
Paris
Setelah menempuh perjalanan 18 jam, Reno-Aeris sampai di Paris. Aeris merasakan kepalanya pusing karena terbang begitu lama. Sebaliknya, Reno dengan semangat segera mengajak Aeris pergi ke hotel. Dia tidak peduli lagi dengan jalan-jalan atau foto-foto, karena tujuan nya pergi ke Eropa adalah untuk bisa honeymoon dengan Aeris.
"Ren, pelan-pelan.." kata Aeris yang kewalahan mengikuti langkah Reno. "Aku pusing.."
"Hah? Apa? Kamu sakit?" Reno menghentikan langkahnya, lalu menempelkan tangannya pada dahi Aeris.
"Aku mual."
"Sayang, kita aja belum bikin, kamu sudah mual?" keluh Reno.
Aeris mencubit pinggang Reno. Bisa-bisanya dia bercanda disaat seperti ini.
Reno memegang pinggang Aeris, lalu dengan mudah menggendong wanita itu.
"Ren, malu di liatin.." protes Aeris. Dia menengok ke kanan Kiri, dan benar saja semua orang melihat ke arah mereka.
"Sudahlah, kita ga kenal mereka kan."
"Siapa yang ga kenal?" seseorang berjalan di samping Reno sambil tertawa cekikan.
"Sam?!" pekik Reno yang hampir saja jantungan ketika melihat Sam dan kekasihnya. "Ngapain lo di sini?"
"Sabarlah sampai ke hotel, Ren.." ejek Sam.
Reno tidak menghiraukan Sam. Dia tetap berjalan saja dengan cueknya.
Sam dan Rea mengikuti mereka dari belakang, seolah meraka adalah bodyguard Reno-Aeris.
"Sam, apa lagi sih ini? Kenapa kalian mengikuti kami?" Reno menghentikan langkah nya ketika akan masuk ke mobil.
"Kami juga mau ke hotel." Sam merangkul Rea.
"Astaga.. kalian mau ganggu kami?" suara Reno meningkat 3 oktaf. Bayangan nya bermesraan dengan Aeris langsung buyar seketika.
__ADS_1
"Lebih ramai kan lebih seru, Ren.."
"Kamu pikir nonton konser? Sudahlah terserah.. kami tidak akan keluar kamar." Reno meletakkan Aeris di bangku belakang dengan hati-hati. Jika dia hanya berdebat dengan Sam, sampai malam pun tidak akan selesai.
Sam melambai kan tangan pada mobil sepupunya yang sudah pergi.
"Sam, kamu benar-benar kurang kerjaan." omel Rea. Sam sengaja mengikuti Reno ke Eropa dan mengganggu mereka. Dia ingin membalas Reno yang selalu saja mengganggu kerjaannya.
"Setelah ini giliran, Juna." ucap Sam senang. 2 pria itu seenaknya saja meminta Sam menjadi detektif dadakan. Sebentar-sebentar melacak Aeris, sebentar-sebentar melacak Tiffany. Kali ini mereka juga harus merasakan kesalnya jika diganggu.
*
*
*
Reno mondar-mandir di kamar sambil sesekali memandang Aeris yang sedang tertidur. Aeris tidur seperti orang koma. Sudah 10 jam sejak mereka sampai, Aeris tidak juga membuka matanya. Apakah efek jetlag akan selama ini?
"Hahahahaha... malang sekali kamu Ren." Sam tertawa puas ketika Reno meneleponnya untuk memberitahu kondisi Aeris.
Sudah 3 hari sejak menikah, mereka bahkan belum melakukan hubungan suami istri.
Karena lelah, Reno akhirnya memutuskan untuk tidur saja.
"Ren.." Aeris terbangun karena Reno memeluknya.
"Sayang.. kamu baik-baik saja?"
Aeris mengangguk. "Aku kedinginan." Aeris mendekatkan tubuhnya pada Reno.
Ya, saat ini Eropa sedang musim winter, jadi Aeris tidak terbiasa dengan cuaca di sini.
"Mau aku hangatkan?"
"Hmmm.." Belum sempat Aeris menjawab, Reno sudah mencium bibirnya dengan lembut. Tangan Reno bergerak untuk mematikan lampu kamar.
__ADS_1
Tentu saja, bagi Reno, satu-satunya cara menghangatkan badan adalah dengan meng unboxing istrinya. Dan kali ini Aeris tidak dapat menghindar. Mereka sudah sah jadi suami istri dan sudah seharusnya melakukannya.
***
'Tok.. tok..'
Aeris membuka matanya ketika mendengar suara ketukan di luar. Dia beranjak dari ranjang untuk melihat siapa yang datang, tapi tangan Reno menahannya.
"Biarkan saja.. pasti Sam." Reno menggunakan bathrobe nya untuk menggantikan Aeris membuka pintu. Aeris juga menggunakan bathrobe nya yang sudah disediakan Reno di pinggir ranjang.
Benar saja, Sam menyeruak masuk bersama dengan Rea tanpa dipersilahkan oleh pemilik kamar.
"Wah, kalian akhirnya jadi bikin Reno junior?" tanya Sam senang saat melihat Reno dan Aeris sama-sama menggunakan bathrobe.
Mendengar kekasihnya mulai mengejek Reno lagi, Rea jelas saja menyenggol lengan Sam.
"Sudah lah, jangan berisik." "Kenapa kalian mengganggu pengantin baru?"
"Cepat lihat ini,, Juna menikah dengan Tiffany." Sam menunjukan ponselnya pada Reno.
Mendengar sohibnya menikah, Aeris langsung melompat dari ranjang untuk melihat apa yang ditunjukan oleh Sam.
Sam tidak berbohong. Boy sedang merekam acara pernikahan Juna-Tiffany di sebuah tempat ibadah.
Aeris begitu terkejut karena Tiffany tidak mengatakan apapun padanya.
"Akhirnya, Belut nya tertangkap." seru Reno senang.
"Mereka tancap gas." timpal Sam sambil geleng-geleng kepala.
"Lalu, kalian kapan?" goda Reno.
"Menunggu Rea siap." ucap Sam datar. "Sudahlah, kalian lanjutkan lagi bertarungnya, kami mau jalan-jalan." lanjut Sam sebelum suasana menjadi lebih canggung.
Reno mengangguk setuju. Dia dengan senang hati membukakan pintu supaya kedua mahkluk itu cepat pergi dan tidak mengganggunya. Tentu saja Reno harus memanfaatkan waktu honeymoon nya bersama Aeris.
__ADS_1