Hikayat Cinta Elsa Agam

Hikayat Cinta Elsa Agam
Bab. 58


__ADS_3

"Ya elah bi Anni sesekali kek ajakin kekasihnya untuk rayain ulang tahun bareng supaya tahu gimana rasanya diberikan kado spesial dari orang tersayang," celetuk Bi Anna.


"Boro-boro diberikan kado,pacar saja kagak punya," ucapnya memelas bi Ani yang membuat mereka semua tertawa terbahak-bahak dan cekikan mendengar perkataan dari mulutnya Bu Ani yang sangat jujur itu.


"Bi Ani lihat Mang Jono, lagi nganggur tuh mungkin bisa didekati gimana gitu," guraunya bi Anna.


Agam tidak menyangka jika musibah serangan gigitan serangga kecil di tubuhnya membawa berkah tersendiri untuknya. Hari itu dengan diam-diam tanpa sepengetahuannya, istrinya perempuan yang baru dua hari ia nikahi itu dan ia cintai sejak sekitar kurang lebih sebelas tahun yang lalu dengan peristiwa yang motif nya sama yaitu, sama-sama gara-gara mangga hingga jodoh mempertemukan mereka dalam ikatan tali suci pernikahan.


Abdillah Abqari Agam Alexander Mutahar tidak hentinya memperlihatkan senyuman kebahagiaannya yang mendapat surprise party dari istrinya dalam rangka memperingati dan merayakan ulang tahun Agam yang ke tiga puluh satu itu sekaligus menjadi hari pertama mereka bertemu juga.


Agam kembali memeluk tubuh Elsa Safira Nadine Renald setelah Elsa menghabiskan potongan kue pertamanya khusus dan spesial untuk Elsa seorang. Agam mengecup keningnya Elsa sepintas.


"Abang sangat bahagia hari ini, walaupun ada beberapa insiden yang terjadi padaku demi hanya untuk memetik buah mangga kesukaanmu itu," imbuhnya Elsa yang segera melepas pelukannya dari tubuhnya Agam yang merasa aneh karena tubuhnya Agam yang tidak memakai selembar kain pun menutupi dadanya yang berotot sispack itu.


Elsa segera memutar-mutar tubuhnya Agam, ia menutup mulutnya saking kagetnya melihat banyaknya bentol-bentol seperti bisul kecil akibat gigitan hewan kecil yang mirip dengan serangga itu hampir disekujur permukaan kulitnya.

__ADS_1


"Astagfirullah aladzim Abang, kenapa bisa Abang seperti ini sih?" Tanyanya Elsa saking terkejutnya sehingga berbicara dengan suara yang cukup lantang dan nyaring di depan suaminya itu yang selama ini selalu berbicara penuh kelembutan.


Agam hanya tersenyum cengengesan sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. Sedangkan beberapa orang yang lainnya sudah duduk di atas sofa sambil menikmati beberapa kue dan masakan yang dipesan khusus oleh Elsa Safira Nadine untuk merayakan pesta kecil-kecilan untuk suaminya tercinta.


"Tidak apa-apa kok sayang, Abang baik-baik saja kau tidak perlu heboh dan kaget seperti ini juga kali, Abang tidak akan mati hanya gigitan semut merah yang cukup besar-besar itu," guraunya Agam yang sudah menarik tubuhnya Elsa kedalam pelukannya lagi.


Pak Renaldi Hutabarat Lubis dengan istrinya Bu Ratih Ambar Purwanti, Bi Ani,Bibi Anna serta Mang Jono Iskandar tidak ingin menjadi penonton gratis live streaming kebucinan kedua pasangan pengantin baru itu dan mereka memilih untuk cabut dari ruangan tengah menuju ruang tamu saja untuk mencicipi dan menikmati hidangan masakan yang begitu banyaknya padahal mereka hanya beberapa orang saja.


Elsa segera menarik tangan Agam agar mengikuti langkah kakinya kemanapun itu," Abang sini ikut dengan Elsa, saya akan obati gatalnya Abang dengan obat yang paling mujarab," ujarnya Elsa Safira Nadine yang tersenyum penuh maksud itu


Agam yang melihat senyuman dari istrinya itu sempat bergidik ngeri-ngeri sedap gitu, tapi ia kembali teringat jika mereka belum pernah melewatkan malam pertama yang seperti layaknya pengantin baru lainnya.


Elsa menutup pintu kamarnya itu dengan rapat lalu menyuruh Agam untuk duduk di atas ranjang king size-nya itu.


"Abang tahan yah mungkin sedikit agak perih jika lukanya kesentuh krimnya yang nanti adek oleskan untuk Abang,"imbuhnya Elsa yang segera berjalan ke arah tempat obat p3knya itu.

__ADS_1


Agam segera membuka celana pendek sebatas lututnya yang sedari tadi dipakainya itu. Kemudian ia tengkurap, Elsa memperhatikan apa yang dilakukan suaminya itu dengan mengerutkan keningnya.


"Ya elah Abang sampai pahanya Abang terdapat banyak juga bekas gigitan, adek enggak bisa bayangin loh Abang sakitnya dan gatalnya gimana," tutur Elsa yang sudah duduk di samping Agam yang siap mengoleskan cream obat herbal anti gatal dan tidak akan meninggalkan bekas luka apapun lagi.


"Sakitnya tuh disini tapi gatalnya disini di tempatnya si jago istriku yang belum ketemu dengan sarangnya," guraunya Agam yang tersenyum penuh arti sembari menunjuk ke arah dada dan bagian daerah sensitifnya itu.


Apa yang dilakukan oleh Agam membuat Elsa tertawa terpingkal-pingkal mendengar penuturan sekaligus bernada candaan tapi seperti curahan hatinya saja.


"Maaf yah Abang satu minggu kedepan Abang harus puasa dulu yah, si jago belum bisa bersua dengan sangkar emasnya jadi harap maklum, biasa perempuan punya tamu bulanan, Abang ngerti kan dengan maksudnya adek," jelasnya Elsa yang cukup prihatin melihat raut wajahnya suaminya yang langsung spontan berubah dari sumringah,sendu dan menjadi tampang memelasnya.


"Ya gagal deh kalau gini," ketusnya Agam.


"Satu minggu saja kok Abang,masa sih engga bisa tahan sedangkan 11 tahun lebih mampu Abang tahan tanpa kita berjumpa sekarang hanya tujuh minggu eehh tujuh hari maksudnya masa sih enggak bisa," ujar Elsa yang pengen ngakak melihat mimik wajahnya Agam yang sudah mulai ditekuk.


Elsa dengan telaten mengoles seluruh permukaan kulitnya pasangan sekaligus kekasih halalnya di dunia dan mereka berharap hingga ke jannahnya Allah SWT.

__ADS_1


"Jangan banyak ngeluh deh Abang, kan belum acara buka kadonya," kesalnya Elsa yang malah tersenyum.


Pernikahan adalah bentuk ibadah umat manusia yang paling terpanjang dari ibadah lainnya.


__ADS_2