semua yang berada ditangannya.


“Bukankah kau sudah menyukai sayuran ini?” Tanya Elena sambil memunggut apa yang sudah dijatuhkannya.


“Tapi haruskah setiap hari aku memakannya?” Tanya orang tersebut yang kini memutuskan untuk mengikuti Elena, sepertinya ia ingin membericarakan apa yang harus dimakannya selama ia menumpang dirumah wanita yang merupakan ibu dari anak yang membantunya.


“Kau bisa memesan makanan dari tempat lain jika tidak suka.” Ucap Elena.


“Aku lebih suka masakanmu.” Orang itu mengakui dengan jujur.


“Kalau begitu diam jangan banyak protes.” Ucap Elena yang entah mengapa bisa berbicara sedekat ini dengan Hanz, yang merupakan sosok yang berada dibelakangnya, yang sedang menghela nafas pasrah karena harus menerima apa yang akan ia makan kedepannya.


“Kalau begitu bisakah kau tambahkan ikan dalam menu makan siang kita hari ini?” Tanya pria itu penuh harap.


“Mengapa?” Ucap Elena yang sebenarnya menghindari memasak hal itu.


“Aku sebenarnya menyukai banyak-banyak.” Ucap Hanz sambil mengaruk belakang kepalanya.


Entah mengapa Elena hanya bisa terdiam melihat tingkah Hanz yang seperti menunggu untuk sebuah jawaban yang akan merubah hidupnya. Jika Elena terlalu banyak nonton film romance, suasana didepannya lebih terlihat sang pria yang sedang menunggu jawaban pernyataan dari ungkapan cintanya.


“Aku sebenarnya takut memegang ikan mentah.” Ucap Elena dan langsung meninggalkan Hanz.


Elena pergi karena tak ingin Hanz balas dendam dengan perbuatannya yang secara tidak langsung memaksa pria itu untuk memakan makanan yang tidak disukainyai.


Sebenarnya Elena hampir bisa mengusai segala jenis masakan, tapi ia akan langsung menolak jika diharuskan berhadapan dengan ikan apalagi bentuknya masih hidup.


Setelah memastikan semua bahan yang diperlukannya masuk dalan trolli. Elena langsung berjalan mendekati kaisr untuk menghitung semua yang telah dibelinya.

__ADS_1


“Ini.” Ucap Elena menyerahkan kartu atm yang diberikan Kenzo sebagai alat untuk transaksi jual beli selama ia berada dinegara ini pada kasir, sebelum pelayan itu mengatakan sesuatu yang tak dimengerti olehnya.


“Use this card.” Ucap Hanz menyerahkan kartu atm miliknya.


“Tapi...” Ucap Elena.


“Sebagian besar adalah makananku.” Ucap Hanz sambil tersenyum.


Dan m tentu saja diiyakan oleh Elena dalam hati, sebenarnya ia ingin sekali menyatakannya dengan keras. Tapi ketika melihat nominal angka yang ditawarkan pada Rendra sebagai bentuk kerja sama mereka, Elena tak berani terlalu menyinggung atasan Rendra didepannya ini.


“Thank you.” Ucap Elena pada kasir, ia berani mengucapkan hal itu karena ia merasa sangat sempurna mengatakan hal itu.


Elena sebenarnya aneh berbelanja bahan makanan berdua saja dengan seseorang yang notabennya adalah seorang pria dewasa dan juga bukanlah salah satu dari bagian keluarganya.


Ia terpaksa pergi dengan Hanz berdua dikarenakan Rendra yang mendadak sakit perut, mengakibatkan Elena perlu membeli bahan makanan dan juga Elena tak mungkin pergi sendirian karena terbatasnya bahasa yang dikuasainya dinegara ini.


Dulu pernah Elena nekat pergi berbelanja sendiri, yang terjadi adalah Elena sempat hampir mendekam di kantor polisi karena ia disangka orang-orang sekitar adalah imigran gelap.


“Hei...” Hanz terkejut melihat Elena langsung berjalan dengan cepat menjauhi dirinya.


