Happy Ending?

Happy Ending?
Episode 6 "Sekolah baru"


__ADS_3

Hari ini hari pertamaku di sekolahku yang baru, karena kejadian di sekolah yang dulu aku dipindahkan ke sekolah yang dipenuhi dengan murid bermasalah. Aku sempat menolaknya, tapi ketika dipikirkan lagi aku menerimanya. Karena mungkin saja orang yang bermasalah bisa menjadi teman yang baik untukku, walaupun aku berada di lingkungan yang toxic.


Aku datang ke sekolah tersebut dengan senyuman, ketika aku berjalan setiap murid yang ada disana melihatku. Entah kenapa aku tidak merasa gelisah, padahal setiap aku jadi pusat perhatian aku selalu merasa gelisah dan takut. Mungkin karena sekarang mood ku sedang baik, aku merasa lebih hidup.


Aku datang keruang guru untuk menanyakan dimana kelasku. Aku terkejut karena aku ditempatkan dikelas 2-9 yang terkenal dengan kelas paling buruk di sekolah itu. Karena kebanyakan murid-murid di kelas itu mempunyai catatan kriminal, aku berharap agar mereka bisa menerimaku. Saat aku membuka pintu kelas, aku terkejut melihat keadaan kelas yang buruk. Kelas itu sangat kotor dan berantakan, Dan lantainya sangat kotor aku berpikir mungkin dikelas ini jarang ada yang melaksanakan piket kelas.


"Wah... Bukannya itu murid pindahan, ya?. " Ucap salah satu murid.


"Iya, gua dah dengar beritanya. Ternyata dia cewek. " Jawab salah satu murid.


Aku terkejut karena dikelas itu dipenuhi murid laki-laki, aku berpikir kenapa di kelas ini tidak ada murid perempuan. Aku sedikit takut untuk masuk, tapi aku bertanya kepada mereka.


"Umm... Kenapa kelas ini isinya anak laki-laki semua?. " Aku belum berani masuk ke kelas.


"Ya, memang. Soalnya dulu di kelas ini cuman ada 1 anak perempuan. Tapi dia malah pindah waktu pertama kali masuk ke kelas ini. Jadi disini isinya cowok semua. " Jawab Salah satu murid.


"Kenapa aku harus ditempatkan di kelas yang isinya cowok semua. "


"Ya... Soalnya di kelas lain muridnya sudah penuh, cuman kelas ini yang kurang murid. "


Aku memberanikan diri untuk memasuki kelas tersebut dan duduk di bangku yang kosong.


"Hei... Siapa namamu?. "

__ADS_1


"Aku harap kamu bisa betah disini, ya. "


"Hei... Boleh minta nomor HP kamu?. "


Semua murid disana mengelilingi ku dan bertanya kepadaku.


"Tunggu dulu. Aku tidak bisa menjawab kalian jika seperti ini. Ini sesak tau. " Ucapku.


"Hei... Kalian apa apaan sih. Ngerumunin anak baru, nanti dia taruma gimanana?. Mending pada duduk, dah. Guru juga dah mau masuk ke kelas. " Ucap laki-laki yang duduk disampingku.


"Hah... Lu ganggu aja. "


Kemudian guru datang dan mereka langsung duduk ke tempat masing-masing. Aku disuruh untuk perkenalan di depan kelas. Aku langsung mengenalkan diriku.


"Umm... Namaku Alice Putri Lestari, aku harap kita bisa jadi teman. "


Pelajaran dimulai seperti biasa, namun ini agak berbeda. Murid-murid disana sangat berisik, di setiap pelajaran mereka selalu berisik. Aku sedikit kesal dengan lingkungan kelasku yang seperti ini.


KRING!!... KRING!!


*Bel istirahat berbunyi.


Aku hanya duduk di kelas dan melihat-lihat kelas yang sangat kotor, aku berniat untuk membersihkannya agar suasana kelas lebih nyaman. Aku mengecek ke lemari untuk mengambil sapu. Tapi sapunya patah semua, aku bingung harus membersihkan pakai apa. Jadi aku terpaksa membersihkan lantai dengan sapi yang sudah patah.

__ADS_1


Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang menghampiriku, dia memberikan sapu yang tidak rusak kepadaku.


"Kamu pakai sapu yang ini aja, yang itu sudah rusak. " Dia tersenyum kepadaku.


"Umm... Kamu dapat ini dari mana, padahal sapu dikelas ini sudah rusak semua. " Tanyaku.


"Ohh... Aku meminjamnya ke kelas sebelah. "


"Terima kasih, ya. "


"Oh iya, Alice. Kenalin namaku Randi. "


"Ahh... Salam kenal ya, Randi. "


"Mau kubantu membersihkan nya. "


"Boleh~."


Kemudian kami berdua membersihkan kelas tersebut. Setelah beberapa lama membersihkan kelas, akhirnya kelas lebih bersih daripada sebelumnya.


"Huf... Terima kasih ya, Randi. Karena kamu mau membantuku. " Ucapku.


"Tenang aja kalau kamu butuh sesuatu aku akan membantu kamu. " Randi tersenyum kepadaku.

__ADS_1


Aku sempat menyerah dengan kondisi kelas ini, tapi ternyata walaupun mereka bermasalah tapi mereka masih punya hati. Aku salah menilai mereka.


Pelajaran selesai, aku bersiap-siap untuk pulang. Aku rasa kehidupan sekolahku akan terasa lebih baik dari sebelumnya. Mungkin ini pilihan yang tepat, pikirku.


__ADS_2