
Reno memarkirkan motornya sembarangan. Seorang penjaga rumahnya segera mendekat dan memindahkan motornya ke tempatnya. Di samping motor, ada satu motor sport, dua sepeda mahal, dan juga satu mobil Lexus bewarna putih. Semua terparkir rapi, karena Reno hanya menggunakan sepeda motor maticnya ke kantor. Dia masuk ke dalam rumah berlantai 2 yang tampak minimalis.
“Sudah pulang pak?” Sapa seorang wanita paruh baya yang langsung meraih tas Reno.
“Belum ini Bi.. saya cuma bayangan.”
__ADS_1
“Ah, Pak Reno nih..” Bi Inah tersenyum geli. Setelah sekian lama, akhirnya Reno bisa bercanda lagi. Kemarin-kemarin Reno tampak tegang karena pernikahannya. Sekarang semua sudah selesai, dalam arti hancur berantakan, dan Reno sudah kembali santai. Bi Inah memang kurang suka dengan Bu Sandra, jadi dia senang-senang saja kalau majikannya tidak jadi menikah.
“Sudah makan Pak?”
“Sudah tadi makan bakso.” “Hatchi” suara Reno memenuhi ruangan. Jam sudah menunjukan pukul 11 malam. Tadi setelah makan bersama Aeris, dia harus kembali ke kantor dan mengerjakan beberpa hal sampai malam.
__ADS_1
“Iya bi,, nanti Reno pikirkan. Tolong bikinin teh panas tawar ya bi,, anterin ke kamar.” Reno berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. Kamar Reno sangat luas. Dia tidak menaruh banyak barang di kamarnya. Satu ranjang king size, satu meja kerja, dan satu pintu lemari. Satu hal yang ingin Reno lakukan sesampainya di rumah adalah mandi. Reno melepaskan pakaiannya sembarangan. Tidak ada siapapun di rumahnya, hanya Bi Inah, pembantu yang sangat memahami dirinya dan satu penjaga rumah yang merangkap sopir di depan. Reno tidak ingin banyak orang di rumahnya, karena dia tidak suka banyak suara di rumah. Reno memilih mandi dengan air dingin meski ini sudah tengah malam. Otaknya sudah terlalu panas memikirkan banyak hal yang terjadi belakangan ini dalam hidupnya. Mengetahui fakta bahwa Sandra selingkuh itu menghancurkan hidupnya sampai ke dasar. Perasaan cintanya selama bertahun-tahun berubah menjadi rasa benci hanya dalam waktu 1 minggu. Reno sengaja membalaskan semua dendamnya kemarin sewaktu pesta. Tapi, perasaan puas itu hanya sementara. Reno menghadapi keadaan yang lebih sulit lagi sekarang. Dia dibicarakan sepanjang hari oleh para karyawan lainnya di kantor, dan satu lagi, dia membawa Aeris menjadi korban juga.
"Emang sialan si Sandra.” Umpatnya. Dia sangat licik seperti ular, sehingga Reno tidak melihat sama sekali gelagat Sandra yang berselingkuh. Mereka memainkannya terlalu baik.
Setelah cukup menyiram tubuhnya, Reno mengenakan bathrobe nya. Saat keluar dari kamar mandi, pakaiannya sudah bersih. Bi Inah sangat sigap mengerjakan pekerjaan rumah. Dia juga sudah menyiapkan teh hangat di meja Reno. Reno duduk di kursi, sambil mengecek ponselnya.
__ADS_1
Dia harus membuang segala sesuatu yang berhubungan dengan Sandra. Dia bahkan tidak segan membuang nomor ponsel Sandra dari daftar kontaknya tentu setelah memblokir nomernya.