Happy Ending?

Happy Ending?
Membawa kabur Aeris


__ADS_3

Park Hyatt Tokyo.


Reno dan Juna sudah sampai di Tokyo dan langsung pergi menuju hotel Park Hyatt. Hotel bintang 5 itu menjulang tinggi di tengah kota Tokyo. Sebelum ke sini, Reno sudah mencari tau di mana kamar Aeris dari Tim. Dia bersiap dengan menggunakan jaket hitam dan topi hitam supaya tidak ada yang mengenalinya. Sedangkan Juna dan Jo tidak membawa apapun karena mereka terburu-buru pergi ke Jepang. Reno begitu takjub dengan tingkah aneh Juna. Dia CEO yang kompeten, tapi untuk urusan pribadi, Juna sedikit ceroboh.


"Aku masuk dulu. Kalian beli saja pakaian. Acara belum di mulai kan?" saran Reno.


Juna kali ini harus mengakui saran Reno ada bagusnya juga. Setidaknya mereka perlu jaket dan kopi, karena udara di Jepang sangat dingin.


Sedangkan Reno bergerak cepat. Dia segera menuju ke lokasi restoran di hotel ini di mana acara Marsha diadakan. Reno harus sangat hati-hati supaya tidak bertemu dengan Ericka. Restoran itu tampak sibuk. Rano mengintip dari pintu, memperhatikan satu persatu karyawan EO Gold yang menggunakan pakaian hitam. Setelah beberapa menit, Reno tidak menemukan batang hidung Aeris.


"Kemana anak itu." Reno mencoba mencari di toilet. Dia sempat berpapasan dengan Tiffany tapi untung Tiffany tidak melihatnya.


Atau di kamar? Pikir Reno.


Tim sudah memberitahu kamar Aeris dan Tiffany sejak semalam. Reno dengan mudah mendapatkan kamar Aeris. Reno menekan bel, lalu bersembunyi. Tidak lama Aeris membuka pintu kamarnya. Dia bingung karena tidak menemukan siapapun di depan.


Saat Aeris menengok ke arah lain, dari samping Reno menarik Aeris lalu membekap mulutnya.


Aeris meronta membuat Reno tidak tega dan akhirnya melonggarkan sedikit dekapannya.


"Tolong jangan apa-apain gue.. Gue belom nikah."


"Kalau gitu ayo kita nikah." Bisiknya.


Aeris tau pemilik suara itu. Reno kembalikan tubuh Aeris, lalu dia membuka topinya.


"Reno." Aeris memandang Reno senang.

__ADS_1


"Miss you Ae." Reno memeluk Aeris dengan erat. Dia sangat merindukan Aeris.


"Kamu jahat. Ku kira kamu kabur."


"Rencananya seperti itu.. ini juga mau ajak kamu kabur."


"What?" Aeris melepaskan Reno. Dia melihat penampilan Reno yang berbeda dari biasanya. Mata Reno juga tampak sayu dan ada lingkaran hitam di bawahnya.


"Kamu ga habis ngerampok kan Ren?" tanya Aeris curiga.


"Sudah cepat.. jelasin nya nanti saja.. Sekarang beresin barang2 kamu. Kita pergi."


"Kerjaan aku Ren.."


Reno mengeluarkan ponselnya untuk menelepon Bu Meri di depan Aeris.


Dia memandang Aeris sambil merentangkan tangannya. "Beres kan?"


"Tapi Ren.."


"Ae, kalau kita ga pergi sekarang, aku ga yakin kita bisa ketemu lagi."


Aeris berpikir sejenak. Reno sering menghilang belakangan ini, dan kenapa tadi dia bicara seperti itu? Tidak dapat bertemu dengan Reno lagi?Aeris menyerah. Dia setuju untuk pergi bersama dengan Reno.


"Tunggu sebentar aku beres-beres dulu."


Aeris masuk ke dalam untuk mengambil barang nya, dan hanya butuh waktu 20 menit dia sudah siap dengan satu kopernya. Reno mengambil alih koper Aeris, lalu satu tangannya menggandeng Aeris pergi.

__ADS_1


***


Aeris menatap tak percaya. Dia tidak henti-henti mengucapkan kata ya ampun..apalagi ketika masuk ke dalam pewasat pribadi Reno.


"Ren, kamu ngerampok kantor mu ya?" Tuduh Aeris.


Reno diam saja. Dia melepas atributnya dan hanya menyisakan kaos saja.


"Kamu kenapa Ren?"


"Aku lelah sekali Ae.." Reno merebahkan badannya di kursi. Dia menarik tuas nya sehingga kursinya menjadi tempat tidur.


"Bangunkan kalau sudah sampai Ae.."


"Kita mau ke mana Ren?"


"Kita mau ke Singapore sayang.."


Aeris sudah tidak bisa protes karena Reno sudah tertidur. Dia menatap Reno yang tampak kelelahan. Sepertinya Reno benar-benar menghadapi masalah yang serius, tapi apa? Apa lagi yang Reno sembunyikan dari Aeris? Reno bahkan ternyata punya pewasat pribadi. Hal yang sangat mustahil di miliki orang biasa.


Karena kelelahan memikirkan Reno, Aeris akhirnya ikut tidur juga.


Reno mengulet. Dia sangat menikmati tidurnya. Reno memandang jam tangannya. Dia tidur selama 2 jam. Ini cukup untuk mengumpulkan Energinya ketika sampai nanti. Pandangan Reno beralih ke samping alias tempat duduk Aeris. Ternyata Aeris sedang tertidur. Reno berdiri dan membetulkan posisi kursi supaya Aeris bisa tidur lebih nyaman.


"Kamu tau Ae... Aku rasa, Aku ga bisa hidup tanpa kamu.. Aku ingin kita bisa terus bersama." Ucapnya sambil menyelimuti Aeris.


"Aku tidak mau menikah dengan Ericka." tambah Reno lagi.

__ADS_1


__ADS_2