
Acara itu begitu membosankan. Reno tampak gelisah dan dia berulang kali menengok ke belakang ke arah pintu. Tapi meski begitu, Reno tidak bisa ke manapun. Cassie akan mengomel kalau dia beranjak pergi. Jarang-jarang Reno bisa datang ke acara keluarga. Dia tidak akan bisa lolos dari Cassie.
“Kita sambut, penyanyi utama kita, Bobby Anderson..” ucap MC dengan suara keras. Rahang Reno mengeras melihat Bobby masuk dengan gitarnya. Para tamu bertepuk tangan dan bersorak senang. Bobby sangat tampan dan baby face. Dia adalah pria idaman para anak muda, bahkan ibu-ibu. Jarak meja Reno dan panggung tidak seberapa jauh. Bobby juga bisa dengan jelas melihat wajah Reno.
“Saya mengucapkan selamat untuk Bapak Dimas dan Ibu Siska atas aniversary nya yang ke 50. Saya harap, saya bisa meniru kalian, yang bisa langgeng sampai usia sekarang.”
Reno memperhatikan Cassie yang tidak berhenti tersenyum sambil menatap Bobby.
“Kamu ga denger berita dia?” Ucap Reno mengingatkan adiknya.
“Biarin aja lah.. kan yang penting dia mau bertanggung jawab.” Balas Cassie santai.
Cih. Reno menyeringai sebal. Adiknya memang paling suka dengan orang-orang tipe Bobby yang imut2. Dia kembali menengok ke belakang, tapi Aeris tidak terlihat. Suara ini pasti sampai ke dapan, jadi mau tidak mau pasti Aeris mendengar Bobby tadi.
Bobby melantunkan lagu lawas nat king cole, L.O.V.E dengan akustik. Pak Dimas juga sangat menikmati lagu yang dibawakan Bobby. Tidak sia-sia dia membayar mahal untuk acara ini. Hanya Reno yang tidak bertepuk tangan. Telinganya sakit mendengar suara itu. Berulang kali dia minum wine yang ada di depannya.
Setelah menyanyikan 3 lagu, akhirnya Bobby selesai. Reno menarik nafas lega.
“Dad,,mom,, Selamat ya.. Reno mau pergi dulu.”
“Tunggu Reno,, kita ambil foto keluarga dulu. Setelah itu kamu boleh pergi.” Ucap DImas setengah memohon. Reno yang kasihan dengan ayahnya akhirnya duduk kembali.
Sementara itu Bobby keluar dari pintu samping. Dia tidak ingin ada fans yang mengetahuinya. Para wartawan itu bisa saja mengorek banyak informasi soal skandalnya. Langkah Bobby terhenti ketika dia melihat Aeris yang sedang duduk melamun. Dia diam-diam mendekati Aeris, lalu menepuk pundak Aeris dengan lembut.
“Ren, aku ga kabur.....ka..” saat menengok, Aeris shock setengah mati. Dia pikir Reno datang, tapi malah orang yang paling di bencinya saat ini.
Bobby menarik tangan Aeris untuk menjauh. Aeris meronta sekuat tenaga dengan kakinya yang sakit. Melihat kaki Aeris yang pincang, Bobby diam sebentar, tapi sesaat kemudian dia meneruskan aksi paksanya, tidak peduli Aeris kesakitan.
__ADS_1
Dia melepaskan Aeris setelah merka sampai di sebuah ruang ganti. Aeris memegangi tangannya yang sakit. Dia tidak percaya bahwa Bobby bisa sekasar ini dengan dirinya.
“Kenapa kaki kamu?” Tanya Bobby kemudian.
“Bukan urusan lo.” Jawab Aeris ketus. Dia tidak ingin memandang wajah Bobby. Wajah tampannya berubah menjadi wajah kemunafikan.
“Ris,,, tolong kasih aku kesempatan, aku bener-bener sayang sama kamu.” Bobby memegang tangan Aeris lembut, tapi Aeris segera menariknya.
“Dari kata-kata lo tadi sepertinya lo udah menerima Megan."
