
Tim terkejut melihat Reno seperti mayat hidup. Dia datang dengan penampilan acak-acakan. Tim yakin semalaman Reno tidak tidur.
"Aku sudah cari ke manapun, dan aku ga bisa hack ponselnya." ucap Tim prihatin. Dia sudah melakukan yang terbaik, tapi Aeris menghilang bak di telan bumi. Tim menyuruh make up artist untuk membereskan penampilan Reno, sebelum dia pergi.
Sedangkan di ruang ganti yang lain, Ericka sudah tampil cantik bak artis Korea. Dia begitu senang memandangi dirinya karena tidak menyangka akan berakhir bersama Reno.
Untuk acara kali ini, Reno sengaja hanya mengundang keluarga saja supaya mereka menyaksikan jika Reno sudah memenuhi surat wasiat papanya.
***
Acara sudah hampir dimulai. Satu persatu tamu mulai berdatangan. Pak Dimas, Sisca dan Cassie pun datang. Mereka bertemu Reno tadi malam, dan Pak Dimas tentunya sangat sedih karena dia tidak bisa mendapatkan Reno untuk penerus usahanya.
Di sebelah Pak Dimas, ada Sam dan kekasihnya, juga Juna dan Jo, asistennya. Reno duduk di depan, menunggu Ericka.
Ericka datang bersama Dr.Andre. Dia menyerahkan Ericka pada Reno. Reno hanya terdiam saat Ericka tersenyum padanya.
"Kita mulai acaranya." Kata MC begitu semua sudah komplit.
"Tunggu." Tim muncul dari balik panggung."
"Saya tidak setuju dengan pernikahan ini." Kata Tim sambil berjalan ke tengah.
Pak Herman berdiri dari bangkunya, dan segera menengahi Tim dan juga Reno.
"Kamu tau resikonya kalau pernikahan ini batal." Ingat Pak Herman pada Reno.
Reno tidak mendengarkan. Dia tidak peduli apakah pernikahan ini akan berlanjut atau tidak.
"Tapi, bukankah surat akan sah ketika pihak perempuan tidak menyetujuinya?" bisik Tim.
"Kenapa anda tidak memberitahu penjelasan itu pada Reno?"
__ADS_1
Pak Herman tidak menjawab. Ini memang permintaan dokter Andre dan Ericka. Dia ingin anaknya menikah dengan Reno. Tapi bagaimana Tim tau?
Tim tersenyum penuh kemenangan. Dia bisa mengerti hal ini karena dia mengikuti Pak Herman. Dan dia mendengarkan percakapan Pak Herman ketika dia makan bersama koleganya.
Ericka kini kebingungan. Dia tidak tau kenapa Tim bisa datang dan coba menggagalkan pernikahannya.
Tim mendekati Ericka, lalu menyodorkan ponselnya. Ericka menutup mulut dengan kedua tangannya karena Tim merekam saat dia mabuk.
"Halo cantik, maaf kalau saya harus melakukan ini. Kamu pasti tau maksudnya." Bisik Tim pada Ericka.
"Kamu.. " Ericka sudah tidak berkata-kata karena dia menangis.
"Jadi bagaimana, apakah lanjut atau tidak?" Tanya MC yang penasaran. Sepanjang karir nya dia baru saja menemui hal seperti ini.
"Aku tidak akan menikah dengan Reno." Ucap Ericka terbata.
"Ericka Anderson!" Teriak Dr.Andre marah. Dia sudah menuruti kemauan putrinya, tapi dia malah seenaknya saja membatalkan.
Ericka menatap Tim dengan pandangan nanar. Tim hanya menaikan alisnya, lalu tersenyum.
"Karena saya sudah menyukai orang lain."
"Siapa?"
Ericka menunjuk Tim yang masih berdiri dengan cool nya. Itu membuat yang lain terkejut, termasuk Tim. Dr.Andre segera menghampiri Tim, lalu memukulnya.
"Paaa.." Ericka berusaha melerai. Tapi dia malah terkena imbasnya. Andre tidak sengaja mendorong Ericka hingga terjatuh. Tim yang kasihan melihat Ericka mau tidak mau menyelamatkan Ericka dengan membawanya kabur dari amukan papa nya.
Reno pun berdiri. Dia merasa semua sudah selesai. Dia berjalan keluar tanpa ingin ikut campur lagi. Tubuhnya lelah, tapi Reno menjalankan mobilnya mencari Aeris. Dia masih punya sedikit harapan untuk bisa melanjutkan ceritanya dengan Aeris.
***
__ADS_1
Sementara itu, Tim menghentikan mobil nya di pinggir danau. Sejak tadi Ericka tidak berhenti menangis dan itu membuat Tim merasa bersalah.
Tim sengaja membuka jendela mobilnya supaya Ericka bisa menghirup udara segar.
"Aku akan hapus videonya." Tim mencoba memulai pembicaraan meskipun dia yakin Ericka sudah sangat membencinya.
"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Ericka tanpa menengok ke arah Tim.
"Hanya seseorang yang terjebak diantara kalian."
Tim tertawa kecil. "Bagaimana? apakah dokter jiwa butuh hiburan juga?"
Ericka mengambil tisu untuk menghapus air matanya. Semua hal ini di luar kendalinya. Faktanya memang Reno tidak menyukainya dan pernikahan ini batal.
"Cepat hapus video nya di depan aku." Pinta Ericka dengan suara jauh lebih tenang.
Tim mengeluarkan ponselnya, lalu melempar itu keluar dan ponselnya berakhir masuk dalam danau.
"Kamu gila?" Ericka cukup terkejut dengan tindakan Tim.
"Aku menyesal dan sekali lagi aku minta maaf." Timothy menatap Ericka yang sekarang sibuk mencopot hiasan di rambutnya.
"Sudah lah.. Itu tidak mengubah apapun. By the way, wajah mu bagaimana?" Ericka teringat wajah Timothy yang sudah babak belur karena papanya.
"Aku sudah pernah mengalami yang lebih parah." pamer Tim.
Ericka mengeluarkan kotak obat di dashboard berinisiatif untuk mengobati Tim.
"Tunggu." Tim menahan tangan Ericka. "Kita obati hati kamu dulu."
Tim tersenyum penuh arti. "Aku sudah lama tidak jalan-jalan ke pantai." "Gimana?"
__ADS_1
Ericka mengangguk dengan ragu. Saat ini akan lebih baik jika dia tidak kembali ke rumah. Andre bisa memarahinya habis-habisan.