
"Maaf, bukan maksudku tak ingin membantunya. Tapi jika kau tak mendatanggani ini, aku jelas tak akan bisa berbuat apapun." ucap seorang pria terlihat sangat frustasi pada Malviano.
"Bukankah kalian dulu adalah sahabat." ucap Malviano pada pria berjas berprosesi seorang dokter.
"Ya, tapi surat ijin ku akan dicabut jika menentangnya. kau tau sendiri sepak terjangnya, kalian sama-sama dibidang yang sama kan." jelas dokter itu pada Malviano terlihat sangat menderita ketika mengatakan hal itu.
"Apa kalian yakin bisa melihat sahabat kalian mati, sedangkan kalian bisa menyelamtkannya?"
"Itu juga berlaku untukmu, kau tinggal tanda tangan dan pastikan ketika Kenzo bangun ia tak akan mendekati Danita lagi," jelas dokter muda itu.
"Tapi bagai jika nanti Kenzo bangun dan bunuh diri karena cintanya direngut oleh sahabatnya sendiri,"
"Setahuku, Kenzo tak senekat Arion. Ia pasti sangat mengerti kekanak-kanakan Arion saat ini. kini kau harus mengalah demi menjadi adik berbakti dengan menandatanggani ketas sialan itu, dan biar aku membantu menolong nyawa sahabatku." jelas dokter seumuran Kenzo dan Malviano.
Tanpa banyak berkata apa-apa lagi Malviano langsung menandatanggani sebuah kertas dan langsung memberikan pada seorang dokter didepannya. Sebuah senyuman kini tersirat diwajah dokter muda itu yang kini langsung memerintahkan beberapa orang disekitarnya. Terlihat dari orang-orang yang langsung sibuk menyiapkan ruang operasi dan juga memasukkan Kenzo kedalam ruangan tersebut.
"Dad, Siapa?" tanya Rendra mewakili rasa penasaran Elena dan Ibu Kenzo yang sejak tadi hanya bisa terdiam diantara perdebatan dua orang pria.
"Dokter Nata, Dokter muda terhebat saat ini." jelas singkat Malviano.
"Lalu tadi kau menandatangani apa?" tanya ibu Kenzo tak mengerti mengapa bukan ia yang melakukannya surat kuasa untuk penanggan tindak operasi.
"Bu, jika Kenzo sadar dan malah menghajar Vian maukah ibu membela Vian?"
"Memangnya kenapa?"
__ADS_1
"Tadi itu surat perjanjian agar Kenzo tak dekat-dekat dengan istri orang, Bu."
"Astaga apakah selama ini anak kesayangan ibu menyukai istri orang?" ucap ibu terlihat begitu terluka dengan nasib anak perjakanya.
"Vian juga ga yakin Bu, karena seingat Vian wanita yang dicintai Kenzo bukan bernama Danita, tapi tadi Dokter Nata tetap pada pendiriannya bahwa ia tidak akan melakukan tindak operasi jika Vian tidak setuju menandatanggi surat agar Kenzo menjauh dari kehidupan seorang perempuan bernama Danita itu, Bu."
"Apakah Dokter Nata sangat mencintai perempuan bernama Danita, sehingga menelantarkan sahabat sekarat seperti saat ini," ucap ibu Kenzo yang sebelumnya mendengar bahwa ia adalah sahabat putranya.
"Dokter Nata hanya suruhan Arion, Bu."
"Arion? Arion sahabat Kenzo. sepertinya memang Kenzo yang harus mengalah." ucap ibu Kenzo sambil menghela nafas.
"Oma, mengapa Om Kenzo harus mengalah,"
"Oma!"
Elena tak begitu yakin seperti apa jelasnya penerimaan Ibu terhadap ia dan Rendra. walaupun Ibu bukanlah ibu kandung dari pria berstastus suaminya, tetapi Ibu tetap lah sosok seorang ibu yang sangat berjasa bagi Malviano sebesar ibu kandung suaminya. Ibu memanglah hanya ibu pengganti bagi Malviano yang sejak kecil sudah menjadi sebatang kara karena suatu kecelakaan menimpa anggota seruluh keluarga suamiya.
