
Saat aku di toilet pikiranku masih campur aduk, aku bingung dengan perasaanku sendiri. Aku tidak tahu harus bagaimana setelah ini, aku takut untuk bertemu orang-orang.
"Huh... Aku kenapa sih, sekarang aku harus tenang, aku gak boleh begini...Haha... Kenapa aku jadi sedih ya?. Aku rasa aku sudah berubah, sekarang kenapa aku jadi cengeng cuman gara-gara hal sepele. " Aku mencuci mukaku agar terlihat lebih segar.
"Oke... tenang Alice, tenang. Sebentar lagi bel masuk berbunyi, aku gak boleh begini terus. Mau sampai kapan di toilet, aku harus ke kelas. "
KRING!!... KRING!!
*Bel masuk berbunyi, saat aku membuka pintu semua murid-murid di kelasku melihatku. Aku heran kenapa mereka melihatku dengan tatapan penasaran. Karena perasaanku tidak enak dilihatin seperti itu, aku langsung duduk di kursiku. Aku hanya diam menunggu guru datang ke kelas, aku berharap supaya tidak jam kosong.
Kemudian guru datang ke kelasku, jam pertama diisi oleh pelajaran Bahasa Indonesia. Aku sedikit takut karena guru Bahasa Indonesia terkenal sebagai guru yang paling tegas. Saat guru tersebut duduk dia menatap kearahku. Sontak aku kaget kenapa dia menatapku, kemudian dia memanggilku kedepan.
"A-ada apa, Pak?. " Tanyaku.
"Saya dengar kamu membuat keributan tadi pagi ya?. Saya minta nanti saat jam istirahat kamu bersama Adira, Cindi, dan Silvi ke ruangan saya. " Tatapan Pak Guru sangat tajam, aku gak nyangka ternyata jadi seperti ini.
"B-baik, Pak. " Kemudian aku duduk kembali di kursiku. Aku terkejut karena baru pertama kalinya aku dipanggil ke ruang guru.
__ADS_1
Pelajaran berjalan lancar, kemudian Bel istirahat berbunyi. Aku bergegas ke ruang guru untuk menjelaskan kejadian tadi pagi. Sesampainya aku diruang guru ternyata Adira dan teman-temannya sudah sampai lebih dulu, tatapan mereka sinis. Lalu aku menghampiri guru pendamping murid.
"Bapak mau tanya, kenapa kalian ribut tadi pagi?. " Tanya guru pendamping.
"Anu, Pak. Tadi aku cuman mau meminta maaf pada Alice, tapi dia malah membentakku , Pak. Aku gak mau dibentak seperti itu... jadi aku balas dia, Pak. " Ucap Adira.
Aku terkejut mendengar penjelasan Adira, ternyata dia mencoba memfitnahku.
"APA!!. Sejak kapan aku seperti itu?!. Bukannya tadi kamu yang mulai duluan. Kenapa aku yang disalahkan, perasaan tadi kamu gak minta maaf padaku. Kamu malahan memintaku untuk mengerjakan tugas sekolahmu!!. " Aku membalas ucapan Adira yang sudah keterlaluan.
"Kata siapa, aku saksinya. Jangan mencoba untuk berbohong kamu ya. " Sahut Silvi.
"Apa!!. Aku tidak berbohong pak. Memang dalangnya si Alice, nih, biar ku kasih bukti. Lihatlah, Pak. Ada bekas luka lebam di pipi saya, tadi Alice menampar saya dengan keras. " Ternyata Adira memutar balikan semua yang terjadi, dia membuatnya seperti dialah yang menjadi korbannya.
"Apa itu benar Alice, bahwa kamu menampar Adira?. " Tanya guru pendamping.
"Bukan, pak!!. Saya tidak berani melakukan itu, lagian buat apa saya menampar dia. Justru Adira yang menampar saya!! "Teriakku.
__ADS_1
" Kata siapa?!, aku melihat sendiri bahwa kamu yang sudah menampar Adira!!. "Jawab Cindi.
" Jika benar perkataanmu coba tunjukan buktinya bahwa Adira yang menamparmu. "
BRUK!!...
"Kenapa aku yang salah!!. Padahal Adira memutar balikan semua kejadian tadi pagi!!. Padahal dia menyuruhku untuk mengerjakan tugas sekolahnya, karena aku tidak mau mengerjakannya dia menampar ku. Kenapa aku yang salah!?. Apa begini yang disebut dengan sekolah paling aman, hal sepele seperti ini juga belum bisa dipecahkan. Kenapa korban malah jadi pelaku sedangkan pelaku jadi korban. Aku bingung dengan keamanan Sekolah ini, dimana keadilan untuk korban bully, Pak?. " Aku menendang meja dan berteriak kepada Guru Pendamping, aku sudah tidak bisa mengontrol emosiku.
"ALICE!!, berani beraninya kamu melawan saya. Saya adalah guru kamu, saya sudah berbicara lembut dengan kamu tapi kamu malah mambantah!!. " Teriak Guru Pendamping.
"Memangnya aku salah apa?!. Aku yang menjadi korban bully tapi kenapa aku malah dituduh jadi pelaku!!. Dimana keadilan sekolah ini!!. "Aku berteriak dan langsung pergi meninggalkan ruang guru. Aku langsung pergi ke atap sekolah, hari ini emosiku tidak bisa ku kontrol.
" Huh... Kenapa semua orang sangat menyebalkan hari ini!!. Aku bingung dengan mereka, kenapa aku malah dijadikan pelaku padahal aku itu korban. Cih... dasar menyebalkan. "Aku kesal dengan apa yang terjadi hari ini.
" Aku tau kamu pasti sangat kesal, kan?. "Ucap seseorang yang berjalan menuju kearahku.
" s-siapa kamu?. "Tanyaku.
__ADS_1
" Hehe... "Dia tersenyum dan sekarang dia berada didepanku. Seorang Laki-laki yang tampan dan tinggi.