
Sandra masih seperti biasanya. Dia sangat cantik, meskipun lingkaran mata nya menghitam. Sudah sebulan lebih sejak peristiwa itu. Dan kini dia bertemu kembali dengan Reno di pengadilan. Sandra menggunakan kemeja putih, celana panjang hitam, dengan rambut di kucir kuda. Sebulan ini dia frustasi, tidak mau keluar rumah. Reno melihat Sandra dengan miris. Kasian sekali wanita itu. Selama ini dia merawat Sandra dengan baik. Dia belikan semua yang Sandra mau. Tas, baju, sepatu bermerk. Mereka pun tidak pernah makan di emperan.
"Kamu sehat?" Sapa Reno ketika bertemu di pintu.
"Kamu bisa liat sendiri." Ucap Sandra sinis.
Di belakang Sandra, ada sepasang mata yang terus memperhatikan mereka. Pria berdarah oriental dengan mata sipit dan rambut spike. Pria itu adalah pria yang ada dalam video Sandra. Namanya Michael Sutandi. Pewaris utama keluarga Sutandi, raja properti. Dia adalah crazy rich di kota ini. Semua orang bisnis pasti tau sosok Michael. Tapi Reno tidak terlalu peduli pada Michael.
Mereka masuk ke dalam bersama dengan pengacara masing-masing. Reno tidak terlalu banyak bicara, begitu juga Sandra. Reno hanya ingin, semua selesai dengan cepat. Sebelum ini selesai, hidupnya tidak akan tenang.
Acara itu berjalan dengan tertib dan akhirnya hakim sudah memutuskan. Reno mengehala nafas panjang. Awalnya dia memang ingin ini terjadi, karena dia begitu kesal pada wanita itu. Tapi, sekarang Reno menyadari kesalahannya. Seharusnya dia tidak mempermalukan Sandra di depan umum.
“Kita benar-benar sudah selesai Ren.” Ucap Sandra lemah.
__ADS_1
“Kamu bisa menikah dengan dia setelah ini.” Reno memberikan pelukan yang terakhir. Tidak ada yang bisa mengerti bagaimana perasaannya sekarang. Dia sedih, tapi di satu sisi dia juga senang.
Michael yang terkejut segera mendekati mereka. Dia tidak mau Reno dan Sandra berbicara lebih banyak lagi.
“Ini hal paling gila yang pernah aku lakukan. Jadi, sorry,, tapi aku ga bisa menerima penghianatan ini. Sekarang kalian bisa jalan dengan lebih baik.” Ucap Reno dengan lapang dada.
Itulah yang Sandra sukai dari Reno. Dia bukan tipe orang yang gengsinya selangit. Dia akan mengakui dirinya salah, kalau memang itu salah. Kemanapun Sandra pergi, dia tidak akan menemui pria seperti Reno.
Dia sangat kuat, tapi rapuh. Dia terlihat berani, tapi dia penakut.
“Reno, nanti kamu datang lebih awal ya.. Dad sudah siapkan bajunya di rumah mu. Pestanya ga akan lengkap kalau kamu ga hadir.”
“Reno kan sudah bilang untuk tidak datang Dad..”
__ADS_1
“Reno,, kamu jangan keras kepala. Daddy sudah siapkan ini dengan sangat sempurna. Dan Dad undang Bobby untuk mengisi acara juga.” Ucap Dimas memelas.
“Apa? Bo,by?” Reno berhenti mendadak, membuat orang di belakangnya hampir menabrak punggung Reno yang lebar. “Kok Dad ga kasih tau?”
“Gimana mau kasih tau kalau kamu aja menghindar terus.” Sindirnya.
“Oke, Reno nanti datang.” Secepat kilat Reno menuju ke parkiran. Seperti biasa, Reno menggunakan motor. Dia tidak berpamitan bahkan pada pengacaranya.
Sandra terdiam cukup lama setelah mendengar percakapan Reno. Dad? Setau Sandra Reno tidak punya orang tua atau keluarga.
"Apa Reno baru saja bicara dengan orang tuanya?" tanya Sandra pada pengacara Reno yang belum pergi.
"Ya,, itu Pak Dimas Sebastian, papa Reno. Hari ini ada acara penting, mungkin dia minta Reno untuk datang."
__ADS_1
"Sebastian?" raut wajah Sandra berubah 180 derajat. Mendengar nama Sebastian cukup membuat dirinya lemas. Sepertinya dia sudah melepaskan tambang emas.