
Sebuah Notifikasi WA masuk ketika Reno sedang membersihkan ponselnya dari jejak Sandra. WA dari Aeris! Reno segera membaca pesan dari gadis itu.
'Malam Pak Reno. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih atas bantuan bapak tadi. Saya mohon bapak jangan bicarakan peristiwa tadi sama siapapun ya pak..’
Reno tersenyum kecil. Gadis ini unik sekali. Reno tanpa sadar mulai penasaran dengan Aeris.
‘Santai saja.. oh iya, bisakah jangan panggil pak? Saya belum setua itu.’
‘Emm,, oke.. semoga saya bisa terbiasa. Terima kasih ya..’
‘Mungkin kamu bisa traktir saya lain kali. Sebagai ongkos jadi bodyguard tadi.’
‘Astaga.. anda keterlaluan sekali.. saya kan pengangguran sekarang. Tadi juga sudah di traktir susu.’ Protes Aeris dalam wa nya.
Reno tertawa. Memang Aeris sangat polos. Gadis itu mungkin tidak punya banyak pengalaman dengan pria. Tapi hebat juga, Aeris bisa berpacaran dengan Bobby.
__ADS_1
‘Kenapa belum tidur?’ Tanya Reno mengalihkan pembicaraan.
‘Mana ada wanita yang bisa tidur setelah putus sama pacarnya.’
‘Hahaha.. pesona nya memang luar biasa ya.’ Canda Reno.
Tidak ada balasan. 1 menit, 2 menit, 5 menit. Aeris terlihat online, tapi dia tidak membalas. Reno jadi merasa tak enak. Mungkin Aeris marah atau justru dia menangis lagi. Reno memberanikan diri untuk menekan tombol call. Dia menunggu cukup lama, sampai akhirnya orang di ujung sana mengangkat teleponnya.
“Ha,,Lo,,” suara berat menjawab telepon Reno. Reno tau itu bukan suara Aeris.
“Bukan, Aeris sudah tidur.” Ucapnya masih dengan suara nge bas.
Reno mematikan ponselnya segera. Dia melempar ponselnya ke meja. Katanya ga bisa tidur, tapi tidur juga. Batin nya. Dia kembali mengambil ponselnya, lalu menghapus pesan yang terakhir dia kirimkan.
Reno menscroll ponselnya mencari nama Bu Meri EO Gold, lalu kembali menelepon.
__ADS_1
“Halo Bu Meri.. saya minta maaf atas kejadian kemarin.” “Saya tetap akan membayar penuh dan sekaligus menanggung kerugiannya. Tapi, saya dengar ada seorang karyawan yang dipecat karena kejadian kemarin. Saya mohon ibu bisa bijaksana untuk memperkerjakan dia kembali, karena dia karyawan yang rajin, dan dia kerja keras untuk menyiapkan pesta saya kemarin.”
“Aeris maksud bapak?”
“Iya,, bukan Aeris yang sebarkan videonya, tapi saya.” Ucap Reno dengan jujur.
Reno bisa mendengar keterkejutan bos dari EO tempat Aeris bekerja. Semua orang akan bilang Reno itu gila. Tapi it’s okay. Reno lebih suka di sebut gila, daripada dia melihat ketidakadilan terjadi. Lagipula, mengakui kesalahan itu seperti mengurangi beban di pundaknya.
“Saya harap ibu bisa kembali pekerjakan Aeris. Dan saya janji nanti kalau perusahaan bikin acara besar, saya akan menggunakan jasa dari Bu Meri kembali.”
Bu Meri tampak diam sejenak. “Baik Pak Reno. Saya tau orang tua anda itu pemilik hotel Emerald, jadi kami sudah berhubungan baik. Pak Reno tidak perlu khawatir akan hal tadi.”
Reno mengakhiri pembicaraannya.
Bu Meri memang tau orang tua Reno bukan orang sembarangan, jadi kebanyakan tidak ada yang bisa menolak permintaannya. Kemarin pun, Bu Meri sangat marah pada Aeris bukan tanpa alasan. Dia takut ayah Reno akan marah dan menuntut EO nya.
__ADS_1
Reno menyandarkan badan di kursi kerjanya. Dia bisa bernafas lega sekarang karena urusan Aeris beres. Semoga dia senang. Kata Reno dalam hatinya.