Happy Ending?

Happy Ending?
Keanehan Reno


__ADS_3

Makan siang yang panjang itu berakhir juga. Aeris menyetujui Reno yang akan mengantarnya pulang. Para pelayan tersenyum ramah pada Reno. Sepertinya Reno sudah langganan di westlake, jadi mereka sangat ramah sama Reno. Aeris berjalan ke parkiran motor, tapi Reno menariknya. Dia tidak membawa motor hari ini. Reno menekan kunci mobil di tangannya. Sebuah mobil putih mewah berbunyi. Mobil Lexus keluaran terbaru. Aeris hampir melongo menatap mobil yang Reno bawa. Ini bukan yang paling bagus, tapi ini sudah bisa di bilang mobil mewah. Hanya orang super kaya saja yang bisa punya mobil ini. Aeris semakin tidak mengerti dengan Reno. Kemarin dia berpenampilan rapi, pakai sepatu, tapi dia malah naik motor. Sekarang Reno seperti sedang bermain, pakai kaos dan sandal, tapi malah bawa mobil mewah.


Reno masuk ke mobilnya. Mau tidak mau, Aeris mengikuti Reno untuk naik di kursi penumpang. Begitu masuk, Aeris bisa merasakan kemewahan di dalamnya. Seumur hidup dia baru pernah naik mobil semewah ini.


“Ini hanya mobil bos.” Ucap Reno yang melihat ekspresi aneh Aeris.


Reno menyalakan mobilnya. Dia menarik nafas dalam. Wajahnya tegang seketika. Dia berusaha tersenyum saat Aeris menatapnya.


Aeris menunggu cukup lama. Dia merasakan ada yang tidak beres. Reno tidak seperti tadi. Dia hanya menatap lurus ke depan sambil memgegang setir. Tangannya menggenggam itu begitu kuat.


“Jangan bilang kamu ga bisa nyetir Ren.” Tebak Aeris sembarangan.


Reno tidak menggubris Aeris. Tubuhnya berguncang hebat, dan dadanya sakit. Reno berteriak sambil memegangi dadanya.


“Ren,,kenapa Ren..” ucapnya panik.


Reno membuka tasnya. Dia mencari sesuatu dengan kesulitan, tapi tidak ada. Dia lalu mengambil ponselnya, tapi terjatuh. Aeris dengan panik membantu Reno mengambil ponselnya.


“Telepon.” Kata Reno sambil menahan sakit.


Aeris makin bingung dengan keadaan ini. Dia tidak tau Reno kenapa. Lalu, siapa yang harus Aeris telepon? Dengan panik, Aeris mencari daftar kontak di ponsel Reno. “Cepat!” Reno kembali berteriak.


Setaunya di sinetron, orang yang seperti Reno mungkin terkena serangan jantung atau punya penyakit ayan. Aeris dengan bingung mencari kontak dokter di ponsel Reno. Dia akhirnya menemukan kontak Dr.Ericka.

__ADS_1


“Halo, dokter, ini teman Reno. Saat ini Reno butuh bantuan. Tolong ke sini.” Kata Aeris panik.


“Apa Reno kesakitan?” Tanya nya.


“I..iya, saya bingung.” Aeris hampir menangis.


“Tenang,, ada obat di jok motor Reno. Kamu ambil dan kasih 2..”


“Kami naik mobil dok.”


“Astaga. Oke saya ke sana sekarang. Kalian di mana?”


Aeris memberitau lokasinya, dan Dr.Ericka segera menutup teleponnya. Dia menatap Reno dengan takut. Dia seperti orang yang akan menemui ajalnya.


10 menit kemudian, Seseorang mengetuk kaca mobil di samping Aeris. Aeris buru-buru turun. Wanita berkacmata itu segera masuk menggantikan Aeris. Dia mengeluarkan satu wadah dengan kapsul warna hijau kuning, lalu memberikan pada Reno dan juga membantu dia untuk minum dan menelannya. Beberapa saat kemudian Reno mulai tenang. Wajahnya masih pucat, tapi dia sudah bisa bernafas dengan baik.


“Suruh gadis itu pergi.” Pinta Reno.


“Dia pulang sendiri?”


“Cepat.”


Tanpa banyak tanya lagi, Dr Ericka keluar dari mobil. Dia menemui Aeris yang masih panik. Gadis itu masih kebingungan dan hampir menangis.

__ADS_1


“Maaf, kamu yang tadi telepon ya? Terima kasih sudah telepon saya.”


“Reno kenapa?”


“Emm,, Reno sudah baik sekarang. Dia hanya perlu istirahat. Sebaiknya kamu pulang dulu.” Ucap Dr. Ericka sambil tersenyum.


Aeris melihat ke arah mobil. Reno sedang menutup wajahnya dengan tangan.


“Reno bilang, kamu pulang saja.” Lanjutnya lagi.


Aeris menangguk pelan. Dia berjalan dengan bingung menuju ke jalan, masih dengan perasaan campur aduk.


Sementara itu, Dr. Ericka membantu Reno untuk keluar dari mobil dan pindah ke bangku penumpang. Dia menutup pintu, kemudian masuk ke kursi pengemudi.


“Sudah berapa kali aku bilang, bawa obat di tas, di mobil, di kantor.” Omelnya.


“Aku lupa.”


“Lagian ngapain sih nyetir.”


“Aku mau coba Rick. Tadi bisa kok.” Bela Reno.


“Emang susah deh. Kasian kan tuh cewe. Dia pulang naik apa coba.”

__ADS_1


Reno hanya diam. Dia menengok ke luar jendela mobil. Terlihat Aeris berdiri menunggu ojek online. Reno menelan ludahnya. Dia tidak bisa membayangkan betapa marah Aeris. Aeris yang membantunya, tapi malah Reno mengusirnya.


__ADS_2