
Reno membantu Aeris duduk. Dia menaruh sepatu Aeris di depan kaki nya.
“Kamu di sini saja.. Nanti jangan ke mana-mana. Ada Bobby kan.. kamu harus hati-hati.” Kata Reno menatap Aeris dengan serius.
Aeris mengangguk pelan. Reno sepertinya bisa menembus isi kepalanya yang sangat khawatir dengan Bobby. Beberapa wanita datang, dan mereka duduk di samping Aeris. Mereka adalah penerima tamu. Duduk di samping mereka, Aeris merasa seperti bunga yang layu. Dia hanya memoleskan bedak, alis, eyeliner dan lipstik merah. Sangat terbalik dengan penampilan mereka yang sudah bagaikan artis.
“Reno..” seseorang memanggil Reno. Wanita itu berkali-kali lebih cantik. Bibir nya tipis, matanya besar dan hidungnya mancung. Dia mengingatnya Aeris pada wajah artis korea Kim Ji won.
Wanita itu menggandeng Reno dengan Senang, lalu dia mengalihkan pandangan pada Aeris.
Aeris yang salah tingkah hanya tersenyum canggung.
“Ayo kita masuk,,, semua tamu akan datang sebentar lagi.” Dia menarik Reno meskipun Reno enggan mengikutinya. Dia memandang Aeris memberi kode kalau dia akan menemui Aeris nanti. Aeris hanya melengos. Banyak sekali wanita yang dia temui di samping Reno. Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri, kalau dia tidak bisa mempercayai laki-laki lagi.
__ADS_1
“Halo, Aeris.” Seseorang kembali datang. Kali ini Aeris tidak asing dengan wanita yang menyapanya. Kulitnya putih bersih dan dia punya lesung pipi yang cantik. Dia tidak berdandan dengan menor, tapi itu tidak mengurangi kecantikannya.
“Dokter Ericka.” Sapa Aeris canggung.
“Kamu di undang juga sama papa Reno?” Ucapnya Ramah.
Aeris menggeleng.” Saya kerja di sini dok,,,”
“Tidak masalah. Ada banyak gojek kok.” Kata Aeris santai.
“Syukurlah kalau kamu ga marah. Reno memang sedikit kejam di waktu tertentu, tapi dia sebenarnya sangat baik.”
Aeris menanggapinya dengan senyum. Buat apa Ericka menjelaskan ini pada Aeris seolah Aeris ini ada sesuatu sama Reno.
__ADS_1
“Saya heran kenapa Reno mau datang, karena dia tidak akur dengan papa angkatnya.” Jelas Ericka kemudian sambil memandang Reno yang sudah masuk lebih dulu.
“Angkat?” Tanya Aeris bingung.
“Ops,, Reno belum cerita ya.. Ya, dia yatim piatu, dan cuma anak angkat Pak Dimas, tapi tolong jangan bahas ini sama Reno ya..” Ercika mengisyaratkan Aeris untuk diam dengan menaruh telunjuknya di depan mulut.
Aeris mencibir dalam hati. Dengan suaranya, dia yakin beberapa orang di sebelah mereka dengar ucapan Ericka.
“Lalu, yang sama Reno?” Kata itu meluncur keluar dari bibir Aeris. Tapi setelah itu Aeris hampir menampar bibirnya sendiri karena dia mencoba menggali informasi tentang Reno. Ericka pasti curiga.
“Oo,, itu Cassie,, anak asli Pak Dimas. Umurnya hanya beda 2 tahun dari Reno.” “Oke, nanti kita sambung lagi ya,, saya masuk dulu..” Ericka menepuk pundak Aeris. Aeris diam saja membiarkan Ericka pergi. Reno membuat dia semakin penasaran. Dia rasa ini adalah efek karena dia berteman dengan Tiffany yang suka gosip dan kepo.
Satu persatu tamu mulai datang dan itu mengalihkan pikiran Aeris dari Bobby, Reno dan juga kakinya yang sakit. Dia harus bekerja sekarang. Untung saja keputusannya tepat untuk berjaga di depan. Tempat ini adalah tempat paling aman untuk menghindar dari orang yang tidak ingin dia temui.
__ADS_1