Happy Ending?

Happy Ending?
Makan malam keluarga


__ADS_3

Reno memandang Aeris tanpa berkedip. Sejak berpisah 2 tahun yang lalu, dia baru sadar jika Aeris memang menarik. Aeris bagaikan berlian yang belum diasah. Sekarang, Aeris sudah tampil jauh lebih baik. Malam ini dia terlihat cantik dengan dress cheongsam merah. Ya, Dimas mengundang Aeris untuk acara makan malam keluarga di hotelnya, jadi dia sengaja memakai dress yang bagus.


Aeris mengembalikan Baby Sean pada Cassie, karena dia sadar jika sejak tadi Reno memandangi nya.


"Dad senang karena kalian akan menikah." Dimas membuka pembicaraan karena semua sudah berkumpul.


"Dan Reno senang karena kali ini tidak akan gagal lagi." jawab Reno sambil tersenyum ke arah Aeris.


"Bucin... bucin.. mata lo bisa copot Ren.." ejek Cassie yang memperhatikan Reno sejak tadi. Dia lalu menengok pada pria blesteran di sebelahnya yang sibuk bermain ponsel.


"Sirik aja lo." balas Reno.


"Sudah,, sudah..jangan mulai." Sisca mencoba mendinginkan suasana.


"Jadi, kali ini Dad akan jadi wali kamu Ren.. Jangan seperti kemarin.." Dimas menepuk pundak anak angkat yang duduk di sebelahnya. Dia sempat kecewa pada Reno karena pada acara sebelumnya, anaknya itu tidak melibatkan dia. Syukurlah sejak mengenal Aeris, Reno mulai dekat dengan Dimas. Bahkan setelah kembali pada keluarga aslinya, Reno masih tetap menganggapnya sebagai Daddy-nya.


"Okay Dad.."


"Makasi ya om.." timpal Aeris. Sejak awal, Dimas begitu baik padanya. Bayangan Aeris, orang kaya tidak akan pernah mengijinkan anaknya untuk menikah dengan rakyat jelata seperti dia. Tapi, Dimas berbeda.

__ADS_1


"Panggil saja Dad.. sebentar lagi kamu juga akan jadi bagian dari keluarga ini."


"Baik Dad.." jawab Aeris canggung.


"Oh iya, kamu sudah mengenal Romeo?" Dimas beralih pada sosok pria di sebelah Cassie yang hanya diam sejak tadi. "Romeo adalah suami Cassie."


Romeo tersenyum pada Aeris sambil menjabat tangannya.


"Malam ini Dad juga ingin memberitahu kalian, kalau Dad akan pensiun dan Romeo yang akan menggantikan posisi sebagai Presiden Direktur di hotel Emerald dan cabang-cabangnya."


Cassie menoleh pada Daddy nya dengan pandangan bingung. Dimas berkata jika Romeo akan menjadi pengganti dirinya ketika pernikahan mereka sudah berjalan selama 5 tahun.


"Kita bicara di rumah saja. Sekarang kita perlu rayakan kebersamaan keluarga kita." Dimas memanggil pelayan untuk membawa wine yang sudah dia siapkan.


Reno mengamati perubahan sikap Cassie. Dia pasti menyembunyikan sesuatu. Sedangkan Aeris hanya bisa diam sambil bertanya-tanya kenapa Cassie dan Romeo tampak bukan seperti pasangan. Cassie jarang sekali terlihat bersama suaminya, dan Reno juga tidak pernah membahas tentang Romeo.


***


Acara makan malam sudah selesai. Semua sudah kembali pulang, kecuali Reno dan Aeris. Mereka berdua saat ini memilih pergi ke rooftop untuk bisa bicara lebih santai.

__ADS_1


"Sayang, makasi yaa.." ucap Reno sambil membelai rambut Aeris.


"Untuk?"


"Karena sudah menerima aku." kali ini Reno memeluk Aeris.


"Aku yang bersyukur karena bisa menjadi bagian dari keluarga kamu yang sangat baik."


"Tidak sebaik itu."


Aeris melepaskan pelukan Reno. Dia teringat akan pertanyaan nya mengenai Cassie. "Kamu belum cerita soal Cassie dan Romeo."


Reno mengalihkan pandangannya ke depan. Semua berawal ketika Dimas ingin mencari penerus keluarga Sebastian.


"Ya, mereka menikah tanpa cinta. Dad yang pilihkan pria itu untuk Cassie." "Karena itu aku tidak mau untuk menikah dengan Ericka. Kamu lihat hasilnya kan.." ucap Reno lirih.


Aeris memegang lengan Reno. Dia pasti sedih karena memikirkan adiknya.


"Sorry ya aku ga tau.." sesal Aeris.

__ADS_1


"No problem sayang.. Cassie sudah dewasa.. dia harus bisa menyelesaikan problem nya sendiri.. Kita fokus pada pernikahan kita saja nanti.." Reno memegang tangan Aeris, lalu mencium punggung tangannya. Dia sudah tidak sabar untuk membuat Aeris menjadi miliknya selamanya.


__ADS_2