
Aeris baru saja keluar dari ruangan Dr.Andre, tapi dia menangkap sosok seoarang wanita cantik yang berjalan melewatinya. Secara Reflek Aeris langsung memanggil orang itu.
“Dr.Ericka..” sapa Aeris ramah. Ericka menghentikan langkahnya. Dia membalas senyum Aeris. Dibandingkan dengan Megan, Ericka jauh lebih cantik. Dia lebih cocok jadi artis dibandingkan jadi dokter. Selain itu Ericka sangat ramah.
“Haloo,, kenapa kamu di sini?” Tanya Ericka sambil menjabat tangan Aeris.
“Cedera kecil saja. Dokter praktek di sini juga?”
“Aduuuh,,come on,,, panggil nama saja Aeris,,, kita sudah kenal kan.” Protes Ericka.
Okey, perkataan Ericka menambah satu poin plus di mata Aeris. Cantik, ramah, rendah hati. Aeris membalasnya dengan senyuman kecil.
“Bagaimana Reno?” Tanya Ericka kemudian.
Aeris mencoba mencerna perkataan Ericka. Kenapa Ericka menanyakan Reno padanya? Apa yang Reno ceritakan kepada Ericka? Karena tak kunjung menjawab, Ericka menepuk pundak Aeris.
__ADS_1
“Bisa ikut sebentar?”
Aeris menuruti Ericka. Dia berjalan dengan pincang mengikuti Ericka. Setiap kali melewati perawat, para perawat menyapanya dengan ramah. Bahkan ada pula yang menggoda Ericka. Akhirnya mereka sampai di apotik rumah sakit. Dia berbicara pada penjaganya, lalu mengajak Aeris duduk.
“Reno memang spesial. Dia bisa baik, ramah dan kadang lucu juga, tapi sewaktu-waktu traumanya bisa kumat. Waktu dia seperti itu, lebih baik tidak mengganggu dia.” Jelas Ericka.
“Tapi, kami ga ada apa-apa. Kami hanya kebetulan bertemu.” Jawab Aeris dengan jujur.
Ericka hanya tertawa kecil. Dia tau Reno sejak kecil, jadi dia sedikit paham dengan pria itu. Semua rahasia Reno pun Ericka tau. Hubungannya dengan Sandra, juga soal perselingkuhan Sandra, Ericka tau. Reno sempat frustasi waktu itu, tapi karena dia menelepon Ericka, Ericka bisa memberinya saran.
“Ini obat Reno. Kamu harus punya juga. Kapan-kapan kita ngobrol lagi ya sambil minum teh..”
Ericka beranjak pergi meninggalkan Aeris yang masih bengong. Dia memandang obat yang diberikan Ericka. Baru saja setengah jam yang lalu dia sudah memutuskan untuk tidak berhubungan lagi dengan Reno. Dia bahkan sudah melakukan tindakan yang memalukan dengan memeluk Reno. Aeris menjerit dalam hatinya, menyadari tindakan bodoh dan lebay tadi. Ini efek karena kebanyakan nonton drama korea. Reno pasti bingung kenapa Aeris melakukan hal itu.
Apa gue buang aja ya? Batin Aeris.
__ADS_1
Ga lama ponsel Aeris berdering. Pak Dimas.
Aeris tanpa ragu mengangkat telepon dari klien besarnya.
“Selamat sore pak..ada yang bisa saya bantu?”
“Halo Aeris.. bagaimana kondisi kamu? Saya dengar kamu terluka waktu persiapkan acara saya.”
“Oh iya pak, sudah lebih baik. Terima kasih.” Kata Aeris bohong. Dia masih merasakan kakinya sakit dan nyut-nyutan tiap digerakkan.
“Syukurlah. Jadi, saya ingin undang kamu makan malam ini di hotel. Kamu bisa?”
“Emm, dalam rangka apa ya pak? Apa semua juga ikut?”
Pak Dimas tertawa di ujung sana. “Saya cuma mau berterimakasih saja atas ide kamu. Istri saya suka.. nanti hanya acara keluarga saha. Saya tunggu kamu ya jam 7 malam.”
__ADS_1
Tut..tut..tut.. Aeris menelan ludah. Dia bahkan belum sempat menjawab. Mungkin inilah cara orang kaya ketika meminta sesuatu. Tidak ada yang bisa membantah. Tapi, kalau datang, Aeris harus kembali bertemu dengan Reno. Saat ini Aeris hanya ingin masuk ke kulkas, supaya bisa mendinginkan kepalanya.