
Aeris berhasil membawa Bobby menuju sebuah pohon besar di seberang warung. Tadi Bobby mengikuti mereka dan hampir saja Bobby kembali ribut dengan Reno.
Aeris lelah dengan tingkah Bobby, jadi dia harus menyelesaikan ini sekarang. Dia sekarang berada di tempat yang sepi bersama Bobby, tapi Reno juga berdiri tidak jauh dari nya untuk menjaga Aeris.
“Dia pacar kamu yang baru? Cepet banget sih lupain tentang kita.”
“Bobby,, yang salah itu kamu. Kenapa kamu ikutin kami? Aku sudah ga ada apa-apa lagi sama kamu.” Mohon Aeris setengah putus asa.
“Plis tolong kasih aku kesempatan Ris,,, aku ga akan menikah sama Megan.” Bobby memegang pundak Aeris. Tapi, Aeris menepisnya. Dia mundur selangkah, takut peristiwa kemarin terulang lagi.
“Itu anak kamu Bob.. kita sudahi saja..”
“Tapi aku merasa kehilangan kamu Ris.”
Aeris menggeleng. Pria ini mungkin harus di tampar 7kali supaya sadar. Dia tidak akan pernah mau kembali dengan orang yang sudah membohonginya. Apalagi Bobby hampir melakukan pelecehan pada Aeris. Saat ini sangat sulit bagi Aeris, dia bahkan tidak berani menatap mata Bobby.
__ADS_1
Reno maju dan berdiri tepat di belakang Aeris. Dia mengantisipasi jika Bobby macam-macam lagi.
“Sebisa mungkin kita ga usah ketemu,, anggap saja aku sudah mati.” Jelas Aeris kemudian.
Dia sekarang mengajak Reno pergi.
Bobby melepaskan masker dan topinya. Dia hanya bisa menatap Aeris dengan frustasi karena ternyata sulit untuk melupakan Aeris. Dunia artis memang sangat berat. Bobby hanya punya pilihan untuk menikahi Megan. Ini pun sebenarnya adalah cara Megan untuk membuat Bobby bertanggung jawab. Mereka hanya beretemu beberapa kali, dan pada suatu kesempatan, mereka pergi clubbing bersama dan terjadilah hal yang tidak mereka inginkan. Satu kali, dua kali, dan Megan menjadi candu untuk Bobby. Sedangkan selama pacaran dengan Aeris, tidak sekalipun Bobby bisa menyentuh Aeris. Dia gadis kuno. Tapi justru itu yang menarik. Sulit untuk menemukan gadis seperti Aeris. Sayang, sepandai pandainya Bobby menyimpan bangkai, itu akan tercium juga. Dia harus kehilangan Aeris.
Bobby kembali ke mobilnya. Dia masih penasaran dengan sosok Reno yang duduk di meja keluarga Sebastian.
***
Sementara itu, di jalan, Aeris tidak bicara apapun sama Reno. Dia tau Reno beberapa waktu ini selalu menemaninya. Aeris mulai merasa nyaman sama Reno. Dia bahkan tidak ragu untuk pergi makan dan menerima bantuan dari Reno. Tapi, Reno sama seperti Bobby. Ini sulit di gapai. Lagipula, Reno belum tentu punya perasaan padanya. Mereka hanya mengalami masalah yang sama, di selingkuhi. Yang satu di selingkuhi saat sudah memutuskan menikah, yang satu diselingkuhi sampai selingkuhannya hamil. Mereka bisa cocok karena sedang frustasi.
Setiba nya di rumah sakit, Aeris memberanikan diri untuk bicara. Dia tidak ingin kalau semua berjalan terlalu nyaman.
__ADS_1
“Ren, boleh ngomong sebentar?”
Reno terhenti. Mereka masih berada di tempat parkir rumah sakit. Dia sadar kalau ada yang tidak beres.
“Ngomong apa? Jadi deg deg an nih.” Jawab Reno sambil bercanda.
“Ren ini serius. Pertama, makasih sudah menghibur selama ini. Masalah kita juga sudah selesai. Aku sudah kembali kerja, dan aku jatuh juga bukan kesalahan kamu. Jadi, jangan terlalu baik lagi sama aku. Sudah cukup kebaikan kamu.” Jelas Aeris dengan suara lirih.
Reno hanya diam. Dia masih mencerna kata kata Aeris yang begitu serius.
“Jadi, kamu ga perlu antar lagi ke rumah sakit, atau terlalu baik sama aku. Mungkin akan lebih baik kalau kita jalani ini masing-masing.” Aeris mendekati Reno. “Sorry ya Ren,, dan makasi sekali lagi.” Tiba-tiba Aeris memeluk Reno. Dia merasakan dada bidang Reno sangat nyaman, dan aroma parfum Reno juga begitu akrab di hidung Aeris. 5 detik kemudian, Aeris melepaskan pelukannya. Dia lalu berjalan masuk sendiri ke rumah sakit Husada.
Dia meninggalkan Reno yang masih shock karena tindakan Aeris yang tiba-tiba. Reno tidak bisa berkata apapun. Dia melihat Aeris semakin menjauh. Aeris benar, ini saat nya move on dan kembali ke kehidupannya masing-masing. Reno yang cool, tidak banyak bicara dan terkenal tegas di kantor.
Lagipula, pernikahan bukan sesuatu yang sangat dia inginkan. Dia hanya kasian pada Sandra yang sudah terlalu lama pacaran. Dia ingin menikah dan Reno mengabulkannya. Tapi, sekarang sendiri pun dia tidak masalah. Dia jauh lebih tenang. Akhirnya Reno kembali naik motor nya, lalu kembali ke kantor.
__ADS_1