Happy Ending?

Happy Ending?
S2-Sosialita


__ADS_3

Cafe Milan


Aeris mengecek penampilannya sebelum masuk ke dalam cafe. Dia menarik nafas panjang, lalu berusaha memberikan senyum terbaiknya.


Dia berjalan ke arah beberapa wanita yang sedang duduk sambil tertawa-tawa. Dari jauh saja Aeris bisa mencium parfum mereka.


"Halo.. maaf terlambat.." ucap Aeris ramah sembari duduk di bangku yang kosong.


"Eh, Aeris Tan sudah datang.. welcome.." salah satu wanita dengan kulit coklat sawo matang memegang lengan Aeris dengan senang.


Aeris tersenyum canggung ketika semua mata menatap tajam ke arahnya. Mereka menatap Aeris dari atas sampai bawah. Aeris merasa risih karena merasa di kuliti habis oleh mereka.


"Sepatu mu bagus, pasti asli ya.." puji satu wanita lainnya yang duduk di seberang Aeris.


"Tidak tau.. Reno yang belikan.." jawab Aeris seadanya. Nyatanya, dia hanya memakai apa yang sudah Reno berikan. Dan Reno cukup rendah hati karena dia tidak memberi tahu harga-harga barang itu pada Aeris.


"Beruntung sekali kamu karena menikah dengan Reno. Derajatmu pasti naik." ucap wanita yang Aeris bahkan tidak tau namanya.


Ya, Reno menyuruh Aeris melakukan kegiatan di luar rumah dengan bergabung dengan ibu-ibu sosialita. Hari ini pertama kali Aeris bertemu mereka, jadi Aeris tidak paham dengan nama-nama mereka.


"Oh iya, suami ku baru saja belikan ini untuk hadiah ulang tahun pernikahan kami.. bagus kan?" wanita di samping Aeris yang tadi menyapanya memamerkan sebuah kalung berlian yang sangat besar.


"Astaga, Karen.. itu bagus sekali.." sahut yang lain. "Suami ku selalu saja membeli mobil, tidak pernah membelikan seperti ini."


Di tengah pembicaraan yang berujung pamer harta itu, seseorang datang dan menepuk pundak Aeris. Aeris hampir saja jantungan melihat sosok yang sangat dikenalnya.

__ADS_1


"Ini istri bos besar satu lagi, baru saja datang." Karen berdiri, dan memberikan bangkunya untuk wanita yang baru saja datang itu.


"Sandra.. dari mana saja kamu? Kenapa jarang terlihat?" sapa Karen ramah.


"Biasalah, Michael mengajak aku liburan ke pulau pribadinya." jawab Sandra, lalu pandangan nya beralih pada Aeris. "Hai Aeris.. apa kabar?"


"Kamu sudah kenal Aeris?" potong Karen sebelum Aeris menjawab.


"Ya, aku gagal menikah dengan Reno. Sekarang malah dia yang jadi istri Reno. Ini sungguh lucu bukan? Mantan istri dan istri sah duduk dalam satu meja?" jelas Sandra sambil tertawa.


Jika ada air di depannya, ingin rasanya Aeris menyiram wajah Sandra. Untung saja makanan mereka belum datang. Aeris hanya membalas Sandra dengan senyum kecil.


"Apa saja yang sudah kamu dapatkan dari Reno?" tanya nya lagi.


"Pasti mobil di depan kan?" Karen menunjuk mobil mewah yang terparkir di luar.


"Kalau aku jadi kamu, aku akan minta pesawat." celetuk Sandra lagi.


"Karena sudah ada pesawat, besok aku akan minta bandaranya." ucap nya gemas.


Yang lain menimpali Aeris dengan tertawa. Mereka sangat suka dengan pemikiran Aeris yang sudah termakan omongan Sandra. Semakin sombong, maka akan semakin baik.


"Wah, ini baru istri Reno Tan.." puji Karen sambil mengacungkan jempolnya.


"Hahaha.. aku hanya wanita biasa.. Dulu aku bekerja di EO, dan kebetulan bisa berkenalan dengan Reno."

__ADS_1


"Oh ya,, hebat sekali kamu..kebetulan suami ku sedang memulai bisnis EO.. sepertinya aku harus rekrut kamu." ucap salah satu wanita lain yang tidak Aeris kenal.


Melihat semua mulai suka pada Aeris, Sandra mulai terpancing juga. Seharusnya dia yang jadi pusat perhatian, tapi mereka malah sibuk bercerita dengan Aeris.


Tidak lama pesenan mereka datang. Aeris memesan 1 porsi spagethi, lasagna, dan tiramisu.


Tanpa basa basi dan melihat yang lain, Aeris segera makan dengan lahap.


"Lihat saja, cara makan nya pun begitu kampungan." Sindir Sandra.


"Ris, apa kamu suka makan?" tanya Karen heran melihat porsi makan Aeris yang begitu banyak.


"Ya, aku belum makan sejak pagi tadi. Sorry.." jawabnya dengan santai. "Oh iya, hari ini, aku saja traktir."


"Terimakasih Nyonya Tan.. Selain baik anda juga murah hati." puji Karen yang tampak semakin senang dengan sifat Aeris.


Aeris hanya tersenyum, lalu melanjutkan makan tanpa mengobrol. Dia membiarkan yang lain mengobrol atau lebih tepatnya menggosip kan orang lain.


"Setelah ini kita ke club bagaimana?" Karen mengambil inisiatif di sela-sela makannya.


"Aku tidak ikut." jawab Aeris cepat.


"Ayolah Ris... kami semua ingin kamu ikut.." paksa Karen.


"Kenapa ga ikut? Kamu di kekang suami mu ya?" ucap Sandra sinis. "Kasihan sekali, baru menikah tidak boleh ke manapun."

__ADS_1


"Siapa bilang? Aku akan ikut."


__ADS_2