
Dua minggu setelah pernikahan Sandra, kini Aeris dihadapkan dengan hari pernikahan Bobby dan Megan. Acara nya di hotel Reno, dan dia harus menjadi pekerja di pernikahan ini. Jelas sekali ini adalah cara Bobby membalas dendam pada Aeris.
Aeris sudah bersembunyi di bagian dapur karena dia tidak mau melihat pemandangan di mana mantannya akan menikah. Meskipun sudah bersama Reno, tapi dia masih merasa sakit hati atas kebohongan dan perlakuan Bobby.
"Ngapain kamu di sini?" Reno mengejutkan Aeris. Seperti biasa, Reno tampil sangat tampan dengan sweater hitam dan celana panjang.
"Mencari ketenangan." Jawab Aeris sebal.
"Kamu masi suka sama Bobby?"
Aeris menghentikan kegiatannya.
"Kamu itu ganteng, baik, kaya, rajin menabung.. Kenapa harus memilih Bobby?"
Pujian Aeris membuat Reno tersenyum senang. Dia mengacak-acak rambut Aeris.
Momen mereka terganggu oleh kedatangan Tiffany yang kesal melihat duo bucin yang sedang bermesraan di dapur. Seperti biasa, Tiffany mengomel karena Aeris malah pacaran di jam kerja. Tapi Aeris sudah kebal dengan omelan Tiff. Dia kembali bekerja dengan menyiapkan minuman untuk meja VIP.
"Oh iya, bisa tolong antar ini ke meja depan? Tamu VIP.." Aeris meminta Tiffany mengantarnya. Itu sebenarnya alasan supaya Tiff bisa pergi dari dapur secepatnya.
"Orang kaya memang ada-ada aja ya.. Siapa sih tamu VIP nya." Ucap Aeris heran. Mereka menyediakan minuman seharga puluhan juta.
"Siapa sih tamu nya Ren?" tanya Aeris setelah Tiffany pergi dari dapur.
"Kamu ingat Juna Liem?"
"Temen kecil kamu?"
__ADS_1
"Dia yang paling kaya dari antara Aku dan Sam. Cuma dia selalu kesepian. Lihat saja wajahnya sedingin es."
"Tapi kan cool.."
"Kulkas kali." Jawab Reno sinis.
Aeris hanya tertawa melihat Reno cemburu.. Sekelas Reno saja Aeris sudah minder.. Apalagi berjejer dengan Juna.
"Udah sana.. Aku mau kerja.." Dia mendorong Reno keluar karena memang betul kata Tiff, Reno hanya mengganggu dan membuat nya tidak fokus.
***
Pesta selesai. Meskipun tadi ada insiden kecil, tapi semua bisa tercover dengan cepat. Dari Rumor yang berdedar, Tiff yang memecahkan minuman puluhan juta itu. Aeris sudah panik setengah mati, tapi karena dia tidak bisa menghubungi Tiff dan dia tidak melihat keberadaan sohibnya di manapun, akhirnya Aeris memutuskan untuk pulang. Jam menunjukan pukul 12 malam. Dia sangat lelah sekali dan kakinya hampir lepas.
Di depan lift, Aeris bertemu Bobby dan juga Megan. Rupanya doa Aeris tidak terjawab. Sepanjang mempersiapkan acara, Aeris sudah berusaha menghindari mereka sebisa mungkin, tapi justru sekarang dia bertemu mereka yang tampak sangat bahagia. Disisi lain, Megan masih ingat jelas wanita yang menamparnya. Dia sudah mendengar semua cerita dari Bobby bahwa mereka berdua pernah pacaran.
“Selamat ya.. semoga kalian bisa langgeng sampai kakek nenek. Semoga Bobby bisa setia meskipun kamu tidak cantik lagi.” Ucap Aeris apa adanya.
“Selamat juga.. semoga kamu dan Reno bisa bertahan,,” “dan jangan terlalu polos,, karena Reno bisa juga seperti aku yang menyembunyikan sesuatu.” Saran Bobby. Pintu lift terbuka. Bobby- Megan masuk ke dalam lift sedangkan Aeris memilih berbalik untuk mencari lift lainnya.
Apa maksud Bobby? Apa Reno menyembunyikan sesuatu? Aeris berjalan sambil melamun sampai ke tempat parkir. Di sana, Reno sudah menunggu di motor sportnya. Dia tampak sedang menelepon seseorang dan terlihat sangat kesal.
“Kita tidak perlu bicara lagi.”
"Ayo.." Aeris langsung naik ke boncengan motor Reno, lalu memeluk pinggang pria itu. Reno yang tidak menyadari kedatangan Aeris jelas terkejut. Dia lalu buru- buru mematikan ponselnya.
"Kenapa Ae? Kamu capek?"
__ADS_1
"Ya." jawab Aeris singkat.
"Kamu kerja di kantor aku aja Ae..atau di hotel Dad."
"No way." Tolak Aeris.
"Tiff ga keliatan?" Reno mengubah topik karena dia tidak mau ribut dengan Aeris.
"Tiff pecahin sampanye tamu VIP, terus dia hilang entah ke mana."
Reno menjalankan motornya. Sepanjang jalan, Aeris hanya memeluk Reno dan diam. Ini aneh karena biasanya Aeris akan menceritakan segala kejadian hari ini.
“Ai..kamu tidur?”
“Enggak.."
"Ada yang kamu pikirkan?"
“Ren, tanpa nama Sebastian, kamu beneran cuma manager kan?”
“Ya tentu saja. Kamu pernah ke kantor kan?”
“Ya,,,, tapi kamu akan jadi pewaris om Dimas kan?”
Pertanyaan Aeris meyakin kan Reno kalau ada yang tidak beres.
“Tidak,, suami Cassie yang akan meneruskan nanti.”
__ADS_1
Aeris tidak berbicara lagi. Beberapa pertanyaan langsung muncul kembali dalam otaknya.
Apa yang dimaksud Bobby dengan Reno menyembunyikan sesuatu? Aeris sudah tau tentang penyakit Reno. Dia juga tau tentang keluarga Sebastian. Jadi apa yang belum Reno ceritakan?