Happy Ending?

Happy Ending?
Mencoba positif


__ADS_3

Aeris berusaha mengenyahkan pikirannya mengenai perkataan Bobby dan memutuskan untuk mempercayai Reno. Dia menjalankan hari nya seperti biasa, dan bertemu Reno ketika pria itu libur atau ketika Reno pulang lebih awal. Tiffany hanya melihat kebucinan mereka berdua dengan berlapang dada. Namanya juga pasangan baru.


Tapi Aeris memang jarang bertemu Reno akhir-akhir ini. Dia disibukan dengan proyek klien yang mengadakan acara di Jepang, sedangkan Reno juga sibuk mengurus pekerjaannya.


Proyek kali ini membuat Aeris begitu senang. Dia baru pertama kali pergi ke Jepang dan dia sudah membayangkan bisa jalan-jalan di sana bersama dengan Reno. Ditambah lagi, persiapan Event kali ini tidak terlalu rumit karena klien mereka tidak meminta macam-macam dan ini hanya acara peresmian brand kosmetik milik seorang selebgram, bernama Marsha. Marsha adalah pacar dari Juna Liem. Aeris tidak heran, karena keduanya bagai serbuk berlian alias tajir melintir dan juga kaya raya. Marsha bahkan membiayai seluruh hotel untuk tim EO mereka di tempat yang sama dengan acara nanti.


Besok mereka akan berangkat, jadi pagi ini Aeris minta Reno untuk menemaninya belanja.


“Hari ini tidak bisa Ae.. ada kerjaan mendadak. Kamu bisa belanja dengan Tim?”


“Ooh,, ya udah.. kamu ga keberatan kalau aku pergi dengan Tim?” Ada nada kecewa yang terselip dari jawaban Aeris.


“Tidak apa-apa. Nanti aku suruh Tim ke rumah.”


Reno segera memutuskan teleponnya. Aeris terdiam sesaat. Otaknya tidak bisa berpikir dengan jernih, meskipun dia sudah mencoba berpikiran positif bahwa Reno memang benar sibuk. Timothy Gunawan adalah asisten Reno. Aeris cukup sering bertemu dengan Tim karena Tim selalu bersama Reno. Reno hanya bilang kalau sekarang dia membutuhkan asisten karena dia sibuk.


Aeris mengalihkan teleponnya ke Tiffany. Wanita itu juga tampak sibuk akhir-akhir ini.


"Lo di mana Beb?"


"Siap-siap lah.. Jangan sampai ada yang ketinggalan ya Ris.. inget ini ke Jepang, bukan ke Bekasi." omel Tiff.

__ADS_1


"Hmmm.. Gue mau ke mall nih.. Lo mau ikut ga?"


"Ogah ah.. yang ada gue cuma liatin lo pacaran."


"Gue berdua Tim, bukan Reno. Dia sibuk." kata Aeris kecewa.


"Makasih deh.. Gue lebih ga mau lagi kalau Tim ikut."


‘Tin..’ Aeris mengintip melalui tirai di kamarnya. Mobil Lexus Reno sudah berada di depan.


‘Cepat juga.’ Batin Aeris.


"Panjang umur. Tim dateng. Oke deh.. See you besok ya Beb.."


“Mau belanja di mana nih?” Tanya Tim.


“Ke mall Yang paling deket aja,,”


“Okay let’s go,,” Tim menggunakan kacamata hitamnya, tapi dia kembali menengok ke Aeris. Gadis itu tampak tidak semangat seperti biasanya.


“Oh iya, Reno titip ini.” Tim memberikan sebuah kartu hitam kepada Aeris. Aeris menerimanya tetap dengan tidak semangat.

__ADS_1


"Kata Reno, kamu bisa pakai untuk belanja apapun yang kamu mau."


“Reno benar di kantor?” Selidik Aeris.


“Ya.. tentu saja..” jawab Tim singkat. Dia mulai menjalankan mobil nya supaya Aeris tidak bertanya macam-macam lagi. Dalam hati Tim mengumpat pada Reno. Reno membuat dosanya makin bertambah banyak karena sudah membohongi Aeris sejak seminggu yang lalu.


"Tim, kamu pernah pacaran?" tanya Aeris lagi.


"Mau tau aja atau mau tau banget?" canda Tim untuk mencairkan suasana.


"Serius Tim.." omel Aeris.


"Iya.. tentu saja pernah."


"Apa serumit ini?"


Tim menengok ke arah Aeris. Dia tau pasti Aeris khawatir dengan Reno.


"Percayalah Aeris, pikiran wanita lah yang rumit."


"Timothiiiii... " teriak Aeris. Tapi candaan kali ini cukup menghibur Aeris.

__ADS_1


Tim memang tidak pernah serius.


__ADS_2