
Elsa berteriak kegirangan ketika Mery mengatakan jika dirinya sudah dinyatakan lulus seleksi sebagai sekretaris dari CEO. Siapapun yang berada di posisinya Elsa pasti akan memperlihatkan kegembiraan yang berlebih sebagai rasa syukur karena apa yang diinginkannya menjadi kenyataan.
Meeting itu berlangsung cukup alot dengan beberapa perdebatan untuk mendapatkan kesepakatan bersama dengan nantinya keuntungan yang cukup besar.
Elsa menjalani serangkaian tes yang diberikan khusus oleh Mery," cukup bagus hasil tesnya, memang layak jadi sekretarisnya Tuan Muda karena kemampuan dan skillnya cukup bagus padahal belum memiliki pengalaman sedikitpun."
"Selamat Mbak Elsa Safira Nadine Anda diterima sebagai calon istri dari CEO kami," ujarnya Mery yang keceplosan membicarakan kenyataan yang ada.
Elsa segera terdiam sejenak menghayati perkataan dari Mery," calon istrinya ceo!?" Beonya Elsa Safira Nadine.
Mery segera meralat perkataannya itu sambil memutar-mutar telapak tangannya di depan wajahnya Elsa," Ehh maaf tadi aku salah ucap soalnya keinget terus dengan pernikahan tuan muda kami," kilahnya Mery yang merasa bersalah dengan ucapannya.
"Tapi, aku diterima kan bekerja di sini sebagai sekretarisnya Pak CEO Mbak Mery?" Tanyanya Elsa yang sudah berdiri dari posisi duduknya sambil memegang kedua tangannya Mery dengan tatapan matanya yang berharap penuh.
"Iya kamu keterima bekerja di perusahaan kami dan saya mewakili CEO welcome semoga kamu betah bekerja di sini dan mulai besok bisa mulai bekerja di sini," jelasnya Mery.
"Serius!"
Mery menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan perkataan dari Mery.
"Syukur Alhamdulillah, makasih banyak ya Allah… thanks yah Mbak Mery," tuturnya Elsa yang spontan memeluk erat tubuhnya Mery.
Elsa jingkrak jingkrak di tempatnya saking bahagianya kalau dia diterima bekerja di sana.
"Makasih banyak yah,"
"Iya sama-sama cantik," timpalnya Mery sembari mengangkat jempolnya ke arah jendela kaca yang tirainya tersingkap ke samping.
__ADS_1
"Kalau gitu aku pamit dulu Mbak, insya Allah besok aku akan datang sebelum jam kerja dimulai dan tidak akan terlambat lagi seperti tadi," janjinya Elsa seraya nyengir lebar.
"See you again later sayang," ucapnya Mery sebelum mereka berpisah.
Abdilah Abqari Agam sangat bahagia mengetahui jika, Elsa bisa memenuhi semua persyaratan untuk menjadi sekretarisnya.
"Saya mau lihat kira-kira besok reaksinya kayak gimana jika dia tahu aku lah CEOnya," gumamnya Agam dibalik kursi kebesarannya itu.
Elsa pulang dengan hati yang gembira, dia tidak menyangka jika semudah ini mendapatkan pekerjaan dan posisi tersebut. Walaupun kaki dan tangannya yang mengalami luka sering ngilu dan perih tapi,ia berhasil mengatasinya dengan sesekali meringis kesakitan.
"Saya akan memberitahukan kepada Mbak Nada hasil tesnya setelah menelpon mama dan papa terlebih dahulu," batinnya Elsa yang berjalan ke arah depan lobi perusahaan untuk mengambil motornya yang terparkir di sekitar parkiran.
Elsa menghubungi nomor hp mamanya Bu Nadia Elfira dan papanya Pak Renaldi. Setelah menyampaikan semua berita gembira tersebut, dia segera menelpon Mbak Nada untuk bertemu dengan Nada Azizah.
Elsa berjalan masih dengan sedikit pincang. Dia juga sudah melepas sepatu high heelnya dengan berjalan kaki tanpa alas sedikitpun. Elsa berjalan sedikit berjinjit, karena seumur hidupnya ini pengalaman pertamanya berjalan kaki tanpa menggunakan alas kaki satupun.