Mendengar penjelasan singkat pertemuan Malviano dengannya hingga menghasilkan Rendra saat ini, tak membuat wanita itu mencela bahkan membenci Elena, Rendra maupun Malviano. Ibu hanya berpesan singkat pada mereka, bahwa sebuah keluarga akan sangat utuh jika didalamnya terdapat komunikasi yang terjalin dengan jujur, kepercayaan dan juga saling mendukung satu sama lainnya.
"Begini cucu Oma paling ganteng sedunia, Arion-- maksud Oma, begini Om Arion itu sebenarnya sahabat Om Kenzo. Oma dulu juga sering bertemu dengannya, anak itu sangat baik dan setia kawan hanya saja satu sifatnya yang jelek, dan tentu saja Rendra tak boleh mencontoh ya! Om Arion itu pada dasarnya tak pernah membiarkan orang-orang berbuat hal-hal yang bertentangan dengan kehendaknya." jelas Ibu panjang lebar pada Rendra.
"Tapi mengapa harus Om Kenzo yang mengalah?" tanya Rendra masih belum memaham maksud dari perkataan Ibu.
"Om Arion akan berbuat apa saja demi terwujud keinginannya, walaupun ia harus menghancurkan sahabatnya sendri," jelas Malviano terdengar sangat geram ketika mengatakannya.
__ADS_1
"Dad mengenalnya juga?"
"Tentu, Rendra tak lupa kan dengan Om Arion satu-satunya pemilik The Great Compani."
"Tentu saja," teriak heboh Rendra mendengar salah satu perusahaan favoritnya, menurut Elena Arion adalah salah satu idola bagi anaknya. "tapi apakah sifatnya seburuk yang dikatakan Oma, ya Dad?"
"Dad, tak terlalu mengenalnya karena permintaan Om Kenzo. tapi Dad sepertinya kini tidak terlalu menyukai pria arogan itu," jelas Malviano.
"Sudahlah, sekarang sebaiknya kita berdo'a semoga kali ini Kenzo akan segera membaik. karena menurutmu Dokter Nata adalah dokter terbaik saat ini." ucap Ibu mengakhiri berbincangan tentang Arion.
Dan memang benar, Malviano tak salah mendatangkan Dokter Nata walaupun harus melakukan beberapa hal yang tak masuk akal. seperti menjemput dokter muda itu langsung ke sebuah Rumah Sakit besar, kabarnya Malviano membayar beberapa dokter untuk menggantikan tugas Dokter Nata di Rumah Sakit sana hanya karena ia meminjam Dokter Nata beberapa jam untuk melakukan operasi darurat pada Kenzo.
Pengorbanan Malviano juga bukan hanya dari sisi harta, akan tetapi pri aitu juga harus berusa membuat Kenzo harus menjauhi wanita yang mungkin sangat dicintai sodaranya itu. karena ia terlanjur menandatanggani surat perjanjian tersebut. ia harus siap mendapatkan kebencian dari sodaranya itu hanya karena kenginan untuk menyelamatkan nyawanya.
"Ibu pasti bantu Vian kok." ucap Ibu sambil mendekat menenangkan Malviano yang terlihat jelas sangat kalut walaupun keadaan Kenzo kini sudah pindah keruang rawat inap.
"Tapi Vian, engga yakin kali ini Kenzo mengerti, Bu," jelas Malviano frustasi membayangkan kemarahan Kenzo padanya.
"Kenzo bukan anak kecil lagi, dan Ibu yakin Kenzo pasti sangat iklas melepas wanita yang dicintainya karena wanita itu kini berada ditangan yang tepat," jelas Ibu telihat sangat percaya bahwa Arion adalah salah satu pria paling bisa diandalkan didunia ini untuk urusan melindungi dan tentu saja menyanggi wanita idamannnya.
"Tapi Bu..."
"Sudahlah sekarang lebih baik kamu pulang, kasian anak sama istrimu harus tertidur dikursi sempit itu dari tadi." ucap Ibu masih sempat-sempatnya mengkhawatirkan keadaan orang lain.
Tak ingin membantah lebih jauh, Malviano segera membangunkan Elena dan mengendong Rendra untuk segera pulang. kini ia juga harus mengistirahatkan tubuhnya, karena keadan Kenzo yang berangsur membaik setelah mendapatkan perwatan dari dokter Nata. tak salah ia membujuk pria itu untuk menanggani Kenzo walaupun dengan imbalan sangat banyak, bahkan bagi dirinya yang termasuk kedalam golongan orang berada.
__ADS_1