Happy Ending?

Happy Ending?
Kedatangan Sandra


__ADS_3

Seminggu kemudian.


Setiap kali melihat Bobby, Reno selalu teringat Aeris. Entah kenapa wajah Aeris muncul secara otomatis di benaknya.


“Pak Reno.. pak..”


suara itu menyadarkan Reno. Dia menatap laptop di depannya. Dia lupa apa yang baru saja dia lakukan. Dia sedang menonton iklan Bobby yang sudah jadi. Reno sama sekali tidak tau apa isinya. Dia benar-benar melamun.


“Bapak sakit?” Tanya sekretaris Reno. Tidak biasanya Reno melamun seperti itu.


Reno tidak menjawab, dia kembali menonton iklan Bobby yang berdurasi 1 menit itu. Dia mengangguk, lalu menutup laptopnya.


“Oke, saya setuju dengan iklan ini.” Perkataan Reno membuat sekretarisnya paham dan segera meninggalkan Reno. Dia sudah puas mengerjai Bobby. Entah berapa ribu take yang Bobby lakukan karena Reno sudah meminta bagian produksi iklan mengulang sebanyak mungkin supaya Bobby kesal.


Reno mengambil ponselnya dan mencari nama Aeris. Mungkin karena terlalu sering bersama gadis itu belakangan ini, dia jadi mengikuti kebiasaannya. Reno malas sekali makan sendirian. Dia tidak selera makan. Setelah berdiam cukup lama, Reno memutuskan untuk menelepon Aeris.


“Halo apa kabar nona? Apakah nanti malam kamu ada acara?”


“Hai Ren.. baik..Emm,, enggak sih.. cuma kayak nya hari ini pulang agak malam, karena ada meeting.” Suara khas Aeris yang sedikit cempreng terdengar menyegarkan badan Reno.


“Daddy bilang aku suruh ajak kamu makan di luar.”

__ADS_1


“Hah? Yang bener? Dalam rangka apa?”


“Entahlah. Mungkin karena kemarin aku tidak datang makan malam.” Ucap Reno dengan nada yang meyakinkan.


“Ooo,,ya udah.. oke..”


“Kamu mau makan apa?”


“Emmm,, terserah kamu aja deh.. yang penting enak.”


“Oke, nanti aku jemput di kantor.”


Setelah menutup telepon, Reno membuka laptopnya kembali dan membuka instagram. Dia mencari tempat makan favorit anak muda yang dekat dengan tempat kerja Aeris. Aeris tidak suka tempat yang mewah, tapi dia suka makanan yang enak. Reno mencari dengan semangat satu persatu daftar kuliner yang ada. Dia begitu asyiknya sampai tidak sadar ada seseorang yang masuk tanpa perimisi ke ruangannya. Dia merasakan ada tangan yang menyentuh pundaknya dan memeluknya dari belakang.


“Ngapain lo ke sini.”


“Tentu saja ketemu kamu Ren.” Ucap Sandra yang sekarang malah memegang tangan Reno.


Reno sekali lagi menepis tangan Sandra.


“Tolong jangan bikin orang salah paham San.”

__ADS_1


Sandra menyerah dengan mudah. Dia mengibaskan rambutnya, lalu berjalan pelan menuju sofa tamu di ruangan Reno. Reno mengikuti Sandra dan duduk berhadapan dengan nya. Dia masih sedikit shock dengan apa yang dilakukan Sandra.


“Aku cuma mau kasih ini.”Sandra mengeluarkan sebuah amplop tebal berwarna biru tosca. Tanpa melihat isinya pun, Reno tahu itu apa.


“Cepet juga gerakan kamu.” Kata Reno dengan sinis.


“Kamu rela aku menikah sama Michael?" Ucap Sandra dengan mata sedih.


“Silakan saja,,, kita sudah beres kan.” “Lagipula, dia jauh lebih kaya.” Tambah Reno.


“Kamu pintar sekali sandiwara Reno Sebastian. Kamu juga kaya raya."


Reno sudah malas menjawab Sandra. Dia tidak tau lagi bagaimana harus menghadapi wanita di depannya. Setelah peristiwa itu, orang suruhan Dimas menyelidiki memang Sandra membutuhkan pendamping yang kaya raya untuk menunjang gengsinya. Di belakang Reno Sandra bergabung dengan kelompok sosialita kalangan artis. Michael Sutandi sangat cocok untuk Sandra. Dia tidak hanya bisa membelikan Sandra berlian, tapi helikopter supercar atau villa. Semua keinginan Sandra akan terpenuhi. Kedatangan Sandra kali ini membuat Reno benar-benar pusing.


“Kalau sudah tidak ada yang dibicarakan, kamu boleh pergi.” Ucap Reno tanpa memandang Sandra. “Kamu pasti sibuk.”


“Ren,, “


“Kamu harus belajar jadi dewasa Sandra. Jangan sampai ini gagal juga.”


Karena Sandra tidak mau pergi, Reno yang pergi meninggalkan ruangan. Dia menatap tajam sekretarisnya yang membiarkan Sandra masuk.

__ADS_1


“Lain kali jangan biarkan orang lain masuk tanpa ijin saya.”


Mood Reno rusak dalam sekejap. Dia pergi ke toilet untuk menghindari Sandra.


__ADS_2