Happy Ending?

Happy Ending?
Episode 1 "Hari Sial"


__ADS_3

Di pagi hari, aku berangkat ke sekolah seperti biasa. Aku sedikit takut menghadapi hari ini, karena setiap hari aku selalu terkena masalah. Aku hanya perlu menyiapkan mental ku untuk menghadapi hari ini. Tak terasa aku bisa bertahan di sekolahan ini, walaupun setiap hari aku selalu di ganggu oleh trio baji**an itu. aku masih belum tahu alasan mereka menggangguku.


Sesampainya di sekolah aku merasa gugup kenapa hari ini di gerbang sekolah terasa sangat ramai. Padahal aku berniat untuk datang lebih siang agar di gerbang sekolah tidak terlalu ramai orang-orang. Aku selalu takut ketika di tempat yang ramai, entah kenapa setiap aku berada di tempat yang ramai aku selalu merasa seperti banyak orang yang melihatku, aku juga merasa mereka seperti membicarakan ku. Perasaan ini sangat mengganggu aktivitasku, entah ini nyata atau hanya perasaanku saja.


Aku langsung bergegas menuju kelas, aku berjalan sambil menundukan kepalaku karena aku sangat tidak percaya diri. Saat aku berjalan menuju lantai ke dua, aku dicegah oleh orang yang suka menindas ku yaitu Adira, Cindi, dan Silvi. Mereka menatapku dengan tatapan sinis, karena perasaanku tidak enak aku segera bergegas ke kelasku. Tapi sebelum itu Adira menarik tanganku.


"HEH, SIA*AN!!. " Teriak Adira, suaranya sangat keras hingga membuat anak-anak yang lainnya melihatku.

__ADS_1


"Apa?. " jawabku.


"Sekarang lu kerjain PR gua, pokoknya nanti jam istirahat harus sudah selesai. " Adira melempar bukunya ke mukaku, Cindi dan Silvi juga melempar bukunya ke padaku.


"Emangnya aku babu kalian?. Kenapa setiap hari kalian selalu menggangguku. Aku punya salah apa sama kalian. Atau mungkin karena aku anak pendiam ya, jadi kamu seenaknya mengusik ku. Aku juga manusia, aku masih punya hati. " Aku menjawab mereka dengan lantang, tapi mulutku bergetar. Seluruh tubuhku bergetar.


"Tunggu dulu, kamu menyuruhku untuk mengerjakan semua ini?. Kamu punya otak kan?, masih berfungsi kan?. Kalau kamu punya otak seharusnya kamu itu mikir, emangnya semudah itu untuk mengerjakan perintah orang. Kamu enak ya, bisanya cuman nyuruh terus. Aku kasihan sama anak-anak yang sering kamu suruh. " Aku melemparkan kembali buku mereka, mereka sudah kelewatan. Aku sudah tidak tahan ditindas seperti ini.

__ADS_1


Semua anak-anak di sana melihatku, itu membuatku semakin takut. Aku rasa seperti mau pingsan, aku ingin menangis, aku ingin menghilang. Padahal ini baru pagi hari, kenapa aku sudah mendapatkan masalah.


PLAK!!


Tiba-tiba Adira menampar ku dengan keras, anak-anak yang ada di sana hanya melihatku, mereka tidak ada yang mau membantuku.


"Anj*ng!! Berani-beraninya lu melawan gua. Selama ini belum pernah ada yang mau melawan gua, dasar sial*n lu. " Adira berteriak dan disambut surakan Cindi dan Alice. Mereka tertawa terbahak-bahak melihat Adira menamparku.

__ADS_1


"Cuman segitu?. Kenapa kamu gak pukul aja sekalian. Haha... Dasar iblis. " Aku pergi meninggalkan mereka. Aku langsung pergi ke toilet untuk menenangkan diriku. Tubuhku masih bergetar, aku masih takut. Ini sudah kelewatan. Aku rasa aku ingin menangis sejadi-jadinya, kenapa aku harus menghadapi 3 iblis tersebut.


__ADS_2