Hikayat Cinta Elsa Agam

Hikayat Cinta Elsa Agam
Bab. 6


__ADS_3

Elsa segera berhitung mundur," tiga, dua, sa...,"


ucapannya terhenti ketika seseorang keluar dari dalam mobil dengan kaca mata hitamnya yang bertengger di atas hidungnya.


Elsa semakin dibuat jengkel dan marah ketika melihat pria yang duduk dibalik kemudi mobilnya ternyata pria yang memakai kacamata hitam.


"Ish pantesan nyetir mobilnya enggak karuan karena pakai gaya segala, coba itu kacamatanya dilepas dulu baru bawa mobil pasti aku gak bakalan terluka seperti ini," ketusnya Elsa sambil menunjuk ke beberapa luka yang terdapat di beberapa inci tubuhnya.


Pria yang menjadi tersangka kecelakaan kecil itu hanya tersenyum smirk sambil membuka kacamatanya. Sedangkan Elsa semakin dibuat meradang karena seolah pria itu hanya terdiam saja tanpa ada niatan untuk membela diri ataupun membantunya dan meminta maaf langsung padanya.


"Ya elah kenapa nggak bisa menyetir dengan baik maklum sudah om-om jadi penglihatannya sudah terganggu faktor u rupanya," sindirnya Elsa Safira Nadine yang berdiri sembari melipat kedua tangannya di depan dadanya itu yang sudah melupakan kondisi lukanya yang mulai mengeluarkan tetesan darah segar.


Pria yang berdiri di depan Elsa menatap Elsa dengan lekat dari ujung kaki hingga ujung kepalanya yang tertutup hijab berwarna hijau toska itu.


"Kenapa aku kembali teringat pada gadis kecil yang hampir terjatuh gara-gara memetik buah mangga di daerah Kalimantan Timur," bathin nya Abdillah Abqari Agam.


Elsa menggoyangkan jarinya tepat di depan matanya Agam.


"Hey! Tadi gak bisa bedakan jalan sekarang tiba-tiba melamun seperti orang yang kesambet hantu saja!" Umpatnya Elsa yang semakin naik darah saja gara-gara ulah pria dewasa yang berdiri tanpa berniat untuk menanggapi maupun menimpali percakapannya Elsa.


Sedangkan Elsa baru ingin kembali membuka suaranya tapi, suara teriakan seseorang mampu mengalihkan perhatiannya dan menghentikan ucapannya yang baru akan ia ucapkan.


"Elsa Safira Nadine Renaldi!" Teriaknya Ergi Andrean kakaknya sendiri.

__ADS_1


Elsa spontan memutar kepalanya ke arah sumber suara," Abang Ergi," beo Elsa.


Segi segera mempercepat langkah kakinya menuju tempat adiknya berdiri.


"Abang ini ketiduran atau amnesia sih sampai-sampai melupakan kalau aku akan datang ke Jakarta," dengusnya Elsa lalu berjalan ke arah abangnya dengan menghentakkan kakinya dengan cukup keras hingga mampu menimbulkan suara.


Ergi hanya tersenyum cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu sembari menangkupkan kedua tangannya ke depan dadanya itu ," maaf Abang tidak sengaja karena tadi ada pekerjaan yang sangat mendesak sehingga harus terlambat datang menjemputmu," elaknya Ergi dengan seribu macam alasannya untuk menutupi kenyataan yang ada.


Elsa segera berjalan tanpa mempedulikan kopornya itu. Elsa baru melangkahkan kakinya beberapa langkah tapi,ia kembali memutar tubuhnya itu.


Elsa menunjuk tepat ke hidung mancungnya Agam," ingat baik-baik jika kita masih diberi kesempatan untuk bertemu lagi maka saat itu aku akan menagih ganti rugi dan uang ongkos aku berobat ingat itu camkan baik-baik!" Tegasnya Elsa yang baru kali ini bertemu dengan pria yang menurutnya sangat menjengkelkan.


"Elsa Safira Nadine nama yang cantik secantik orangnya," Agam membatin.


