Happy Ending?

Happy Ending?
Makan bersama Reno, lagi


__ADS_3

Siang kemarin Aeris baru bertemu Reno di cafe Rainbow. Siang ini, dia harus bertemu Reno di Westlake. Ya, Aeris sekarang sudah berada di restoran itu. Dan Seperti biasa, Aeris tampil apa adanya. Dia hanya menggunakan celana jeans sobek, dan kaos kuning bergambar bebek. Dia juga tidak memoleskan banyak make up. Cukup bedak tabur bayi karena kulitnya sensitif dan juga pensil alis. Dia bahkan tidak menggunakan lipstik. Dia dengan ragu masuk ke dalam restoran westlake. Restoran ini cukup luas dan menyugguhkan pemandangan alam yang cantik. Ada bagian dalam yang indoor dan juga outdoor. Seorang pelayan menghampiri Aeris dan tersenyum dengan ramah. Penampilannya bahkan jauh lebih baik dari Aeris. “Permisi, apakah anda sudah memesan tempat?” Tanya nya.


“Belum ka,, saya janjian dengan teman saya, tapi saya tidak tau apakah dia sudah datang atau belum. Saya mau cek dulu.”


“Baik, mari saya antar.”


Pelayan itu berjalan mendahului Aeris. Dia berjalan ke outdoor. Di sana Aeris yang malah sibuk memandangi pemandangan kolam luas di depannya, bukannya mencari sosok Reno. Tempat ini terlihat lebih bagus dari yang dia lihat di instagram. Ada kolam ikan yang luas dan di tengahnya, ada beberapa gazebo untuk tempat makan.


“Aeris.” Panggil Reno dari salah satu gazebo. Dia tampak lebih casual lagi hari ini. Dia menggunakan celana pendek selutut, kaos hitam, dan kacamata hitam. Aeris sedikit bernafas lega karena dia tidak tampil terlalu sederhana.


Aeris mendekati Reno dan pelayan tadi mengikuti di belakang mereka.


“Naik apa ke sini?” Tanya Reno sambil melepaskan kacamatanya. Wajah oriental Reno tampak sangat sempurna di bawah cahaya matahari. Sejanak Aeris terdiam, lalu dia segera tersadar.


“Di antar Tiff. Sudah nunggu lama Pak? Eh, Ren?”


“Baru 10 menit. Pesanlah.” Reno menyodorkan daftar menu pada Aeris.


Aeris meneliti satu persatu menu yang ada di situ. Menunya mahal-mahal dan juga aneh. Aeris cukup lama memilih menu yg paling normal dan yang bisa dia makan. Akhirnya dia memilih untuk makan menu nusantara sedangkan Reno memilih menu western yang bahkan Aeris tidak tahu bentuknya seperti apa.


Sambil menunggu, Aeris hanya menikmati pemandangan kolam di sampingnya. Karena airnya jernih, dia bisa melihat beragam jenis ikan yang ada di dalamnya.


Reno menyaksikan gadis itu dengan senang. Dia jauh lebih baik daripada kemarin. Kemarin dia menangis tanpa henti, sekarang dia begitu ceria.


"Selamat ya sudah kerja kembali." Ucap Reno senang.


Aeris lupa kalau dia sedang bersama Reno. Dia memandang Reno kemudian.


"Makasi juga.. maaf ya.. ini tadi yang wa Tiffany..kamu jadi malah repot ke sini." Kata Aeris jujur.

__ADS_1


Reno sedikit kecewa mengetahui fakta jika Tiffany yang mengirim pesan.


"No problem.. ini hari libur. Jadi saya santai. Kalau habis ini kamu mau ke mana juga boleh." Reno tersenyum.


Aeris mengalihkan pandanganan nya ke arah lain. Dia bisa di bilang sangat jarang pergi makan berdua seperti ini dengan pria asing. Dengan Bobby pun, Aeris tidak pernah makan seperti ini. Minimal dia grab ke apatermen Bobby dan makan bersama lewat video call.


"Jadi kapan kamu kerja lagi?" Tanya Reno mengalihkan pertanyaan tadi.


"Mulai besok."


"Suka banget ikan ya.."


Sejak tadi Reno memperhatikan Aeris. Gadis itu lebih tertarik dengan ikan daripada dengan nya.


"Maaf Ren..aku cuma ga biasa aja makan sama cowo."


"Jadi mantan kamu bukan cowo?"


"Ya.. cowo sih..tapi kami kan jarang ketemu."


Percakapan mereka terhenti karena pelayan datang membawakan makanan.


Sebelum Aeris datang, Reno sudah memesan beberapa camilan plus es krim, jadi meja mereka penuh dalam sekejap.


Aeris hampir tersedak karena Reno memesan seenaknya. Dia menghitung dalam pikirannya, berapa uang yang dia bawa. Reno mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan ribu dan memberikan pada pelayan yang mengantar makanan mereka.


"Kali ini saya yang traktir.. " ucap Reno santai.


"Yaaah.." ada nada penyesalan dalam ucapan Aeris. Kalau ada kali ini, berarti ada lain kali.

__ADS_1


"Besok kalau kamu sudah kerja, kamu bisa traktir saya."


Benar tepat 100% dugaan Aeris. Reno kembali mengajak nya makan. Aeris tersenyum kecut. Apakah Reno tidak sibuk, bolak balik pergi dengannya.


"Tapi ini banyak banget.." kata Aeris ragu.


" Untuk perayaan kita. Yang baru saja di campak kan. Kita harus banyak makan."


Kali ini Aeris yang tertawa. Mereka memang senasib. Hanya berbeda satu hari, segala impian hancur sudah. Tidak ada yang bisa memaafkan perselingkuhan. Jika pun ada, dia orang yang sangat hebat. Kali ini Aeris setuju dengan Reno.


Aeris mulai mencicipi satu persatu makanan yang ada. Dia sangat suka dengan pilihan-pilihan Reno.


“Habis ini gimana kalau kita pergi ke mall? Ada yang perlu saya cari.”


Pertanyaan Reno membuat Aeris tersedak. Dia terbatuk-batuk. Makanan yang sedang di kunyahnya sampai naik ke hidung. Dia menyambar tehnya, tapi itu tidak membantu. Reno bangun dari bangkunya dan hendak menolong Aeris, tapi gadis itu mengangkat tangan ke depan, tanda Reno tidak perlu mendekat.


Alhasil Reno kembali duduk, dan menunggu Aeris sampai dia berhenti batuk.


“Ren,, kamu lagi sakit?” Tanya Aeris kemudian. Pertanyaan Reno membuatnya sangat terkejut. Ke mall? Berdua? Apa hubungan mereka? Memang mereka sama-sama patah hati, tapiii,, mereka hanya dua orang asing yang kebetulan bertemu.


“Kenapa? Kamu malu jalan sama pria tampan?”


Astaga,,, Aeris gemas sekali dengan Reno. Jalan pikirannya sama sekali tidak bisa dimengerti. Kemarin dia sangat dewasa, sekarang dia bisa menggoda Aeris.


“Maaf, bukannya nolak, tapi kita ini kan belum lama kenal.”


“Ya sudah, aku antar pulang saja." Kata Reno datar.


Dia melanjutkan makannya tanpa banyak bertanya lagi. Aeris paham kalau situasinya jadi lebih canggung sekarang. Dia sudah bisa membaca bahwa Reno pasti kesal. Tapi, nasi sudah menjadi bubur. Yang harus dia lakukan sekarang hanyalah cepat menghabiskan makanannya dan pulang.

__ADS_1


__ADS_2