Hallo Dad

Hallo Dad
Bab 8 Bujukan.


__ADS_3

Elena memutuskan untuk pulang membawa Rendra bersamanya sebelum wanita yang menghampiri meja mereka


benar-benar mengeluarkan amarahnya. Kini ia tahu Malviano sepertinya sudah


mempunyai seseorang yang akan menjadi pendampin hidupnya.


“Mom..”


“Ya sayang?”


“Tante yang tadi..?”


“Mom tak tahu sayang, maaf.”


“Apakah ia Pacar Dad?”


“Memangnya kau tahu arti kata pacar?”


“Tentu saja.”


“Benarkah?”


“Pacar adalah seseorang yang nantinya akan hidup bersama-sama sampai akhir usia.”


Jelas Rendra yang membuat Elena tak bisa lagi mengukur seberapa cerdas anaknya ini.


“Kalau yang itu arti dari sepasang suami istri sayang.” Jelas Elena.


“Bukankah Pacar nantinya juga menjadi suami dan istri juga, jadi penjelasan Rendra


benarkan.”


“Seorang pacar bisa saja berganti jika mereka belum berjodoh.”


“Benarkah?”


“Ya mereka masih bebas untuk memutuskan berpisah, karena walau bagaimanapun mereka belum terikat secara kuat seperti ikatan sebuah pernikahan sayang.”


“Apakah jika mereka menikah mereka akan selalu bersama dan mempunyai seorang anak?”


“Maksud Rendra, mereka siapa?”


“Tentu saja Dad dan tante tadi.”


“Kalau itu Mom tak mengetahuinya sayang, bukankah kita baru saja bertemu Dad, kita tak mengetahui apakah Dad sudah mempunyai sebuah hubungan dengan orang lainnya.”


“Tadinya Rendra kira dengan kita bertemu Dad, Mom dan Dad akan terus bersama seperti


Ayah dan Bunda teman-teman Rendra lainnya.” Ucap Rendra sendu.


“Mom minta maaf sayang, sepertinya Dad dan Mom tidak akan bisa menjadi seperti yang


Rendra inginkan.” Ucap Elena yang kini memeluk Rendra.


“Rendra hanya ingin Mom dan Dad.”


“Mom dan Dad tidak seperti Ayah dan Bunda teman-teman Rendra, bukan berarti Rendra


tak memilikinya. Rendra tetap bisa memiliki Mom dan juga Dad, hanya saja Mom


dan juga Dad mungkin tak bisa menemani Rendra pada waktu yang sama.”


“Benarkah.”


“Rendra tinggal meminta Mom atau Dad jika Rendra sedang ingin bersama.”


“Mom janji?”


“Yah Mom janji, apapun yang Rendra inginkan selama hal itu bisa Mom berikan pasti


Mom akan kabulkan.”


“Terimakasih Mom.”


Percakapan itu menjadi akhir dari hari yang cukup melelahkan bagi Elena, Rendra akhirnya


jatuh tertidur dengan pulas. Sementara Elena sibuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan


apa yang terjadi dengan Malviano, apa hubungan Malviano dengan seorang wanita


yang sepertinya tadi hampir melabraknya.

__ADS_1


Elena jadi merasa bersalah pada Malviano jika saja keberadaan ia dan juga Rendra


menjadi perusak hubungan apapun yang sedang dijalani Malviano dengan wanita tadi.


Elena bertekad akan membawa Rendra menjauh dari kehidupan Malviano jika


hubungan Malviano dan wanita tadi rusak karena keberadaan mereka.


***


“Elena bisakah kau kemari?” ucap Malviano yang tiba-tiba saja menelepon Elena disiang


hari, dengan nadanya terdengar begitu panik.


Sejak tadi pagi memang Rendra berada dengan Malviano seperti kebiasaan sebelum mereka


bertemu dengan seorang wanita di sebuah restoran. Rendra kembali bersama Malviano


seperti biasa dengan kedatangan Liam yang siap menjemputnya dipagi hari.


Tak ada penjelasan apapun tentang sosok wanita yang hampir melabrak Elena jika


mereka tidak buru-buru pulang. Dan yang terpenting keamanan dan juga tak adanya


perubahanan sikap Malviano pada Rendra membuat Elena menjadi semakin


bertanya-tanya sosok wanita itu.


Tapi kini tiba-tiba saja Elena mendapatkan sebuah telepon dari Malviano yang


membuatnya begitu panik. Setelah mengatakan padanya untuk datang menemui Malviano


yang sepertinya berhubungan dengan anaknya Rendra, Elena langsung pergi meninggalkan


pekerjaannya yang sebenarnya ia minta dengan susah payah pada Sandra.


Sandra akan mengerti keadaannya, apalagi ini ada hubungannya dengan calon masa


depannya. Memikirkan perkataan konyol Sandra akan hal itu membuat perjalanan


Elena berjalan begitu cepat. Ia langsung pergi keruangan Rendra yang terakhir


kali ditunjukkan padanya.


keberadaannya yang dengan pakaian yang terlalu mencolok untuk berada disana. Jika


saja ia sedang tidak terdesak dengan keadaan Rendra, Elena yakin tak akan


pernah menginjakkan kaki diperusahaan besar ini dengan pakaian yang sedang dikenakannya


kini.


