Happy Ending?

Happy Ending?
Kencan di Singapore


__ADS_3

Singapore


Reno membuka pintu apartemen nya. Dia cukup lega karena sudah bersama dengan Aeris dan Aeris tidak banyak bertanya lagi. Gadis itu tampak diam saja sejak turun dari pesawat.


"Tidur di kamar utama.. Aku tidur di kamar tamu." Reno membuka kamar utama. Kamar itu sangat bersih dan luas. Di dinding ada foto Reno dan keluarga Pak Dimas. Berarti ini adalah apartemen mereka.


"Makasi ya.. Aku cape.. Aku harus istirahat.."


Reno memeluk Aeris sebelum pergi. Aeris pernah bilang kalau dia lelah, dia akan diam. Mungkin itu sebabnya sejak tadi Aeris hanya diam.


"Halo.." Reno tampak menelepon seseorang. Dia berpindah ke kamar tamu. Aeris hanya merebahkan badannya di ranjang. Dia sebenarnya mendengar perkataan Reno tadi di dalam pesawat. Menikah dengan Ericka?


Apa yang terjadi selama Reno menghilang?


Jiwa detektif Aeris meronta. Dia perlahan keluar dari kamar untuk mendengarkan Reno.


"Sam.. Lo udah tau bagaimana posisi Alden di keluarga Sebastian kan? Gue juga gitu Sam. Gue belum cerita ini ke Dad.. Tapi gue yakin dad udah lihat ini di berita." Aeris bisa mendengar dengan jelas karena Reno bicara dengan emosi. "Gue masi tetep jadi sepupu lo Sam meskipun nanti mengurus keluarga Tan." "Syarat nya cukup berat, menikah dengan Ericka. Dan wanita gila itu minta pernikahannya di percepat setelah dia pulang dari Jepang."


Deg. Aeris membeku. Apa artinya ini? Kenapa Reno akan menikah dengan Ericka? Keluarga Tan?


Aeris masuk kembali ke dalam kamarnya. Dia membuka ponselnya untuk memberitahu Tiffany. Tapi ponselnya tidak aktif. Aeris lalu membuka google dan mengetik Reno Tan.


Berbagai artikel muncul. Reno Sebastian adalah pewaris tunggal keluarga Tan. Keluarga Tan adalah keluarga terkaya nomer 3 di negara ini. Aeris hampir melotot melihat daftar perusahaan yang dimiliki keluarga Reno.


Lagi-lagi Aeris seperti orang bodoh yang harus menelan pil pahit sendiri. Kenapa Reno tidak cerita? Apa dia memang akan menikah?

__ADS_1


"Kamu itu bodoh Aeris." Umpat nya pada diri sendiri.


***


"Kamu sudah siap?" Tanya Reno begitu Aeris keluar dari kamar.


Aeris mengangguk. Hari ini Reno mengajaknya pergi jalan-jalan. Wajah Reno sudah kembali ceria dan lingkaran hitam di matanya sudah hilang. Reno pasti sudah cukup istirahat kemarin.


"Let's Go.." Ucap Reno semangat.


"Tunggu sayang.."


Langkah Reno terhenti. Dia menatap Aeris tidak percaya. Bukan apa, tapi Aeris memanggil nya dengan sebutan sayang.


"Aku sudah beli ini sebelum ke Jepang untuk kita pakai sama-sama. Dan ini kartu mu." Aeris memberikan jaket warna maroon sekaligus kartu ATM Reno yang belum dia kembalikan.


"Makasi sayang.." "Kartu nya pegang saja.. Siapa tau nanti kamu mau belanja lagi."


"Sayang, aku ga mau.. Sudah cukup.. Nanti kalau kurang aku akan minta." Tolak Aeris.


Reno mengalah. Hanya dengan memanggilnya sayang saja membuat Reno hampir terbang. Dia menggengam tangan Aeris yang tampak kecil di tangannya.


