Happy Ending?

Happy Ending?
Rencana Aeris dan Rencana Reno


__ADS_3

Indonesia


Reno mengantar Aeris pulang sampai ke rumahnya. Dia juga sedikit berbincang dengan ibu Aeris, menjelaskan bahwa mereka berdua sedang menjalin hubungan. Ibu Aeris tentu sangat senang dan tidak menyangka karena Aeris alias anaknya yang biasa saja, bisa mendapatkan Reno yang tinggi, bersih, tampan, kaya dan juga baik.


Setelah mengobrol setengah jam, Reno pamit untuk pulang.


Aeris memegang tangan Reno yang jauh lebih besar dari tangannya. Dia juga menatap Reno dengan pandangan sedih.


“Sayang, kenapa si?” Tanya Reno bingung.


“Hati-hati ya Ren..” ucap Aeris lirih. Memori nya kembali pada saat dia pertama kali bertemu Reno, juga ketika mereka harus mengalami hal yang sama, di khianati pasangan masing-masing, sampai saat ini mereka bisa jadi kekasih.


“Besok aku jemput kamu jam 5 sore. Dandan yang cantik.. karena aku mau memberi kamu kejutan.” Reno memeluk Aeris.


Aeris mengangguk dalam dekapan Reno. Dia berusaha untuk menahan air matanya supaya tidak jatuh.


Reno melambaikan tangannya pada Kekasihnya itu. Aeris pun segera masuk ketika Reno sudah benar-benar pergi. Aeris merebahkan diri dalam kamar, lalu dia mengambil ponsel untuk menelepon Tiffany.


“Tiff. Kamu sudah di indonesia?” Tanya Aeris dengan terbata karena air matanya sudah meluncur keluar.


“Aeris... kamu kenapa ga bilang-bilang sih perginya? Banyak sekali kejadian yang terjadi dan aku di pecat.” Tiff mulai bercerita tentang kejadian aneh yang dialaminya, sementara Aeris hanya diam sambil menangis. “Beb, kamu kenapa? Bukannya kamu habis jalan-jalan sama Reno? Reno ternyata sangat kaya Beb.” Pekik Tiff.


“Tapi besok Reno akan menikah.”

__ADS_1


“What?”


Sekarang giliran Aeris bercerita semua hal yang dia dengar. Dia juga menceritakan rencananya pada Tiffany. Dia akan menghilang besok. Tapi Aeris janji akan memberitahu Tiffany di mana dia berada.


“Ae,, seharusnya yang menikah dengan Reno itu kamu, Bukan dia.” Protes Tiff.


“Sulit Tiff,, lo harus janji sama gue ga akan kasih tau gue ada di mana. Terutama sama Juna.”


“Siap,, gue juga udah ga ketemu lagi sama Juna.” “Oh iya, kalau lo kabur jangan kejauhan ya..supaya gue bisa ketemu lo kalau kangen.”


Aeris tertawa. Sungguh beruntung dia punya sohib yang bisa diandalkan seperti Tiffany.


Sekarang Aeris harus mengundurkan diri dari EO Gold.


Tim sudah kembali dari Jepang dan Reno segera meminta bertemu Tim untuk membicarakan rencana yang sudah mereka susun. Rencana mereka adalah supaya Reno bisa tetap melanjutkan perjanjian ini tanpa harus menikah dengan Ericka. Besok dia juga akan memberikan kejutan pada Aeris dengan melamarnya. Jadi, para tamu tidak akan sia-sia datang ke acara Reno.


“Lo yakin ini berhasil?” Tanya Reno pada Tim.


“Tentu saja. Caranya sama seperti waktu di pernikahan pertama lo.” Tim tertawa puas. Teman SMA nya yang super tajir ini ternyata memiliki kisah cinta yang tragis. Dia harus menjalani 2 pernikahan dengan terpaksa. Jika satu kali lagi ini terjadi, Tim akan mengirimi nya gelas kristal sebagai hadiah.


“Setelah ini selesai, aku akan kembali ke alam ku.” Kata Tim kemudian.


“Alam bawah sadar.” Ejek Reno. “Btw, thanks bro.” Reno memberikan selembar cek. Tim hanya melongo karena angka yang diberikan Reno jauh di luar pikirannya.

__ADS_1


“Gue kerja sama kalian aja deh kalau gitu. Keuntungannya 1000 persen.”


Reno tidak menggubris Tim. Yang penting semua ini cepat selesai. Dia sebenarnya tidak tega melakukan ini pada Ericka. Tapi, ternyata Ericka lah yang menginginkan pernikahan ini.


Reno membuka kotak di depannya. Cincin untuk Aeris dan ada ukiran nama Reno di dalamnya. Reno senyum-senyum sendiri saat melihatnya.


"Kenapa lo yakin mau menikah dengan Aeris?" Tanya Tim penasaran. Tim adalah salah satu orang yang tidak suka dengan komitmen.


"Tidak ada alasan.. Aku nyaman bersama dia..jadi aku harus mengikat dia sebelum dia tertarik dengan pria lain."


"Anda luar biasa Mr." Puji Tim.


"Kamu tidak tertarik dengan Ericka? Dia pintar dan cantik." Reno kembali teringat dengan Ericka.


"No.. Aku sudah suka seseorang." Jawab Tim cepat.


"Siapa?"


"Teman Aeris, Tiffany." Tim tersenyum hanya dengan mengingat nama Tiffany.


"Lo harus saingan sama Juna. Seperti nya dia suka Tiffany."


Reno menepuk pundak Tim, lalu berlalu ke kamar untuk istirahat.

__ADS_1


__ADS_2