
"Sandra tunggu..." Aeris mengejar Sandra yang berjalan dengan sangat cepat.
Sandra tidak mempedulikan Aeris dan hanya terus berjalan sambil menangis.
"San.." Aeris mempercepat langkahnya sehingga dia bisa menarik tangan Sandra.
"Sudahlah.. ejek saja sesuka mu." wanita itu menghindar dari tatapan Aeris.
Aeris menepuk pundak Sandra. Dia lalu bergerak untuk memeluk Sandra, sehingga Sandra kembali menangis sesenggukan di pundak Aeris.
Aeris sudah pernah mengalami hal ini dan dia tau posisi Sandra. Dia pun tidak berniat untuk mengejek Sandra.
"Ini hukuman untuk aku, Ris." kata Sandra terbata.
Ya, Sandra sedang menuai apa yang dia tabur. Dulu, dia berselingkuh dari Reno, dan kini suaminya yang berselingkuh dengan orang lain.
Aeris tidak bisa berkata-kata. Dia hanya menepuk punggung Sandra pelan. Sulit baginya untuk memberikan saran pada Sandra saat ini. Lagipula itu urusan rumah tangga mereka, dan Aeris hanya berharap Sandra bisa lebih baik setelah meluapkan perasaannya melalui air mata.
"Terima kasih Aeris.." Sandra melepas pelukannya.
"Aeris, Sandra.." Reno berdiri di hadapan istrinya dan Sandra.
"Reno, gimana bisa kamu di sini?" Aeris heran dengan Reno. Akhir-akhir ini pria itu selalu bisa menemukan keberadaan Aeris.
"Kamu ga apa-apa sayang?" tanya Reno sambil meneliti Aeris dari atas ke bawah.
Aeris menggeleng. "Dia yang kenapa-kenapa." "Michael selingkuh dengan Sekretaris mu." bisik Aeris karena tidak enak untuk bicara hal ini di depan Sandra.
Reno baru mengerti sekarang kenapa Aeris meminta dia untuk memecat Hana. Michael selingkuh dengan Hana? Reno hanya tersenyum sinis. Dia menatap Sandra yang saat ini tidak berani memandang Reno. Aeris yang juga memperhatikan Reno sejak tadi, memberi kode supaya Reno jangan bicara macam-macam.
__ADS_1
"Maafkan aku Reno, Aeris.." "Aku tau ini adalah balasan dari perbuatan aku di masa lalu." sesal Sandra.
"Sandra.. pertimbangkan dengan baik langkah mu selanjutnya." saran Reno.
"Makasih, Ren.." Sandra tersenyum. "Aku sebaiknya pulang dulu." Sandra berpamitan pada Aeris dan Reno.
"Mana Tiffany?" tanya Reno setelah Sandra pergi.
Aeris menepuk jidatnya. Dia lupa pada Tiffany. Tapi ini sudah 1,5 jam sejak Aeris pergi. Tiffany pasti sudah pulang.
"Biarkan saja, Ren.. Nanti akan aku telepon dia." "Kasihan Sandra ya,Ren. Aku masih kepikiran dia." Aeris mengalihkan pembicaraan kembali kepada Sandra.
"Kamu sungguh beruntung bukan menikah dengan pria yang setia seperti ku?" Reno mencubit pipi Aeris yang sedikit chubby.
"Sakit Ren.." Aeris menampol tangan Reno. "Aku lapar Ren.."
Sudah lama sekali mereka tidak berkencan seperti ini. "Kamu ingin makan apa sayang?"
"Aku mau corn dog yang pakai sosis sapi.." seru Aeris senang.
"Sosis sapi?" Reno menghentikan langkahnya. "Mana kita tau dia pakai sosis apa?"
"Ya kita cari saja.. ayooo.." Aeris memeluk Reno dari samping sambil menunjukan wajah memelas.
"Ae, kamu akhir-akhir ini sangat aneh." Kata Reno bingung. Sejak kemarin, Aeris selalu saja mencari camilan yang tidak ada di rumah. Aeris pernah minta es krim rasa papermint pada Bi Inah, sampai Bi Inah tanya pada Reno apakah ada es krim jenis itu.
Selain itu, porsi makan Aeris juga bertambah. Dia dapat menghabiskan hampir semua makanan yang disajikan Bi Inah.
"Aeris, kamu ga merasakan perubahan dalam tubuhmu?" tanya Reno penasaran.
__ADS_1
"Apa?" Aeris mengecek tubuhnya sendiri. Dia memang terlihat lebih sedikit gemuk sekarang. "Maksud kamu, aku gendut?" tanya nya dengan nada yang meninggi.
"Bukan, sayang.. Maksudnya.." Reno menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia menengok ke kanan kiri, dan tepat di dekat mereka ada apotik.
Reno mengajak Aeris masuk ke dalam apotik untuk membeli testpack. Semua ciri-ciri Aeris tadi sudah mengarah pada orang hamil.
"Ren, maksudnya apa?" Aeris kebingungan ketika Reno memberikan testpack padanya.
*
*
*
Beberapa orang yang keluar dari toilet memandang Reno dengan terpesona. Bagaimana tidak, Reno berdiri di depan toilet wanita dengan menggunakan pakaian rapi berjas ala opa opa Korea.
Reno tampak tidak terlalu memusingkan wanita-wanita itu karena yang dia tunggu adalah Aeris yang sampai setengah jam belum keluar juga.
'Apa dia tidak bisa cara menggunakannya?' batin Reno. 'Apa aku masuk saja?'
Di tengah kegalauannya, akhirnya Aeris muncul dengan ekspresi datar.
"Gimana Ae?" Reno segera menangkap Aeris dan memegang kedua lengannya.
"Aku hamiiiiil." teriak Aeris yang langsung memeluk Reno.
"Beneran sayang?" Reno tampak sangat bahagia. Dia bahkan memutar-mutar kan badan Aeris dalam pelukannya.
Kehebohan mereka tentu membuat orang-orang yang akan ke toilet sedikit bingung dan takut. Mereka takut mengganggu pasangan bucin itu yang sepertinya lupa kalau mereka sedang berada di mall.
__ADS_1