“Rendra.” Ucap Elena ketika memasuki ruangan yang terdengar suara seorang anak yang


sedang menanggis tersedu-sedu.


“Akhirnya kau sampai juga.”


“Dia kenapa?” ucap Elena yang mendekat untuk menggendong Rendra yang masih saja


menanggis sambil menyembunyikan kepalanya pada leher Elena.


“Itu…”ucap Malviano yang sepertinya tak bisa menjelaskan apa yang terjadi pada anaknya,


sehingga menanggis begitu kencang.


“Bos memaksanya untuk pergi ke dokter gigi.” Ucap Liam yang menjelaskan apa yang


sebenarnya sedang terjadi, ia tak ingin membuat Elena berpikir yang tidak-tidak


tentang apa yang sebenarnya bosnya lakukan pada anak mereka.


“Memangnya kenapa ia harus kesana?” ucap Elena yang mengerti keenggannan anaknya terhadap dokter gigi.


“Gigi susunya sudah goyang, ia sangat kesakitan ketika mengunyah makanan yang masuk kedalam mulutnya.” Ucap Liam.


“Benar aku hanya mengajaknya pergi ke dokter gigi karena aku tak ingin dia kesakitan ketika mengunyah makanan yang akan masuk keperutnya.” Jelas Malviano yang sepertinya sekarang mulai berani menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


Kini Elena mulai mengerti apa yang sebenarnya terjadi, lalu kini ia berjalan pada


sebuah sofa untuknya duduk. Menggendong Rendra bukanlah sesuatu yang bisa Elena

__ADS_1


tahan untuk waktu yang lama, karena walaupun masih kecil tapi anak yang berusia


lima tahun tentu tak seringgan anak usia satu bulan.


Setelah mendudukkan diri dengan Rendra masih menempel pada tubuhnya, Elena mencoba


melepaskan pelukan erat padanya agar ia bisa berbicara pada anaknya yang tangisannya


kini sudah agak reda.


“Sayang, mengapa menanggis.”


“Dad” ucapnya singkat karena nafasnya yang terdengar masih menyisakan sisa-sisa tangisannya.


“Bukankah Rendra dulu pernah berjanji pada Mom?” ucap Elena yang mencoba menggali ingatan


Rendra.


“Tapi bukakah masih minggu depan kita akan kesana Mom.”


“Dokter Fifi sudah mengatakan untuk mencabutnya jika memang sudah goyangkan.”


“..”


“Sayang kau tak ingin makan hamburger?”


“Sangat ingin Mom.” Ucap Rendra yang sepertinya mulai terpancing dengan bujukkannya.


“Tapi apakah Rendra bisa memakannya jika gigi Rendra sakit?”


“…” Rendra hanya menggelengkan kepalanya.


“Jadi kita akan bertemu Dokter Fifi hari ini.” Ucapan Elena terdengar seperti


keputusan yang tak mungkin bisa Rendra tolak.


“…” Rendra masih saja menggelengkan kepala.


“Jadi Rendra tak akan pernah makan hamburger?”


“A….rium..” ucap Rendra pelan.


“Apa? Mom tak bisa mendengar jika Rendra hanya bergumam.” Ucap Elena yang benar-benar


tak bisa mendengar apa yang diucapkan oleh Rendra.


“Aqu….rium.”


“Sepertinya ia mengatakan Aquarium.” Ucap Liam yang sepertinya mempunyai pendengaran yang


sangat tajam, sampai-sampai Elena yang berada didepannya saja tak mendengar


dengan jelas apa yang diucapkan oleh Rendra.


“Kita akan kesana pulang dari dokter gigi.” Ucap Malviano yang begitu mudahnya


menyetujui syarat yang diberikan oleh Rendra jika mereka pergi ke dokter gigi.


“Bersama dengan Mom dan juga Dad.”


“Tapi Mom tidak.”


“kalau begitu tidak usah saja.” ucap Rendra yang tiba-tiba mengatakan dengan keras.


“Tentu kita akan pergi kesana setelah kau selesai menemui dokter gigi” ucap Malviano


yang tak ingin membuang waktu lagi apalagi mendengar tanggisan Rendra yang


sepertinya kesakitan karena tak bisa mengunyah makanannya.


Mendengar itu tentu saja Elena harus mau ikut bersama dengan Malviano untuk menemani


Rendra ke dokter gigi dan juga setelahnya pergi menuju tempat wisata Aquarium.


Sebenarnya Elena ingin sekali menolak, karena ia masih sedikit takut jika wanita yang


kemarin memperogoki mereka kembali. Karena sepertinya jika yang pertama ia bisa


kabur dari amukkannya ia tak yakin aka nada kesempatan lainnya.


Tapi demi kesehatan Rendra sepertinya Elena harus mengalah, apapun yang terjadi nanti,

__ADS_1


Rendra tetap akan menjadi yang paling utama bagiya.


__ADS_2