Hallo Dad

Hallo Dad
BAB 22 Keinginan yang sudah lama terpendam


__ADS_3

“Aku ingin sebuah pesawat pribadi atas nama Elena.” Ucap Rendra.


Apakah telinga Elena kini bermasalah, jika benar maka perkataan Rendra yang meminta pesawat atas namanya mungkin hanya hayalannya semata. Tapi ketika melihat respon Hanz yang seperti mempertimbangkan permintaan Rendra membuatnya mempercayai pendengarnya yang masih baik-baik saja.


“Kau ingin pesawat jenis apa?” Ucap Robert langsung bersemangat ketika mendengar permintaan Rendra yang seperti tidak cukup sulit bagi mereka.


“Mom ingin yang seperti apa? Tanya Rendra pada Elena.


Pertanyaan yang membuat merasa kalau ia sedang ditanya model sepatu apa yang ingin ia pilih. Membuat Elena merasa hidupnya menjadi luar biasa setelah ia melahirkan Rendra.


Anak itu tak pernah bisa ia tebak apa yang akan dilakukannya, yang terkadang membuatnya senang seperti sekarang. Tapi juga terkadang membuatnya takut hal seperti ini malah akan menyulitkan mereka nantinya.


“Sayang, kita tak punya ruangan untuk menyimpan hal tersebut.” Ucap Elena berusah tak menyinggung perasaan anaknya.


“Hal itu bisa kami atur, kau tinggal pilih saja ingin yang seperti apa?” Ucap Hanz yang juga tak mempersalahkan permintaan Rendra yang menurut Elena adalah sesuatu yang luar biasa.


Memang benar Elena dahulu selalu bercita-cita bisa menerbangkan pesawat sendiri, bahkan ia juga bermimpi memilikinya. Tapi dengan keadaannya yang dulu bahkan hingga saat ini semua hal tentang pesawat ia sudah kubur dalam-dalam.


Menaikinya saja Elena hanya pernah satu kali seumur hidupnya, yaitu pada saat mereka datang ke negara ini. Itupun karena semua yang sudah direncanakan dan juga dibiayai oleh Kenzo.


Jika saja Rendra bukan anak dari Malviano dan juga Malviano bukanlah teman Kenzo, mungkin Elena tak akan pernah mendapat kempatan untuk menaiki pesawat terbang seperti mimpinya dulu.


“Mom..” ucap Rendra yang menyadarkan Elena dari lamunannya.


“Ibumu mungkin binggung ingin yang seperti apa?” Ucap Robert yang tiba-tiba menyimpulkan keterdiaman Elena.


“Aku tidak...” ucap Elena yang ucapannya tiba-tiba dipotong oleh Hanz.


“Tak perlu terlalu banyak berfikir, kau boleh memiliki lebih dari satu kalau kau mau.” Ucap Hanz yang memberikan tawaran lebih gila lagi.

__ADS_1


Elena tiba-tiba merasa aneh, apakah ini semua hanya hayalannya saja. Tuhan jika waktu Elena sudah dekat, ia hanya ingin meminta apapun yang akan terjadi padanya, biarkan Rendra nanti menjalani kehidupan dengan penuh dengan kebahagiaan.


“Om, aku ingin satu sejenis heli.” Ucap Rendra yang sepertinya sangat menginginkan juga kendaraan udara untuknya sendiri.


“Sebelum kita memesannya, bisakah sebelumnya kita berbicara terlebih dahulu.” Ucap Hanz yang tiba-tiba menunjukkan wajah yang serius.


“Om ingin bicara apa?” Jawab Rendra yang juga menunjukkan wajah yang serius, walaupun pipi gempal has anak-anak tak akan bisa menutupi umurnya yang masih kecil.


“Bisakah kita makan terlebih dahulu.” Ucap Hanz sambil mengelus-elus perutnya, membuat Robert merasa bersalah karena tidak memerhatikan kebutuhan bos besarnya.


“Maaf, aku melupakan karena bos yang sangat bersemangat untuk langsung datang kerumah ini.” Ucap Robert menyuarakan rasa bersalahnya.


“Kalian ingin makan apa?” Ucap Elena yang langsung memikirkan makan apa yang bisa dibuatnya.


Untuk ukuran orang-orang asing seperti Hanz dan Ribert sepertinya masakan dari negaranya bukan pilihan yang tepat. Tapi untuk olahan masakan dari negara yang mungkin Hanz dan Robert berasal apakah Elena sangup membuatnya?.


