Hikayat Cinta Elsa Agam

Hikayat Cinta Elsa Agam
Bab. 64


__ADS_3

Satu minggu kemudian setelah acara akad nikah dan resepsi pernikahan antara Amara Meylani Ramadhani Alexander dengan suaminya Ariel Satrya Muller, dan juga Andira Farhana Albert serta pengantin yang lebih duluan ijab qobul Abdillah Abqari Agam dengan Elsa Safira Nadine Renald.


Kebahagiaan jelas terpancar dari kedua orang tua mereka masing-masing. Pak Renaldi Hutabarat Lubis dengan istrinya Ratih Ambar Purwanti, Annie Hana Albert dengan suaminya Pak Albert Mutahar Lubis dan juga kedua orang tuanya Ariel tentunya Tuan Syam Muller Winata dengan Nyonya Sena Aira Wijaya.


Mereka sangat bahagia atas pernikahan anak-anaknya. Tidak ada yang menyangka jika pernikahan kembar tiga sekaligus akan terjadi.


"Semoga mereka bahagia dengan pasangannya selalu sakinah mawadah warahmah hingga kakek nenek dan setia sepanjang hayat mereka," doa yang tulus terucap dari semua orang yang datang menghadiri pesta resepsi ketiganya itu.


Malam harinya, ketiganya memilih untuk melewati malam pertama mereka di salah satu hotel ternama bintang lima di Ibu kota Jakarta. Keesokan harinya barulah mereka bertolak ke Korea Selatan secara bersamaan.

__ADS_1


Agam nampak sedikit kikuk begitupun dengan yang dialami oleh Elsa karena, ini pengalaman pertamanya sehingga mereka sama-sama salah tingkah.


Agam segera naik ke atas ranjang ke ketika melihat istrinya sudah rebahan, "Abang bertanya sekali lagi padamu, apa kah sudah siap untuk memenuhi tanggung jawabmu sebagai istriku?" Agam menyentuh bibir mungilnya Elsa yang merah merona tanpa memakai lipstik dengan merek apapun.


Elsa tersenyum tanpa adanya keraguan terbersit di dalam hatinya itu, ia langsung mengiyakan permintaan dari suaminya tanpa keraguan sedikitpun. Baginya ia tidak ingin berdosa jika menunda-nunda terus hal itu, apa lagi dia sudah yakin dengan perasaannya sendiri.


"Lakukan saja apa yang Abang inginkan, semua yang ada padaku halal untuk Abang sentuh," imbuhnya Elsa dengan malu-malu.


Agam dengan sangat hati-hati membaringkan tubuhnya Elsa Safira Nadinei ke atas ranjangnya yang penuh dengan kelopak bunga mawar merah yang sangat indah, cantik dan masih segar itu dengan berbentuk hati di tengahnya terdapat sebuah miniatur dua ekor angsa putih

__ADS_1


Tapi tiba-tiba Agam berdiri lalu berpamitan kepada Elsa, "Sayang, Abang masuk ke toilet dulu kamu tunggu aku yah," imbuhnya Agam yang merasakan sedikit salah tingkah.


Agam segera berjalan cepat sambil memegang hpnya itu, istrinya pun bergegas bangkit dari baringnya, ketika melihat punggung suaminya sudah tidak terlihat lagi.


Elsa meraih hpnya yang tergeletak di atas meja nakas, "Sepertinya di internet ada panduan tentang hubungan suami istri yang seharusnya dilakukan agar semakin harmonis dan bahagia," cicitnya Elsa Safira yang membuka Mbah Google di telpon genggamnya itu.


Hingga ia menutup mulutnya saking terkejutnya melihat bebas artikel yang ia buka dan baca. Tetapi,ia harus memberanikan diri untuk menyelesaikan bacaannya tersebut.


"Ohh seperti itu yah jika, ingin membahagiakan suami dan semakin dicintai, apalagi katanya membahagiakan suami adalah pahalanya bisa besar," gumamnya Elsa yang mengangguk-anggukkan kepalanya itu.

__ADS_1


Sekujur tubuhnya Elsa merinding, ia kemudian segera menyimpan hpnya yang layarnya masih terbuka dengan menampilkan beberapa artikel tentang hubungan suami istri yang ideal. Dia melangkahkan kakinya menuju kemari pakaian mencari paper bag hadiah dari kedua aunty suaminya yang jahil itu.


__ADS_2