“Itu cuma cara aku untuk mengecoh wartawan. Kamu paham gak sih?” Bobby mulai meninggikan suaranya. Dia merasa frustasi karena Aeris.
Aeris mundur beberapa langkah sampai ke tembok. Lalu, Bobby mengunci Aeris dengan tangannya di kedua sisi kepala Aeris.
Wajah Bobby hanya beberpa centi meter darinya.
“Selama pacaran, gue jaga lo. Kita bahkan ga pernah ciuman. Lo jual mahal banget.” Kata Bobby sambil tidak berhenti menatap Aeris.
Air mata Aeris mulai berjatuhan. Dia sudah tau endingnya seperti apa. Ini tidak akan baik untuknya. Memang sejak pacaran, Aeris tidak pernah bersentuhan dengan Bobby kecuali pegang tangan dan berpelukan. Dia sudah diajar sejak kecil untuk bisa menjaga dirinya sendiri. Mungkin ini sangat kuno di jaman modern saat ini, tapi Aeris tau bahwa dia sudah melakukan apa yang benar.
“Teriak saja, ga akan ada yang bisa menolong kamu.” Bobby semakin mendekatkan wajahnya. Dia tidak sabar melihat bibir merah Aeris yang menggoda.
Aeris menutup mulutnya rapat-rapat dengan tangannya, tapi tangan Aeris dengan mudah di singkirkan. Bobby mencium paksa Aeris.
BRAK. pintu terbuka.
Bobby terkejut ketika seseorang masuk.
__ADS_1
“Memang anda bermuka dua. Cepat pergi, atau saya akan lapor ke wartawan.”
Bobby berbalik arah. Dia menangkap wajah pria itu dengan sangat kesal. Yang lalu, pria itu ada di dekat Aeris, dan sekarang dia juga muncul lagi.
“Tuan muda Reno.. anda selalu ikut campur urusan saya.” Bobby dengan emosi meninju pipi Reno. Reno terhuyung sesaat, tapi dia kembali sadar dengan cepat.
Aeris tidak berhenti menangis di pojokan. Dia seperti anak kucing yang ketakutan karena ada anjing buas di depannya.
Di luar dugaan, Reno tidak membalas Bobby. Dia hanya tersenyum kecil. Dia mengambil ponselnya, dan menelepon seseorang.
“Ada kekacauan di lantai 1, ruang ganti. Cepat kesini.” Perintahnya.
Bobby tidak punya pilihan lain. Dia pergi dengan kesal sebelum para security menangkapnya. Ikon nya sebagai artis bisa tambah hancur kalau sampai ketauan salah satu wartawan atau youtuber.
Hanya tinggal Aeris dan Reno di ruangan. Reno mendekat beberapa langkah untuk mengecek Aeris kembali, tapi Aeris makin ketakutan.
“Ae,, ini aku. Kamu udah aman sekarang.” Ucap Reno lembut. Dia hanya mengawasi Aeris dengan jarak 2 meter tanpa mencoba mendekat lagi, karena itu hanya akan membuat Aeris makin ketakutan. 2x Reno harus menunggu Aeris seperti ini. Pertama saat dia baru putus dengan Bobby dan kedua saat Bobby mencoba kurang ajar padanya.
Dia tidak tau kenapa selalu terjebak dalam situasi yang sama dengan Aeris.
Reno melirik ke arah kaki Aeris. Kakinya makin membengkak dan biru. Dia harus bawa Aeris ke dokter.
“Kamu sudah menolong aku satu kali, jadi kali ini giliran aku yang tolong kamu.”
Aeris hanya menatap Reno nanar. Dia semakin tidak bisa mempercayai pria lagi.
“Percaya lah,, saya ga akan kurang ajar sama kamu. Kita pergi sama Tiffany.” Reno mengajukan penawaran terakhir. Aeris mulai diam. Reno menangkap bahwa Aeris akan setuju dengan idenya. Dia membuka ponsel Aeris yang terlempar ke lantai untuk mencari kontak Tiffany.
__ADS_1