Sebenarnya Elena tak bermaksud untuk jauh-jauh dari seseorang yang dikenalnya selama ia berada dinegara orang, akan tetapi Hanz membawa ikan hidup ditangannya yang sudah berada rapih didalam sebuah plastik.


“Kau tak bisa pulang dengan selamat jika jauh-jauh dariku seperti ini.” Ucap Hanz dengan nada yang penuh dengan tawa tertahan.


Elena mengendus hidungnya karena merasa kesal dengan apa yang diucapkan oleh Hanz adalah kenyataan. Laki-laki itu sudah mengetahui cerita lengkap Elena tentang pengalaman yang hampir masuk kantor polisi.


Reaksi pria itu bahkan membuat Elena ingin sekali membunuh seseorang jika ia tak takut untuk kembali kekantor polisi kembali, akan tetapi Hanz masih hidup karena ia tak akan pernah mau untuk memasuki tempat itu apapun alasannya.


“Bisakah kau jauhkan tanganmu.” Ucap Elena setelah Hanz berhasil menyusulnya, ia terpaku pada tangan Hanz yang kesusahan karena makhluk dalam plastik yang dibawanya memberontak.

__ADS_1


“Ini hanya ikan.” Jelas Hanz yang tak mengerti dimana letak ketakutan Elena terhadap sesuatu yang nantinya akan mereka makan.


“Tapi kau membawa yang masih hidup.” Jawab Elena yang tak terima perkataan Hanz.


“Akan terlalu lama untuk membersihkan ikan jenis ini, bukankah kau tak ingin membuat Rendra menunggu lebih lama?” Ucap Hanz memberikan pilihan atas pilihan makanan yang ingin dimakannya.


“Sudah kubilang aku tak bisa memasaknya, lalu untuk apa kau membeli makhluk itu.” Debat Elena kembali sambil menujuk plastik yang semakin keras memberontak ditangan Hanz.


“Tak sulit cukup masukan pada minyak, aku sangat suka ikan goreng.” Tawar Hanz yang tak ingin melewatkan masakan kesukaannya.


“Aku bahkan tak berani untuk memenggangnya, bagaimana nantinya apakah kau bermaksud makhluk itu akan langsung masuk minyak panas tanpa kita bersihkan dulu apa yang berada didalamnya.” Jelas Elena yang masih tak terima apa yang nantinya harus dilakukan pada makanan yang diinginkan Hanz.


“Akan kucoba untuk membersihkannya.” Ucap Hanz menawarkan setengah hati, sepertinya Hanz pun tak bisa melakukan hal tersebut.


“Kenapa kau harus repot-repot sih, uangmu kan banyak mengapa kau tak memesan yang sudah jadi saja.” Gerutu Elena.


“Jika saja Robert ada, maka tak susah untuk melakukannya.” Jelas Hanz menunduk malu.


Ya ingin ketika Robert akan meninggalkan bos besarnya ini, sesuatu hal lucu juga terdengar oleh Elena. Ternyata Robert berpesan padanya jangan sampai bosnya ini memesan makan ditempat lain.


Robert mengatakan Hanz mungkin akan memprotes kokinya langsung, karena telah memasakan makanan yang mungkin tak sesuai dengan apa yang diharapkan terhadap rasa yang diinginkannya.


Ya Hanz persis seperti anak kecil yang akan protes pada siapapun yang membuatnya kecewa. Robert hanya takut nantinya bos besarnya ini akan membuat koki yang dimaksud kehilangan pekerjaannya.


“Baiklah aku hanya bertugas dalam mengecek apakah makhluk itu sudah matang atau belumkan” ucap Elena yang sudah menyerah.


“Tentu.” Ucap Hanz yang kini tersenyum penuh kebahagian karena telah berhasil membuat Elena menyetujui keinginnannya


“Jadi bisakah kita pulang sekarang?” Tanya Elena yang sebernya sudah lelah berdebat sambil berdiri dipingir jalan seperti saat ini.

__ADS_1


“Elena.” Terdengar suara seorang laki-laki dari arah belakang Elena.


__ADS_2