
Aku pulang kerumah dengan perasaan yang bahagia, sudah lama aku tidak pernah sebahagia ini. Ternyata keputusanku untuk bersekolah disana tidak sia-sia. Aku pergi ke kamar dan langsung mandi, setelah mandi aku berniat untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Ternyata pelajarannya cukup mudah dimengerti dan gurunya sangat ramah. Aku salah menilai sekolah itu, walaupun sekolah itu di penuhi murid-murid yang bermasalah, tapi mereka masih mempunyai hati. Dan guru disini sangat disiplin, tidak seperti sekolah dulu. Tiba-tiba aku teringat dengan kejadian diruang BP, aku masih membencinya.
Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 10 Malam, karena aku sudah makan dan belajar, aku langsung mengambil handphone ku. Aku bermain handphone sampai jam 11 malam, aku langsung tertidur.
"Eh... Kenapa aku disini lagi?. Kenapa akhir-akhir ini aku selalu bermimpi di tempat ini. Sebuah ruangan yang dipenuhi fotoku, aku masih belum tahu apa maksud mimpi ini. " Kemudian aku diam dan menunggu laki-laki yang bernama Aldo itu muncul.
"Hehe... Rupanya kamu sedang menungguku, ya?. " Tanya seseorang di belakangku. Rupanya itu Aldo.
"Huh... Kenapa aku selalu bermimpi ini?. Katanya kamu akan menampakan diri kamu di kenyataan. Kok aku belum pernah lihat kamu, ya?. " Tanyaku.
"Sebentar lagi kita akan bertemu. " Dia menyeringai dan mulai mendekat.
"Ayo kita ngobrol lagi. " Ucapnya sambil tersenyum.
Aku mengobrol dengannya sampai aku terbangun, aku langsung mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Aku masih kepikiran dengan laki-laki misterius yang selalu muncul dalam mimpiku, kadang dia juga menampakan dirinya dan menghilang lagi. Aku masih berpikir dia itu manusia atau apa.
Aku pergi ke sekolah dengan semangat, sungguh hari yang cerah.
__ADS_1
KRING!!... KRING!!
*Bel masuk berbunyi.
Aku pergi ke kelasku, dan saat membuka pintu aku lebih senang melihat pemandangan kelas yang lebih bersih dari sebelumnya. Ternyata mulai hari ini mereka mengerjakan tugas piketnya masing-masing. Aku tidak menyangka mereka akan berubah secepat ini.
Jam pelajaran pertama diisi oleh pelajaran Matematika, ternyata gurunya lebih ramah dari yang lainnya. Aku senang bisa sekolah disini. Aku mengikuti pelajaran dengan santai tanpa ada rasa gelisah yang selalu menggangguku.
Kemudian ada pengumuman bahwa guru akan mengadakan rapat diluar sekolah, jadi pelajaran kedua kosong. Aku sedikit kesal karena di kelasku tidak ada murid perempuan yang bisa ku ajak. Tiba-tiba Randi teman baruku mengajakku untuk jalan-jalan diluar kelas. Karena aku juga sumpek di kelas, aku menerima ajakannya.
Aku diajak ke toilet yang berada dibelakang sekolah. Aku curiga kenapa dia mengajakku kesini.
"Kenapa kamu mengajakku kesini?. Apa yang akan kamu lakukan disini?. " Aku semakin curiga karena dari tadi dia memperhatikan ku.
"Aku ingin menunjukan sesuatu sama kamu. " Karena aku semakin curiga, aku bergegas pergi dari sana. Tapi tiba-tiba Randi menarik tanganku dan sekarang posisi kami berhadapan. Aku bisa merasakan detak jantungnya.
"Kenapa kamu kabur?. Padahal aku mau menunjukan sesuatu sama kamu. " Kemudian dia mengeluarkan sesuatu yang ada di sakunya. Itu adalah sebuah kon**m, aku terkejut dia mengeluarkan benda itu dari sakunya. Kenapa dia membawa benda seperti itu kesekolah?, pikirku.
__ADS_1
"Apa yang akan kamu lakukan disini?. " Karena perasaanku gak enak aku menendang kakinya dan segera kabur dari tempat itu. Tapi aku tertangkap olehnya, tangan, dan kakiku diikat oleh sabuk dan dasi sekolah nya. Kemudian aku dibawa olehnya ke dalam kamar mandi. Aku tidak bisa bergerak, aku tidak bisa berteriak karena mulutku ditutup oleh kain yang ada didalam kamar mandi tersebut. Mungkin Randi sudah merencanakan ini sebelumnya.
Guru sudah selesai rapat dan kembali lagi kesekolah.
"Hei... Aku tadi menemukan drakor yang seru, lho. "
"Beneran?. Aku juga mau liat. "
KRIET... *pintu terbuka.
"HAH!!. Ada yang pingsan!!. " Teriak dua orang siswi yang masuk ke toilet. Kemudian mereka berdua melaporkan kejadian ini kepada Guru.
Aku pingsan di toilet dengan keadaan terikat. Aku langsung dilarikan ke rumah sakit oleh pihak sekolah. Saat dokter memeriksa keadaanku, aku diduga menjadi korban pelecehan seksual. Pihak sekolah terkejut mendengar berita tersebut, kemudian mereka mengecek CCTV yang terletak di belakang sekolah. Mereka sudah menemukan pelakunya yaitu Randi.
Pihak sekolah tidak berani membawa kasus ini ke jalur hukum, karena percuma. Tindakan itu membuat korban semakin drop dan depresi. Setelah beberapa minggu aku dirawat di rumah sakit, aku dipulangkan ke rumahku. Kondisi ku masih drop, pikiranku kosong, mentalku sangat hancur. Ini semua terlalu cepat, aku hancur di usiaku yang masih muda.
Aku sudah pasrah dengan kehidupanku pihak sekolah semakin khawatir dengan keadaanku. Karena makin hari kondisiku sangat lemah, aku tidak nafsu makan. Pihak sekolah hanya mengeluarkan Randi dari sekolah, sedangkan aku juga dikeluarkan dari sekolah dan dipindahkan ke sekolah yang baru. Padahal baru dua hari aku bersekolah di sana. Alasannya karena takutnya Aku trauma dengan sekolah itu. Aku menyesal telah bersekolah disana.
__ADS_1
Lalu pihak sekolah mengantarku untuk mengunjungi dokter psikologis agar aku bisa mencurahkan semua isi hatiku. Tapi saat itu aku tidak bisa berkata apapun, pikiranku masih kosong. Dokter psikologis menyarankan agar aku mengunjungi psikiater untuk terapi mental.
Setelah 1 bulan menjalani terapi kepada dokter psikiater, kondisiku semakin membaik. Aku sudah bisa berbicara dan makan dengan teratur. Aku dinyatakan mempunyai penyakit Anxiety atau gangguan kecemasan. Aku masih harus menjalankan terapi ke dokter psikiater. Dan aku juga mengunjungi psikologis untuk berkonsultasi tentang kejadian itu.