
"Ya Allah… kenapa meski kakak juga sempet mengenal perempuan psikopat seperti Mila Agnesia yang ternyata dia juga yang hampir membunuhku waktu itu, untungnya aku sigap untuk memecahkan kaca jendela mobil dengan sekuat tenaga," Elsa membatin.
"Ya Allah… kenapa meski kakak juga sempet mengenal perempuan psikopat seperti Mila Agnesia yang ternyata dia juga yang hampir membunuhku waktu itu, untungnya aku sigap untuk memecahkan kaca jendela mobil dengan sekuat tenaga," Elsa membatin.
"Semoga saja penjahatnya mendapatkan hukuman yang sangat berat kalau perlu hukuman mati sekalian," kesalnya Bu Annie Maria mamanya Aldian.
"Semoga saja penjahatnya mendapatkan hukuman yang sangat berat kalau perlu hukuman mati sekalian," kesalnya Bu Annie Maria mamanya Aldian.
Rombongan beberapa orang itu seharusnya sudah berada di salah satu gedung serbaguna yang dipilih oleh kedua orang tuanya Nada Khaerunnisha Azzahrah Lukman,tetapi karena berhubungan ada insiden yang mengharuskan mereka untuk segera menunda beberapa jam acaranya hingga kondisinya Nada selamat dan dinyatakan dalam keadaan yang baik-baik saja.
Agam mewanti-wanti semua perawat dan dokter yang menangani kondisi kesehatannya Nada, untuk tidak mengatakan apa-apa tentang kehamilannya Nada. Karena jika ada salah seorang keluarganya Nada yang tahu akibatnya bisa fatal.
Agam bersyukur karena pihak rumah sakit bisa diajak kerjasama dengannya pastinya dengan beberapa uang terima kasih atas kerja sama mereka. Hal ini sesuai dengan permintaan dari Elsa Safira Nadine yang mengirimkan pesan chat terlebih dahulu ke nomor hpnya Abdillah Abqari Agam suaminya.
Ibunya Nada dan adiknya serta yang lain berjalan dengan terburu-buru ke arah ruangan UGD rumah sakit. Kedatangan mereka sempat menimbulkan beberapa tatapan sinis, keheranan, terkejut melihat mereka yang begitu banyak.
"Maaf suster pasien yang bernama Nada Khairunnisa Azzahra Lukman dirawat di kamar berapa yah?" Tanya Elsa ketika melihat ada beberapa perawat yang berdiri di tempat administrasi.
"Pasien yang terkena tembakan itu kan?" Tanya balik perawat itu.
"Betul sekali Mbak,"
__ADS_1
"Pasiennya masih ada di ugd untuk menjalani beberapa observasi setelah pengangkatan peluru di lengannya," jelasnya perawat itu.
"Oh gitu,makasih banyak Mbak," ujarnya Elsa.
Mereka semua bergerak cepat ke arah UGD, perawat itu menerka-nerka status pasien yang mereka tangani itu, setelah melihat langsung anggota keluarganya yang cukup banyak dengan pakaian yang cukup mewah dan elegan.
"Sama-sama Bu," ujarnya perawat itu.
Salah satu suster tersebut berbicara setelah melihat semuanya sudah pergi menjauh dari tempatnya mereka berdiri, "Sepertinya mereka orang kaya karena, hanya untuk tutup mulut saja Kita-kita diberikan masing-masing satu juta tapi kalau dokter entahlah karena mereka saling kenal,"
"Syukurlah walaupun hanya menutupi jika perempuan yang masih memakai pakaian gaun pengantin itu hamil dari keluarganya,tapi ngomong-ngomong mereka bisa seperti itu kenapa yah? jadi kepo,"
"Hush jangan dibahas lagi jika ketahuan ada yang dengar dan mereka tahu apa kalian melupakan jika penjara menanti kita, jadi jangan di bahas masalah itu lagi mulai sekarang hingga nanti," tukasnya rekan kerjanya yang lain.
"Benar sekali bestie, kita nonton yuk selesai berjaga," ajaknya yang pakai hijab.
"Itu ide yang bagus gaes," imbuh dari yang satunya lagi.
