
Pagi nya, Aeris datang jam 6.30 pagi di Hotel Emerald. Hotel bintang 5 itu tampak sangat mewah. Hotel Emerald adalah langganan para artis dalam dan luar negeri. Aeris langsung mengerti kalau klien Bu Meri ini pasti artis atau pejabat. Aeris masuk ke lobi, sesuai dengan perintah Bu Meri. Dia duduk di salah satu sofa di dekat resepsionist. Aeris memang sengaja datang lebih awal, karena ini hari petama nya bekerja kembali, jadi dia tidak mau Bu Meri sampai mengomel. Ga lucu juga kalau Bu Meri sampai memecatnya untuk yang kedua kali.
Sambil menunggu, mata Aeris pergi menjelajah ke setiap sudut. Dia memperhatikan orang yang keluar masuk. Siapa tau dia bisa bertemu dengan artis Korea di sini. Tapi, mata Aeris malah menangkap sosok wanita yang menggunakan topi hitam. Wanita itu tampak tidak asing. Rambut ikal bewarna abu-abu, dan hidung mancung itu milik Megan. Megan berjalan keluar bersama pria, dan itu bukan Bobby. Aeris mengambil kameranya, untuk memotret mereka. Sayang, jaraknya terlalu jauh. Dia membiarkan kedua orang itu pergi begitu saja.
“Ayo cepat naik ke lantai 3.” Entah darimana, Bu Meri datang dan berdiri di depan Aeris.
Saking terkejutnya, ponsel Aeris sampai jatuh. Dia tidak sempat untuk protes, karena Dia harus mengikuti Bu Meri. Bu Meri tampil beda pagi ini. Dia mengenakan eyeshadow dan juga lipstik merah. Aeris hampir saja tertawa melihat bayangan Bu Meri di lift.
Lift sampai di lantai 5. Mereka keluar dan berjalan menuju ke vip room.
__ADS_1
Aeris masih bertanya-tanya seperti apa klien nya sampai Bu Meri datang pagi-pagi dan berdandan.
Bu Meri menekan bel di ruangan paling ujung. Pintu terbuka dan di depan mereka berdiri seorang pria tua yang cukup tinggi. Meskipun sudah tua, tapi pria itu masih gagah. Aeris segera teringat aktor mandarin yang mamanya suka, Jackie Chan. Wajahnya 11 12 sama aktor itu, hanya pria ini lebih tinggi.
“Silahkan masuk.” Ajaknya.
Aeris melihat ruangan yang besar. Ada sofa leter L dan juga ada meja makan,dapur dan ruang tidur yang luas dan indah. Semua itu di desain dengan warna dominan gold. Sangat mewah. Aeris tidak bisa membayangkan berapa angka 0 kalau menginap di sini. Ini baru vip, belum vvip dan president suite.
“Saya yang berterima kasih karena anda sudah mau menggunakan jasa kami.”
__ADS_1
“Kalian mau minum apa? Biar saya siapkan.” Pria itu menatap Aeris.
“Saya air putih saja.” Kata Bu Meri singkat. Dia mulai sibuk mengeluarkan tab dan buku nya.
Pria itu beralih ke Aeris. “Kalau kamu mau apa? Ada jus, susu, oh iya, kalian pasti belum sarapan.”
Aeris hanya tersenyum. Ruangan ini begitu dingin, hidungnya mampet dan dia sulit untuk bicara. “Saya teh tawar panas saja Pak.” Pinta nya.
Pria itu mengambil menekan telepon di samping meja. “Saya minta air mineral, dan teh tawar panas, juga sarapan yang spesial.”
__ADS_1
“Aduh Pak Dimas, anda jangan repot-repot.” Bu Meri menyenggol kaki Aeris dengan kakinya. Aeris menatap Bu Meri bingung. Dia tidak melakukan apapun selain minta teh panas. Siapa pria ini sampai Bu Meri begitu takut padanya?
Bu Meri memberikan buku nya pada Aeris. Di halaman itu tertulis, Anniversary Dimas dan Siska 50 tahun. Aeris sudah mulai memahami alurnya. Jadi, pria di depannya adalah Dimas. Dia menggunakan EO untuk acara aniv pernikahannya yang ke-50.