"Aku akan sabar menunggu pertemuan ketiga kita nantinya karena kebahagiaan untukku jika harus kembali bertemu dengan perempuan sepertimu, nanti akan jatuh kedalam pesona pria yang kamu panggil om-om," cicitnya Agam sambil menatap intens ke arah Elsa Safira Nadine yang sudah masuk ke dalam mobil hitam Abangnya itu.


Elsa semakin jengkel ketika membuka pintu mobil kakaknya ketika tersadar jika ada seorang perempuan yang duduk di kursi jok depan dengan pakaian yang cukup terbuka dan sedikit berantakan.


Elsa melotot ke arah Ergi," aku harus duduk dimana kalau seperti ini? Aiht pantesan Abang lupa untuk jemput aku karena pasti alasannya ini yah," cibir Elsa yang membuka pintu belakang dengan sangat kuat hingga menimbulkan suara yang cukup bising dan mobilnya pun bergetar hebat.


Elsa baru merasakan perih dan ngilu diatas lukanya itu," Auh sakit!" Keluhnya Elsa.


Ergi yang mendengar suara keluhan Elsa segera menatap ke arah adiknya," kau kenapa apa yang terjadi padamu?" Tanyanya Ergi yang mulai khawatir dengan kondisi adiknya itu.

__ADS_1


Elsa menatap ke arah luar jendela," tidak apa-apa kok,aku hanya terjatuh tadi entar sampai di rumah aku obati jadi tidak perlu menawari aku untuk singgah ke dokter,"


Mila gadis yang berada di depan cukup tersinggung dengan perkataan dari Elsa. Ia mulai memperlihatkan ketidak sukaaannya terhadap Elsa.


"Sepertinya gadis licik ini akan menjadi pengganggu hubunganku dengan Ergi bahaya dan gawat kalau sampai-sampai ATM berjalan aku bermasalah," bathinnya Mila Agnesia.


Elsa menatap jengah ke arah Mila," jangan harap kamu akan bertahan lama berada di samping abangku jangan panggil namaku Elsa Safira Nadine jika aku tidak bisa mengusir Mak lampir itu dari sisinya Abang Ergi."


Elsa langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa peduli dengan barang-barangnya.


"Mila yah elah aku sudah capek-capek angkat ini kamu hanya duduk manis di depan, dimana sih hati nurani kamu taruh kekasihmu kesusahan seperti ini tapi,kamu enggak ada niatan sedikitpun untuk bantuin," kesalnya Ergi yang tidak mungkin menyuruh adiknya yang angkat karena sejak kecil sekalipun Elsa tidak pernah mengangkat yang berat-berat mengingat kondisi fisik dan kesehatannya yang lemah karena penyakit yang dideritanya itu.


Mila terpaksa harus bangkit dari duduk cantiknya untuk mengindari agar Ergi tidak marah-marah lagi.


"Rusak dong kukuku yang tadi pagi selesai aku bawa ke salon untuk pedicure yang sudah nampak cantik ini, untungnya pake atmnya jadi uangku sendiri tidak terganggu sedikitpun," umpatnya Mila.


Mila dengan terpaksa menjalankan perintah dari kekasihnya itu. Walaupun mulutnya tidak berhenti komat kamit dan mendengus kesal tapi, Ergi sama sekali tidak peduli dengan sikapnya Mila yang bersikap aneh menurutnya itu.


Ergi mendekatkan wajahnya ke telinganya Mila, "Kalau kamu ingin mendapatkan restu dari adikku kamu harus pintar-pintar mengambil hatinya jadi perempuan penurut lah selama kamu berada di sekitar adikku dan berusaha lah untuk mencari muka dan bahagiain adikku satu-satunya itu," bisik Ergi yang tersenyum penuh maksud.


"Aku tidak bakalan melakukan apapun yang kamu minta itu, aku bahkan akan membalas dendam pada adikmu yang sok cantik itu," umpat Mila Agnesia Kurniawan.


Bagi Like, Komentar, gift iklan,poin dan koinnya dong kakak readers...

__ADS_1


__ADS_2