Sekitar satu jam kemudian, ibu dan anggota keluarganya Nada disuruh pulang oleh papanya Elsa mengingat resepsi pernikahan antara Ergi Andrean Renald dengan Nada harus tetap berjalan walaupun mempelai pengantin itu tidak ada di sana.
"Tapi, pak gimana dengan anak kami?" Tanyanya Bu Diana Nasution ibunya Nada.
__ADS_1
"Masalah disini serahkan pada kami, lagian kami ada banyak orang yang bisa menjaga Nada kami ini juga orang tuanya jadi, jangan khawatir dengan mencemaskan masalah seperti itu, kalau resepsi kami insya Allah besok tapi kami akan mengumumkan untuk memundurkan jadwalnya ke bulan depan saja menunggu Nada pulih total." Terangnya Pak Renaldi Hutabarat.
"Baiklah kalau seperti itu besan, kami pamit undur diri dulu, assalamualaikum" timpalnya Pak Haris pamannya Nada adiknya almarhum Pak Lukman papanya Nada.
Pak Renaldi juga menyarankan kepada keluarga besarnya dari Agam menantu laki-lakinya untuk segera pulang beristirahat karena,pasti mereka lelah.
"Tidak perlu merisaukan masalah administrasinya, saya sudah membereskan semuanya Pak Renaldi lagian yang punya rumah sakit ini kebetulan sahabat saya, jadi kalian tenang saja perawatan yang terbaik akan diberikan kepada menantu bapak," jelasnya Pak Alexander Mutahar Lubis.
"Syukur Alhamdulillah, kalau seperti itu Pak kami minta maaf yang sebesar-besarnya karena, sudah merepotkan kalian semuanya, padahal belum sehari kita besanan loh sudah dibantu oleh kalian," pungkas Pak Renald yang tidak enak hati.
Bu Liviana memeluk tubuhnya Elsa Safira Nadine yang untungnya sudah berganti pakaian pengantinnya ketika mendengar kabar duka tersebut, "Santai saja Pak, Elsa sekarang menjadi putri kami jadi masalah seperti ini tidak perlu mengucapkan terima kasih, kita ini satu keluarga yang sudah kewajiban kami untuk saling membantu meringankan beban masalah yang ada," tampiknya Bu Livia ibu mertuanya Elsa.
Elsa tersenyum bahagia karena sangat bahagia mendapatkan mertua yang selalu care dan ringan tangan membantu siapapun yang membutuhkan bantuannya.
Beberapa saat kemudian, Elsa yang melihat kedua orang tuanya nampak kelelahan dan mengantuk segera menyarankan kepada keduanya untuk pulang beristirahat di rumah saja.
"Mama sama Papa pulanglah istirahat, disini ada saya, Abang Agam dengan kakak Ergi yang menjaga Nada, Elsa tidak tega lihat kalian seperti ini," sarannya Elsa.
"Iya nih Nak Mama masih shock dan takut jika sewaktu-waktu mereka datang lagi mengusik ketenangan kita semua," ucapnya Bu Ratih Ambar Purwatih.
"Ini pelajaran yang sangat baik dan penting kita ambil hikmah dan pelajaran, untuk kedepannya bertindak jangan selalu mementingkan ego sendiri sehingga menimbulkan kekacauan yang berakibat fatal, untungnya Istrinya Ergi pelurunya tidak mengenai tulangnya jika, tidak akan berakibat fatal, Ergi apa kau sudah sadar dengan khilafmu yang gara-gara kekeliruan kamu sehingga adik, istrimu dan teman harus dalam keadaan yang berbahaya, jadi Papa mohon kedepannya harus lebih bijaksana dalam bertindak dan khusus untuk yang lain juga jangan bertindak karena memikirkan keegoisan sendiri," ungkap Pak Renaldi.
__ADS_1
Ariel Satrya Muller, Carlando Arland Roland dan Agam serta Aldian Adlan Kim terdiam mendengar nasehat dan petuah dari papanya Elsa. Sedangkan Ergi masih nampak murung dengan penuh penyesalan karena baru tersadar dengan akibat dari kebodohannya selama ini.
"Maafkan aku sayang, ini semua gara-gara saya sehingga kamu harus menderita," ratapnya Ergi yang melihat istrinya dari balik jendela ruangan icu.