Beberapa orang yang berjalan beriringan dengannya dan juga berpapasan dengannya menatapnya aneh. Tapi, Elsa sama sekali tidak peduli dengan arti tatapan tersebut, walaupun banyak suara sumbang yang sampai ke telinganya. Ia tak mau ambil pusing.
"Ya Allah… ini kaki juga sembuhnya lama juga, apa karena aku belum sempat minum obat sehingga seperti ini yah,"
Elsa melihat ada kursi di sekitar taman perusahaan, ia berjalan ke arah taman dengan menjinjing sepatunya itu.
"Ini semua gara-gara Om ganteng itu, andaikan aku enggak keserempet mobilnya pasti hidupku enggak susah seperti ini juga, kalau aku ketemu sama pria tua itu aku akan main perhitungan dengannya dan meminta ganti rugi juga kalau perlu aku minta cek!" Umpatnya Elsa seraya duduk di kursi panjang yang terbuat dari besi tersebut.
Elsa mengurut perlahan betisnya yang sudah kelelahan berjalan kaki. ia sesekali menyeka keringatnya itu karena walaupun tempat itu cukup teduh dan terlindung dari sinar matahari langsung, tetapi ia rasakan gerah akibat sinarnya matahari siang itu cukup terik.
"Ya Allah... siang ini kok panas banget yah, sepertinya minuman dingin mampu membuat dahagaku hilang," lirihnya Elsa hingga tatapan matanya melongok tak percaya melihat ada tangan seseorang yang menyodorkannya padanya segelas minuman dingin dengan boba ciri khasnya.
__ADS_1
Nada dan Ergi tersenyum, baru sepersekian detik Elsa tidak nampak dari penglihatan keduanya malah melanjutkan apa yang sudah mereka lakukan. Ergi menggendong tubuh kekasihnya itu dan sesekali mengecup bibirnya Nada.
"Abang stop dong, kalau Elsa tahu gimana pasti akan keluar lagi tanduknya," tukasnya Nada.
"Dia tidak akan tahu palingan setelah mandi akan tertidur pulas karena seperti itu kebiasaannya, jadi kamu tidak perlu khawatir lagi, Abang janji ini yang terakhir kalinya Abang memintanya sama kamu sebelum kita menikah nanti,"
Nada pun menuruti perkataan dan permintaan pacarnya itu dengan penuh cinta dan kasih sayang. Nada Humairah Azizah Razak mengalungkan tangannya ke lehernya Ergi Andrean. Mereka sesekali berciuman hangat hingga ke atas kamarnya Ergi.
Hubungan terlarang itu terjadi beberapa kali hingga malam hari. Benar sekali apa yang dikatakan oleh Ergi jika, Elsa tidak turun lagi hingga pagi hari menjelang subuh.
Sedangkan di tempat lain, Agam cukup bahagia karena Muhamad Carlando Ronald memilih untuk bergabung dengan perusahaannnya. Padahal sehari yang lalu, Ando sudah memutuskan untuk kembali menolak tawarannya Abdillah Abqari Agam Muhtahar.
"Mery tolong segera ke ruanganku," pintanya Agam kepada asisten pribadinya itu.
"Baik Tuan Muda,"
Mery segera masuk ke dalam ruangan pribadinya Agam. Mery kemudian mendengarkan dengan seksama perintah dari pemilik perusahaan tempat ia bekerja sebelum pulang.
"Tolong atur semuanya dengan baik jangan biarkan gadis itu tahu jika aku yang sudah mengatur semuanya,"
"Baik Tuan Muda, apa masih ada yang harus aku kerjakan?" tanyanya Mery yang sudah bersiap pulang undur diri dari hadapan pria yang baru mengenal cinta itu di dalam hidupnya pria yang sempat diisukan dan dirumorkan mengalami impoten.
"Kamu boleh pulang,"
Agam segera meraih jasnya setelah Mery pergi dari ruangannya. Dengan senyuman yang selalu menghiasi wajahnya yang ganteng paripurna.
"Apapun akan aku lakukan agar kamu bisa jatuh cinta padaku gadis manggaku," cicit Agam yang sangat bahagia dan happy setelah mengetahui kenyataan yang ada.
__ADS_1
"Semoga minuman ini bisa menghilangkan sedikit rasa gerahmu," imbuh orang itu yang sama sekali tidak dikenal oleh Elsa karena ini pertama kalinya bertemu dengan orang itu.
Bagi Like, Komentar, gift iklan,poin dan koinnya dong kakak readers...