Mendengar itu membuat Elena langsung merasa lega. Nasi goreng adalah masakan yang paling dikuasai olehnya karena baik bahannya yang menyesuaikan bahan-bahan yang ada, maupun cara membuatnya pun sangat mudah.


Elenapun langsung memasuki dapur untuk membuat nasi goreng, ia memasukkan ayam, udang, sedikit sayur-sayuran, dan juga bumbu andalannya. Lima belas menit ia menumis hingga kini tersedialah nasi goreng andalannya.


Ia menyajikan didepan meja yang sudah terisi oleh Hanz, Robert dan juga Rendra yang sejak menunggunya memasak sepertinya disibukkan oleh percakapan tentang game ataupun pesawat.


“Om harus makan yang banyak, nasi goreng buatan Mom adalah makanan terenak sedunia.” Ucap Rendra ketika Elena selesai menyajikan makanan bagi semua orang yang berada disana.


“Kau tak alergi seafoodkan?” Tanya Elena yang merasa bersalah karena seharusnya ia menanyakan terlebih dahulu sebelum membuatnya.


“Bos tidak mempunyai alergi apapun, tapi ia sangat benci wortel.” Ucap Robert mengatakan kenyataan ketika melihat makanannya yang terdapat sayuran jenis itu dipiringnya.


“Om wortel itu bagus untuk kesehatan mata.” Protes Rendra yang langsung membuat Hanz langsung menyipitkan matanya pada Robert.

__ADS_1


Sementara Robert hanya bisa tersenyum senang melihat bosnya yang kini terlihat pasrah menyuapkan wortel makanan yang selalu dibencinya yang kin harus dimakannya.


“Kau ingin aku memisahkan wortelnya.” Ucap Elena yang tak tega melihat Hanz yang langsung menunjukkan wajah yang pucat ketika akan menyuapkan makanan pada mulutnya.


“Bukankah Mom selalu bilang bahka kita dilarang memilih-milih makanan, apalagi sayuran yang sangat bagus untuk kesehatan tubuh kita.” Rendra yang tak terima dengan perkataan ibunya pada Hanz.


“Sayang..” Ucap Elena yang sebenarnya tak tahu harus mengatakan apa untuk pembelaan atas apa yang dikatakannya pda Hanz.


“Om akan memakannya tentu saja.” Ucap Hanz yang langsung memasukkan nasi goreng kemulutnya dan mengunyahnya dengan cepat sebelum menelannya.


Robert yang tak mempercayai penglihatannya kini merasa takjud, Bosnya kini rela memakan wortel hanya karena mendengar perkataan dari Rendra. Apakah kini ia harus bertanya pada Rendra agar selalu bersamanya hanya agar Bosnya lebih mudah ia tangani.


“Kau benar ini makanan yang sangat enak.” Ucap Hanz yang menyadari rasa yang diciptakaan oleh masakan Elena yang membuat rasa wortel tidak terasa buruk dilidahnya.


“Wortel memang enak Bos.” Ucap Robert yang sebenarnya sudah menyerah membujuk Bosnya agar mencoba memakan sayuran wortel.


“Tapi ini benar-benar enak.” Ucap Hanz yang tak terima perkataannya yang sepertinya diragukan oleh asisten pribadinya itu.


“Cobalah om.” Ucap Rendra kini langsung berkata pada Robert, yang terlihat ragu menyendokkan masakan Elena ketika melihat wortel didalamnya.


Seperting karena terlalu sering bersama Hanz yang tidak menyukai wortel, membuatnya juga menghindari makanan tersebut.


Tapi Mendengar perkataan Hanz, membuatnya penasaran dengan makanan didepannya. Yang menurut penglihatan Robert sangat biasa, ia bahkan sangat sering memakan berbagai makanan dari hampir seluruh dunia.


Tapi mengapa Bosnya yang biasanya sangat membuatnya pusing ketika memilih menu untuk makanannya, kini malah memuji masakan yang biasa seperti ini.


Bahkan sebelumnya Bos didepannya kini, biasanya langsung membuang makanannya. Ia sangat berbuat demikian jika ia melihat sedikit saja sesuaty yang berbentuk wortel didalam makanannya.


Tapi mengapa pria itu malah menyuapkan makan yang terdapat wortel itu dengan suka rela?. Apakah mungkin yang namanya nasi goreng itu memang sangat enak?

__ADS_1


__ADS_2