Tujuan pertama mereka adalah universal studio. Aeris tidak pernah pergi ke universal studio seumur hidupnya. Aeris begitu menikmati waktunya. Dia membeli berbagai pernak pernik dan memaksa Reno memakai bando mickey.


Reno hanya bisa pasrah selama itu membuat Aeris senang. Setalah puas di universal studio, mereka melanjutkan untuk pergi kuliner di salah satu pusat kota. Tempat itu begitu ramai, Reno harus ekstra menjaga Aeris supaya tidak hilang.

__ADS_1


“Kamu senang Sayang?”


Aeris mengangguk sambil memakan es krim di tangan kanannya. Dia lalu menyodorkan es itu ke Reno supaya Reno juga mencobanya.


“Aku senang karena aku punya pacar yang begitu tampan dan kaya..” jawab Aeris dengan mata berbinar. Dia memeluk Reno, membuat Reno merasakan desiran hangat menjalar ke tubuhnya. “Makasi Ren..” Tidak sampai disitu, Aeris mencium pipi Reno dengan cepat.


“Ae..” Reno merasakan jantungnya bekerja lebih cepat. Dia bahkan tidak mau melepaskan Aeris. Aeris mulai salah tingkah ketika Reno mendekatkan wajahnya. Dia tau apa yang akan di lakukan Reno selanjutnya. Jika dia sampai meladeni Reno, maka akan game over. Sia-sia saja pertahanan dirinya selama ini.


“Ren.. aku ga akan mau melakukan lebih dari ini sebelum kita menikah.” Tegas Aeris.


Harapan Reno yang begitu tinggi segera jatuh begitu mendengar perkataan Aeris. Rasa percaya diri Reno yang awalnya 100% langsung turun menjadi 0,09%. Dia tau Aeris adalah gadis yang polos, tapi untuk sebuah ciuman harus menunggu saat menikah? Itu terlalu kuno.


“Sorry Ae..” sekali lagi harga diri Reno jatuh ketika dia harus mengucapkan maaf. Tapi Reno senang karena itu berarti Aeris adalah wanita baik-baik.


“Aku yang sorry, karena aku tidak mau seperti wanita bodoh lain yang menyerahkan segala yang mereka miliki untuk pasangan.”


“Good girl..” Reno mengacak-acak rambut Aeris. “Kalau begitu, setelah ini aku akan melamar kamu.”


Aeris tersenyum senang, tapi jauh di dalam, hatinya sudah teriris-iris tidak bersisa. Apakah cerita kita bisa happy ending Ren? Pikirnya dalam hati.


Pagi tadi, Ericka meneleponnya. Dia mengatakan semua tentang perjanjian Reno dan Reno sudah setuju menikah dengan nya ketika pulang dari Jepang. Ericka bahkan meminta Aeris supaya tidak menggagalkan rencana mereka. Karena itu, hari ini Aeris ingin menghabiskan waktunya bersama Reno. Besok dia akan menghilang, karena dia tidak ingin Reno menemuinya lagi. Kisah nya dengan Bobby sudah berakhir sad ending, dan sepertinya dengan Reno pun begitu. Aeris harus menyadari posisinya dan tidak boleh egois.


“Ren,, besok bisakah kita pulang? Aku dengar Tiff membuat kekacauan sampai dia dipecat. Dia pasti butuh bantuanku.” Pinta Aeris dengan wajah memelas.


“Oke, kita pulang besok. Aku juga masih banyak kerjaan.”

__ADS_1


“Makasi sayang.. kamu jangan terlalu keras bekerja.. karena kamu bisa makin kaya.” Sindir Aeris sambil tertawa.


Reno menjepit leher Aeris dengan lengannya. Dia sangat gemas dengan Aeris yang selalu saja pandai berkata-kata. Malam ini Reno senang karena bisa melupakan masalahnya. Dia sudah sangat yakin bahwa Aeris bisa dijadikan pendamping hidupnya nanti. Aku janji, akan membuat cerita kita happy ending..batin Reno.


__ADS_2